Skip to main content

Green Data Center Design and Build Strategies - 4

Green Data Center Design and Build Strategies

Chapter Description

This chapter discusses methods for limiting the environmental impact that occurs during the construction of a Data Center through decisions concerning physical location, choice of building materials, landscaping choices and jobsite construction practices.

From the Book

Grow a Greener Data Center
$41.59 (Save 20%)


Although not frequently given much consideration when planning a Data Center project, landscaping—encompassing not only lawns and vegetation but also the artificial surfaces on a property—has a significant effect on how green your facility is, influencing building heat loads, water usage, air quality, and other conditions.
Be strategic about what you plant on your land and where. That means not only using drought tolerant and low maintenance plants, but also placing trees in key locations to shade buildings and areas that can otherwise absorb and store unwanted heat, such as parking lots.
If your Data Center project involves building new structures, or expanding existing ones, don't indiscriminately move earth and demolish trees and other vegetation. The goal is to minimize disruption to the land and, where possible, reintegrate natural components. For instance, if you need to remove trees during construction, try to replant them elsewhere on the site.
Figure 3.1 shows workers relocating a tree to make way for Data Center construction. The tree was moved to a makeshift tree farm on the building site, shown in Figure 3.2.
Figure 3.1
Image provided by courtesy of Scott Smith.
Figure 3.1 Relocating a Tree
Figure 3.2
Image provided by courtesy of Scott Smith.
Figure 3.2 Temporary Tree Farm
In Figure 3.3, a few feet (one meter) of dirt is excavated from the ground floor of a building to make room for a sunken Data Center raised floor. Figure 3.4 shows the amount of soil removed from the building in a period of 24 hours.
Figure 3.3
Image provided by courtesy of Andy Broer.
Figure 3.3 Backhoe in the Data Center
Figure 3.4
Image provided by courtesy of Andy Broer.
Figure 3.4 Reusable Soil
To reduce water usage, avoid pollution, and reduce your maintenance costs, you need to implement good landscape management practices, including the following:
  • Irrigate efficiently: Don't overwater, which not only consumes more water, but can also cause vegetation to grow faster and, therefore, require additional maintenance.
  • Use mulch: Place mulch in planting areas to insulate foliage, reduce water usage, and limit erosion. Where possible, reuse plant clippings or wood waste from your own property as mulch.
  • Leave grass clippings on lawns: Grass clippings decompose over time. This is good for the lawn, providing nutrients from the clippings, avoiding the need to dispose of the green waste, and reducing water and fertilizer usage.
  • Limit pesticide usage: Consider solutions for controlling unwanted weeds and insects that don't involve chemicals so as to maintain good air quality.
  • Avoid excessive pruning: Pruning can trigger faster growth, requiring additional maintenance activity.
Be aware that many green elements that are effective for the exterior of your building can also be incorporated onto your overall property. For instance, the same advantages of implementing a cool roof—lowering energy consumption to cool a building and reducing heat islands—can be gained by implementing cool pavement, consisting of materials with high solar reflectance and thermal emittance.
Likewise, photovoltaic components can be installed on your property to harvest solar energy. Solar canopies for parking lots can perform double duty at a building site, both generating electricity and providing shade for employee vehicles. Street lamps are also available that can be powered by solar energy alone or by a combination of wind and solar energy.
Consider using pervious concrete or porous asphalt for paved locations on your property such as sidewalks, parking areas, and curb and gutter systems. Unlike conventional paving, pervious materials enable water to seep through. This reduces storm-water runoff, helps recharge groundwater, and better transfers cooler temperatures from the earth below to the pavement, reducing heat island effects. Rubberized asphalt, mentioned at the beginning of this chapter as a green material because it uses ground up scrap tires that would otherwise end up in landfills, is available in pervious form.
You can reduce water usage at your site by collecting and storing rainwater, using it for nondrinking activities such as watering vegetation and (after treating the water) flushing toilets. Rainwater harvesting equipment consists of a catchment (typically atop a building roof) to collect the water, a distribution system (angled roof features, gutters, downspouts), and a container to store it (a cistern).
How much water can you expect to collect? That depends upon the size of the catchment and how much rain falls in the region. To make an estimate, multiply the size of the collection area by the average amount of rainfall for a given period.
For instance, if your catchment area is 20 feet long by 50 feet wide and the area receives 24 inches of rain per year, that's 20 feet x 50 feet x (24 inches / 12) = 2000 cubic feet of water. Multiply by 7.48 to convert to gallons; 2000 cubic feet x 7.48 = 14,960 gallons.
Using metric figures, that's a 6.1 meters x 15.2 meters x (61 centimeters / 100) = 56.6 cubic meters of water. Multiply by 1,000 to convert to liters; 56.6 cubic meters x 1000 = 56,600 liters. (Note: The end calculations of 14,960 gallons and 56,600 liters don't convert exactly due to rounding of metric measurements.)
This is an idealized number because it does not account for water spillage or evaporation, both of which reduce the total water yield.


