Wednesday, April 7, 2021

Pengertian PLC ( Programmable Logic Controller )

 
Apa itu PLC? Pengertian PLC (Programmable Logic Controller) biasanya digunakan untuk menggantikan sistem kontrol berbasis relay yang tidak fleksibel.

Selain itu, PLC sering digunakan sebagai perangkat pengendali pada sebuah mesin menurut instruksi logikanya.

Tapi, apakah hanya itu fungsi dari PLC? Tentu saja tidak.

Nah, di pembahasan ini kita akan mengulas mengenai pengertian PLC, fungsi dan prinsip kerjanya lebih mendalam.

Pengertian PLC
PLC (Programmable Logic Controller) adalah sebuah peralatan elektronik yang dapat diprogram agar bisa mengontrol atau mengoperasikan mesin.

Cara Kerjanya Begini:
  1. Pertama, PLC akan menerima sinyal masukan yang akan disimpan kedalam memori
  2. PLC melakukan instruksi logika untuk menjalankan fungsinya.
  3. Sinyal masukan (input) yang diterimanya akan diproses sehingga menghasilkan keadaan keluaran (output) yang menyesuaikan dengan keinginan pemakainya.
PLC juga memiliki konsep:
  1. Programmable, yakni PLC memiliki kemampuan menyimpan memori program. Program ini bisa berubah-ubah, tergantung dari fungsi dan kegunaannya.
  2. Logic, yakni PLC memiliki kemampuan dalam memproses input secara aritmatik dan logic (ALU). Maksudnya adalah PLC dapat melakukan beragam operasi. Membagi, menambah, kali, negasi, OR, AND dan lain-lain.
  3. Controller, kemampuan PLC dalam mengontrol atau mengatur sebuah proses untuk menghasilkan output tertentu.
Penjelasan:
  1. Contoh peralatan input pada PLC berupa: push button panel kontrol, sensor photo elektrik dan sebagainya yang akan menjadi sinyal masukan.
  2. Sedangkan contoh peralatan output-nya berupa relay yang dapat menggerakkan motor atau switch.
  3. Selain itu, MemorI pada PLC adalah dapat diprogram untuk menyimpan instruksi agar bisa menjalankan fungsi-fungsi spesifik.
  4. Contoh intruksinya seperti sekuen, logika, counting, timing dan aritmatika yang berguna untuk mengontrol mesin industri menjadi sesuai yang diinginkan.


Kegunaan dan Fungsi PLC

Pada umumnya, banyak sekali kegunaan dan fungsi dari PLC sehingga menjadi tak terbatas.

Namun dalam prakteknya, Fungsi dari PLC adalah dapat dibagi menjadi dua yaitu fungsi umum dan khusus, berikut penjelasannya:

Fungsi PLC
Secara umum fungsi PLC dapat dibagi menjadi dua, yaitu kontrol sekuensial dan monitoring plant. Agar kita dapat lebih mudah memahaminya, berikut ini penjelasan setiap fungsinya:

1. Kontrol Sekuensial
Fungsi ini dapat diartikan sebagai penjagaan, agar setiap step atau langkah-langkah dalam proses sekuensial berlangsung sesuai dengan urutan yang tepat.
Proses input sekuensial umumnya berupa sinyal biner yang akan dikelola kembali sehingga menjadi output.
2. Monitoring Plant
Fungsi ini akan dapat memonitor atau mengawasi suatu sistem (seperti tekanan, temperatur) dan akan menampilkan pesan tersebut ke operator.

Selain itu, fungsi ini juga akan mengambil tindakan yang diperlukan sehubungan dengan proses kontrolnya, contohnya seperti nilai sudah melebihi batas.

Fungsi Khusus PLC

Sedangkan fungsi PLC secara khusus mempunyai peran sebagai pemberi masukan (input) ke CNC (Computerized Numerical Control) untuk pemrosesan lebih lanjut.
Dibanding PLC, CNC mempunyai tingkat ketelitian yang lebih tinggi dan mahal harganya. CNC biasanya dipakai untuk proses penyelesaian (finishing), moulding, membentuk benda kerja dan sebagainya.
Selain itu, berikut fungsi khusus lain dari PLC (secara umum):

  1. Sebagai Relay Logic
  2. Sebagai Pengunci (Locking)
  3. Sebagai Pencacah (Counting)
  4. Sebagai Penambah
  5. Sebagai Pengurang
  6. Sebagai Pengatur Waktu (Timing)
  7. Untuk Kontrol PID
  8. Untuk Operasi BCD
  9. Untuk Membuat Manipulasi Data
  10. Untuk Membuat Pembanding
  11. Untuk Membuat Pergeseran
Kelebihan PLC