Popular posts from this blog

Cara Menghitung Ampere Motor 3 dan 1 Phase dengan Rumus Daya

Sering kali, anda menjumpai motor listrik untuk menggerakan mesin pada pabrik - pabrik sekarang dan kebanyakan 85% didalam pabrik menggunakan motor listrik untuk menggerakan mesinnya. motor listrik ada 2 jenis Phase yang pertama adalah 3 phase yang di mana ada tegangan R S T sedangkan yang ke dua adalah 1 Phase dimana motor listrik hanya diberi tegangan phase dan Netral aja, contohnya seperti pumpa air dirumah.     Dari motor - motor tersebut maka anda sangat perlu untuk menghitung amperenya dimana anda membeli motor 1 phase tapi kapasitas rumah anda hanya 450 Watt saja maka anda harus menghitung motor airnya harus di bawah dari 450 Watt. Plate Motor 1 Phase  Diatas adalah name plate motor 1 phase dimana   sudah di ketahui KW dan Amperenya jika hanya di   ketahui KWnya saja bagaimana seperti berikut   menghitungya:  Diket : P : 8 KW = 8 x 1000 = 8000 Watt V : 220V Ditanya : Berapa Nilai Amperenya? Rumus daya  Motor 1 Phase: P = V x I I  = P/V Keterangan : P  : Daya ( Watt ) I   : Arus

Cara Menghitung Satuan Volt, Ampere, dan Watt

Sangat penting untuk mengetahui satuan dalam bidang yang ingin anda pahami, dalam bidang listrik untuk mengetahui satuan seperti volt, ampere, dan watt. Ketika anda tidak mengetahui satuan dari bidang listrik ini sama saja dengan tidak tahu dalam teori dasar dan anda sekarang bisa memperlajari dengan jelas dalam artikel saya berikan ini. Saya akan memberikan langkah demi langkah agar mudah untuk dipahami. Pengertian Volt (Voltage) Volt (Voltage) adalah standart satuan listrik yang menunjukan atau menerangkan sebuah nilai tegangan dalam listrik. Volt atau bisa disebut tegangan hanya bisa diukur dengan alat yang bernama voltmeter atau multitester, volt mempunyai bermacam-macam nilai tegangan dan juga tipe atau karekter yang berbeda. Volt Mempunyai 2 tipe atau karakter Volt atau tegangan listrik ini mempunyai jenis 2 tipe yaitu tegangan AC atau bisa disebut tegangan bolak-balik. kemudian tegangan DC (Direct Current) atau bisa disebut dengan tegangan searah. Untuk mengatahui apa itu tegan

Alat - Alat Fiber Optic dan Fungsinya

1. Fusion Splicer Fusion splicer atau sering dikenal sebagai alat untuk menyambungkan serat optik ini merupakan salah satu alat yang digunakan untuk menyambungkan sebuah core serat optik, dimana serat tersebut terbuat / berbasis kaca, dan mengimplementasikan suatu daya listrik yang telah dirubah menjadi sebuah media sinar berbentuk laser. Sinar laser tersebut berfungsi untuk memanasi kaca yang terputus pada core sehingga bisa tersambung kembali dengan baik. Perlu kalian ketahui, bahwa fusion splicer ini haruslah memiliki tingkat keakuratan yang cukup tinggi, hal ini ditujukan untuk menghasilkan hasil penyambungan yang sempurna, karena pada saat penyambungan tersebut akan terjadi proses pengelasan media kaca serta peleburan kaca yang akan menghasilkan suatu media, dimana media tersebut akan tersambung dengan utuh tanpa adanya celah-celah, hal ini dikarenakan media tersebut memiliki senyawa yang sama. 2. Stripper Atau Miller Sama seperti kabel - kabel yang lain, salah satunya seperti kab

Cara Menentukan Ukuran Kabel Instalasi Listrik

Dalam sebuah instalasi listrik di sebuah rumah atau bangunan, penggunaan kabel listrik haruslah diperhatikan betul. Mengingat kesalahan penggunaan dan pemasangan kabel dapat membahayakan manusia atau penghuni rumah. Dalam menggunakan sebuah kabel ini dari anda harus tahu jenis kabel yang akan di pasang, berapa ukuran kabel listrik, luas penampang maupun panjang kabel listrik. Ukuran Kabel Listrik Seperti yang kita ketahui bersama bahwa fungsi sebuah kabel listrik adalah untuk menghantarkan arus listrik dari sumber listrik menuju beban daya suatu alat listrik. Yang dimaksud dengan ukuran kabel lisrik adalah luas penampang kabel . Sehingga setiap ukuran kabel listrik akan menggunakan satuan mm2 . Mengapa menggunakan ukuran kabel yang tepat sangat penting ? karena kesalahan dalam penentuan ukuran kabel dapat menyebabkan resiko yang fatal. Beberapa kode yang sering ditemukan pada sebuah kabel listrik yaitu : 1 X   1,5 mm 1 X   2,5 mm 2 X   1,5 mm 2 X   2,5 mm Keterangan : Angka sebelum kal

Fungsi dan Cara Setting MCCB ( Moulded Case Circuit Breaker )

Mengulas lebih dalam tentang MCCB - dunia listrik sangat banyak sekali peralatan listrik sebagai pengaman untuk keselamatan dari bahaya listrik maupun untuk mengamankan sebuah motor dan peralatan listrik lainya dari bahaya short circuit. Apa itu MCCB ? MCCB adalah singkatan dari Moulded Case Circuit Breaker, sebagai pengaman terjadinya hubung singkat short circuit dan beban lebih overload agar tidak terjadinya kerusakan pada motor listrik maupun kebakaran yang disebabkan oleh short circuit yang selalu menimbulkan bunga api. MCCB biasanya digunakan oleh industri karena MCCB hanya untuk pengaman listrik 3 phase, dan motor listrik industri juga menggunakan listrik 3 phase, jadi jika anda ingin bertemu apa itu namanya mccb dan dan digunakan untuk apa mampir deh pabrik terdekat dan minta tolong untuk dilihatkan apa itu mccb. Pole MCCB Mccb memiliki macam – macam pole: 1 Pole, 2 Pole, 3 Pole, 4 Pole Mccb memiliki macam – macam kA: 36kA, 50kA, 85kA, 100kA Karakter MCCB - Hanya menggunakan 3 p

Perbedaan Antara KW, KVA, KWH, KVAr

Apa definisi KVA, KW, Watt, KWH, KVar, dan apa perbedaannya? Mungkin kita pernah menjumpai satuan listrik yang terkadang ditulis dengan menggunakan Watt, KW, atau KVA, Dan ini sering menjadi pertanyaan bagi kita, apa sebenarnya perbedaan satuan KW dan KVA, dan berapa 1 kVA, atau mungkin berapa itu 1 KVA KW? Selain itu kita juga sering mendengar istilah KWH, maka pertanyaannya, 1 KWH berapa Watt, atau 1 Kw berapa KWH? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan KVA, KW, Watt, KWH, Kvar, dan apa perbedaannya. Apa yang dimaksud dengan KVA, KW, KVAr, dan KWH? Dalam listrik tiga fasa, terdapat 3 jenis daya listrik yang disebut juga dengan segitiga daya, yaitu: Daya Semu (KVA) Daya Aktif (KW) Daya Reaktif (KVAr) KVA KVA (Kilo Volt Ampere) untuk daya listrik yang tidak terlalu besar biasanya cukup menggunakan satuan daya VA (Volt Ampere). 1 KVA = 1000VA KVA adalah satuan daya listrik yang diperoleh dari perhitungan rumus daya, atau biasa disebut de