PLC kini menjadi perangkat penting pada sebuah industri, terutama untuk menggantikan sistem pengkabelan yang masih digunakan pada sistem lama.
Berikut ini adalah kelebihan PLC:
  • Fleksibel
  • Harga yang lebih murah
  • Dapat melakukan pemrograman, pembaharuan dan perbaikan dengan mudah
  • Keamanan lebih terjamin
  • Adanya record data dan antarmuka yang memudahkan pengguna
  • Menggunakan sistem wireless.
Selain itu, ada juga ciri khusus dari PLC:
  1. PLC dirancang untuk dipakai di lingkungan-lingkungan bidang industri. Komponen ini dirancang untuk debu, panas, guncangan dan lain-lain.
  2. PLC dibuat untuk mudah dioperasikan. Misalnya oleh teknisi pabrik.
  3. PLC sebagian besarnya tidak dilengkapi dengan monitor. Tapi PLC dilengkapi dengan peripheral port, fungsinya untuk memasukkan program dan memonitor datanya.
Prinsip Kerja PLC

Sebenarnya, prinsip kerja PLC  adalah hal yang bisa dibilang cukup sederhana sehingga dapat dengan mudah kita pahami.
Mulanya, sistem antarmuka dari input/output dihubungkan dengan field devices yang nantinya akan terkoneksi pada mesin atau komponen lainnya.
Umumnya, field devices dapat berupa komponen analog ataupun discrete seperti limit switches, motor starter, solenoid dan sebagainya.
Selama operasi tersebut, PLC akan melakukan tiga proses yang dapat disebut dengan scanning, diantaranya:

  • PLC Membaca dan menerima data dari field devices melalui antarmuka input.
  • PLC Mengeksekusi atau menjalankan program yang tersimpan pada sistem dimemorinya berdasarkan data yang diterima dari field devices.
  • PLC Menulis dan Memperbarui keadaan dari field devices melalui antarmuka output.
Selanjutnya input/output akan membentuk sistem antarmuka, sehingga field devices dapat terhubung dengan controller.
Tujuan sistem antarmuka ini ialah untuk mengkondisikan sinyal-sinyal berbeda yang masuk dan selanjutnya akan dikirimkan pada field devices.
Sinyal yang diterima dari sensor akan dihubungkan ke terminal yang terdapat pada antarmuka input.
Sedangkan komponen yang ingin dikendalikan akan dihubungkan ke terminal yang terdapat pada antarmuka output.
Selain itu, kebutuhan PLC adalah programming devices berupa Personal Computer (PC) yang berguna untuk membuat perintah atau instruksi didalamnya.

Komponen PLC
Setiap perangkat tentunya mempunyai komponen utama yang dapat berguna sebagai pendukung agar fungsinya bisa berjalan dengan baik.

Begitupun pada PLC, adapun komponen utama didalamnya seperti:
  • Central Prosesing Unit (CPU)
  • Memory
  • Input/Output
  • Power Supply
Berikut ini adalah penjelasan singkat mengenai komponen PLC:

1. Central Prosesing Unit
CPU mempunyai fungsi untuk mengontrol dan mengawasi semua pengoperasian pada PLC dan menjalankan program yang disimpan didalam memori.

CPU juga dapat memproses waktu pengawasan dan pelaksanaan perangkat lunak serta menterjemahkan program perantara yang umumnya berisi logika.


2. MemorI
Memori pada PLC mempunyai fungsi untuk menyimpan program dan memberikan lokasi hasil perhitungan dapat disimpan didalamnya.
PLC menggunakan memori semi konduktor seperti RAM (Random Acces Memory), ROM (Read Only Memory) dan PROM (Programmable Read Only Memory).
RAM mempunyai waktu akses yang cepat dan program yang terdapat didalamnya dapat diperbaharui sesuai dengan keinginan pemakainya.
Karena RAM merupakan volatile memory, maka PLC harus diberikan supply cadangan daya listrik berupa baterai yang disimpan pada komponen tersebut.
Biasanya CMOS RAM dipilih untuk pemakaian daya yang rendah, baterai ini juga mempunyai jangka waktu cukup lama sekitar lima tahun sebelum harus diganti.

3. Input/Output
Input/output menjadi sebuah modul yang penting pada PLC. Alasannya, karena PLC berfungsi untuk memproses atau mengoperasikan sebuah mesin.
Peran input/output akan menjadi peratara diantara perangkat kontrol dengan CPU. Input pada PLC adalah untuk menghubungkan suatu peralatan dari sinyal.
Selain itu, ada juga input poin yang akan menjadi sinyal dan dikirimkan pada PLC serta memberikan suatu lokasi didalam memori. Lokasi memory ini dapat disebut dengan input bit.
Setiap input/output memiliki alamat dan nomor urutan khusus yang dimilikinya selama membuat program untuk memonitor aktivitasnya.
Adapun indikasi urutan statusnya yang ditandai dengan LED (Light Emiting Diode) pada PLC, hal ini bertujuan untuk pengecekan proses pengoperasiannya.