10 Virtual appliances yang memudahkan pekerjaan Anda.

10 virtual appliances that can simplify your job By  Jack Wallen September 27, 2012, 10:43 AM PDT Takeaway:  If you’ve never worked with virtual appliances, you owe it to yourself to check them out. Here are 10 good ones that will give you an idea of what they can do for you. When you need to quickly deploy a server or test a server-based application, one of the best means of doing so is by using a virtual appliance. A virtual appliance is essentially a prebuilt virtual machine of a configured server that offers any number of features or services. There are virtual appliances for ERP, CRM, file serving, groupware, and just about every type of server you can think of. You can download complete operating systems or powerful services built on top of full-blown server OSes. I have rounded up 10 of my favorite turnkey solutions, which you can download and load up into your favorite virtual machine host to deploy or test. Since there are hundreds upon hundreds of these types o


Pengertian Panel Listrik Panel listrik adalah suatu benda berbentuk kubus dengan berbagai ukuran ataupun bervariasi dengan sebelah sisi dibuat lubang selebar hampir sama dengan belakangnya, dan nantinya di baut penutup seperti daun pintu agar bisa dibuka dan ditutup, dan didalam panel tersebut terdapat papan yang dikaitkan dengan sisi belakang pintu di pakai baut yang nantinya papan tersebut dapat dilepas dan dipasang kembali. Pada umumnya panel listrik adalah terbuat dari plat besi dengan ketebalan 0,5 – 1 mm. Biasanya disesuaikan dengan ukuran atau besarnya panel, dan nantinya papan tersebut yang akan digunakan tempat pemasangan komponen-komponen listrik. Fungsi Panel Listrik Fungsi dari panel listrik adalah untuk menempatkan komponen listrik sebagai pendukung dari mesin-mesin listrik agar bisa beroperasi  sesuai dengan prinsip kerja dari mesin listrik itu sendiri. Untuk mengamankan komponen listrik supaya terlindungi dari pengaruh di sekelilingnya. Untuk menata komponen atau rangkai

Jenis Kabel Listrik beserta Fungsi dan Gambarnya

Berbicara mengenai kabel listrik tentu sangat luas sekali. Kabel listrik sendiri merupakan komponen yang memiliki peran vital dalam berbagai peralatan elektronik yang kita gunakan sehari-hari. Dari kegunaannya, jenis-jenis kabel listrik ini sangat banyak dan beragam. Pemakaian jenis kabel pun harus tepat agar tidak menyebabkan konsleting listrik. Untuk itu penting sekali mengetahui jenis jenis kabel listrik berikut ini. Kabel listrik Kabel listrik merupakan sebuah komponen konduktor yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik ke benda-benda atau peralatan yang membutuhkan energi listrik agar dapat bekerja. Meskipun jenis-jenis kabel listrik sangat banyak, tetapi pada umumnya setiap kabel listrik terdiri dari dua bagian utama, yakni bagian isolator dan bagian konduktor. Bagian-bagian Kabel Listrik Pada kabel listrik, bahan isolator merupakan bahan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Pada isolator terdiri dari pembungkus kabel yang memiliki fungsi sebagai pelindung (agar tid

Selector Switch

 Sebuah panel listrik di dalamnya terdapat berbagai macam komponen listrik yang bernama Selector Switch. Biasanya diletakan pada pintu panel listrik dan mudah dilihat dan di operasikan oleh operator. Selector Switch adalah sebuah komponen listrik yang berada diluar panel listrik yang berfungsi sebagai Memilih mode atau merubah arah arus listrik Yang bekerja dengan memutar kanan atau kirim dari selector switch. Prinsip Kerja Selector Switch Ketika Selector Switch diputar kenan yang semulanya ada di kiri maka arus akan mengalir menuju kekontak N/O atau N/C dari selector Kanan. Selector istilahnya memilih tetapi dalam komponen listrik selector berfungsi untuk memindahkan Arus listrik dari kontak block menuju ke kontak block lainya. Selector Switch Memiliki 4 Tipe Kontak Dengan bergunanya Selector Switch sebagai memilih atau mengaktifnya sebuah interlock ( Enable / Disable ) Maka tipe dari Selector Switch memilih beragam kontak dan sistem kerja. Berikut daftar 4 Tipe dari Selector Switch :