4. Power Supply
Tanpa Power Supply, maka PLC tidak akan dapat beroperasi. Power Supply berguna sebagai sumber daya dari PLC, sehingga ia dapat beroperasi dan menjalankan fungsi-fungsinya.

Power Supply akan mengkonversikan pasokan listrik dari PLN (220V) ke daya yang dibutuhkan CPU serta modul input/output.







Bahasa Program PLC
PLC adalah komponen yang memiliki bahasa program. Ada lima jenis bahasa program yang biasa dipakai untuk membuat PLC dapat bekerja. Meskipun semuanya tidak di-support oleh PLC. Berikut bahasanya:

  1. Bahasa Program LD (Ladder DIagram)
  2. Bahasa Program IL (Instruction List) atau SL (Statement List)
  3. Bahasa Program SFC / Grafcet (Sequential Block Diagram)
  4. Bahasa Program FBD (Function Block Diagram)
  5. Bahasa Program High Level. Misalnya seperti Visual Basic
Dan untuk membuat sebuah rancangan sistem sendiri harus diperhatikan hal-hal berikut:
  1. Identifikasi Permasalahan
  2. Membuat Flow Chart
  3. Membuat program dalam bentuk diagram
Kesimpulannya, pengertian PLC adalah sebuah perangkat elektronik yang berguna untuk mengendalikan dan mengoperasikan mesin berdasarkan instruksi logikanya.
Intruksi logika diprogram didalam memori seperti sekuen, counting, timing dan aritmatika, sehingga PLC dapat mengontrolnya sesuai dengan yang kita inginkan.
PLC dapat berfungsi karena mempunyai komponen utama didalamnya seperti Central Prosesing Unit, memory, Input/Ouput dan Power Supply.
Demikianlan pembahasan mengenai pengertian PLC. Selain itu, kita juga telah membahas prinsip kerja, komponen, kegunaan dan fungsi PLC.

Kami memastikan Data Center dan Ruang Server anda bekerja optimal dengan Melakukan pemasangan & perawatan AC PRESISI.
Dengan pengalaman bertahun tahun bersama tim profesional di bidangnya, 
PT.Daya Cipta Mandiri Solusi berkomitmen memberikan yang terbaik dan membantu mengembangkan bisnis semua pelanggan.

Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
HUBUNGI KAMI: dcim@dayaciptamandiri.com

Sumber : sinaupedia. com

Thursday, March 25, 2021

Jurus Kunci Implementasi ITSM di BUMN

 Dalam kesempatan webinar DCMSOLUSI bertajuk ITSM untuk perusahaan BUMN, yang diadakan pada 24 Maret 2021 , dengan nara sumber Yuri Tinambunan dan Bapak Wawang Yusdiman dari Divisi TI JASA RAHARJA banyak pembahasan yang bisa dipetik. 

Webinar ini merupakan rangkaian webinar dari berbagai solusi PT Daya Cipta Mandiri Solusi (DCMSOLUSI) yang telah diadakan semenjak memasuki masa pandemi. Adapun topik ini diambil karena pengalaman implementasi DCMSOLUSI sebagai implementator solusi ITSM. Dan produk yang diangkat kali adalah produk ManageEngine ServiceDesk Plus. Produk ini sendiri telah ditangani DCMSOLUSI sejak 2005. 

Implementasi IT Service Management, atau manajemen Layanan TI sendiri telah digariskan jelas dalam Permen BUMN No.02/2013. Dan semenjak saat ini, banyak perusahaan BUMN berbenah diri mengikuti target layanan TI berdasarkan ITIL dan diukur berdasarkan COBIT. JASA RAHARJA sendiri telah mengimplementasikan sejak 2014, dan bersyukur DCMSOLUSI bisa ikut dalam perjalanan implementasi ini. 

Bapak Wawang Yusdiman membagikan beberapa jurus kunci untuk suksesnya implementasi ITSM diantaranya konsistensi manajemen untuk menggunakan pendekatan ITIL, kemudian mendefinisikan dalam tools ITSM, seperti ManageEngine ServiceDesk Plus ini. Tidak hanya itu, perubahan dan proses pembelajaran juga harus dilalui untuk mendapatkan hasil optimal. Dan ini memang bukan proses instan, tetapi dengan keteraturan dan konsistensi yang tinggi maka implementasi bisa berhasil. Dimulai dengan layanan helpdesk, sekarang telah berkembang dan mulai digunakan di luar Divisi TI. Tidak hanya itu, kemampuan analisa atas permasalahan (problem management), manajemen aset hingga layanan solusi (knowledgebased) telah diimplementasikan dengan baik. 

Yuri Tinambunan menjelaskan dengan baik solusi dari produk ManageEngine ServiceDesk Plus yang selama ini telah digunakan, tidak hanya oleh JASA RAHARJA tapi juga banyak BUMN lainnya. Dalam kesempatan ini juga hadir tim DCMSOLUSI, Bapak Fanky Christian selaku CEO DCMSOLUSI, Marlen Thei , Yessi Ratnasari dan Novilia Indriani dari tim sales DCMSOLUSI, semua aktif berdiskusi hampir dua jam acara berlangsung. 

Silahkan ikuti detail video kegiatan ini. Apabila ada kebutuhan implementasi ITSM dengan produk ini dapat segera menghubungi tim DCMSOLUSI (dcmsales@dayaciptamandiri.com)

 sumber: https://www.kompasiana.com/startmeup/605be10c8ede480da379bbc3/jurus-kunci-implementasi-itsm-di-bumn

Sunday, March 21, 2021

Manajemen Data Center Jangan Dilupakan

 Seringkali banyak perusahaan dan instansi bisa membuat dan membangun data center, tapi dalam mengelolanya, mereka tidak memperhatikan beberapa faktor utama. Untuk itulah webinar Building Better Infrastructure Talk#3 membahas Remote Data Center Management. 

Kali ini membahas secara khusus Metering, Monitoring and Management in the New Normal, yang dibawakan dengan menarik oleh Edward Petrus, CDCP, ATD dari PT Megaroyal IT Comindo. Kegiatan ini dimoderator oleh Fanky Christian, selaku Ketua APTIKNAS DKI JAKARTA.

Para profesional data center, sebutan untuk orang yang mengelola data center, juga harus berbenah diri di era pandemi ini. Hal ini terkait dengan pembatasan jam kerja, pembatasan akses ke ruang data center, hingga kemampuan untuk melakukan remote ke data center. Ini sangat erat merupakan dampak dari meningkatnya kebutuhan akses karyawan dari luar kantor dampak kebijakan WFH. 

Akses remote ke data center juga memerlukan bantuan baik sistem atau orang, yang dikenal juga dengan istilah smarthand. Kita juga melihat meningkatnya kompleksitas dan distribusi dari data center. Semua mungkin hanya di satu tempat, tapi sekarang bisa multiple lokasi berbeda. Dan terakhir terkait meningkatnya otomatisasi , kolaborasi dan kebutuhan sharing data. 

Semua ini memerlukan sistem yang terintegrasi , mulai dari monitoring power dengan intelligent PDU, monitoring environment (suhu-kelembaban-kebocoran-fire-smoke). Semua ini masuk ke dalam sistem data center infrastructure management (DCIM) dengan produk SunbirdDCIM. Produk ini tidak hanya memonitor, tapi juga melakukan manajemen aset di data center anda. 

Silahkan lihat webinar selengkapnya dibawah ini. 

Kami memastikan Data Center dan ruang server anda bekerja optimal. dan Kami juga memastikan Kabel anda terstruktur dan bekerja optimal.

Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
CONTACT US : dcim@dayaciptamandiri.com


Source : https://www.kompasiana.com/startmeup/605400998ede4812dd27de72/manajemen-data-center-jangan-dilupakan

Thursday, March 4, 2021

Pemantauan Lingkungan untuk Pusat Data dan Ruang Server

Pernah menandai email penting dan menyimpannya sebagai referensi? Pusat data atau ruang server perusahaan Anda menampung email itu. Apakah Anda mengunggah dokumen bersama di folder tim Anda untuk memudahkan akses? Pusat data Anda akan menyediakan ruang untuk menyimpan file itu. Fasilitas untuk mengatur dan menyimpan data penting adalah fungsi dari pusat data atau ruang server. Pusat data memiliki jaringan komputasi dan sumber daya penyimpanan . Perangkat keras dan peralatan adalah fasilitas yang merutekan data dari satu pengguna ke pengguna lainnya. Di pusat data, penting untuk memantau semua variabel lingkungan untuk setiap peralatan. Hal ini memungkinkan tim teknis untuk segera menerapkan tindakan pencegahan jika terjadi kesalahan. Pemanfaatan yang tepat dari sensor pemantauan lingkungan sangat penting untuk kemampuan ini.

Ada dua cara untuk menjalankan pusat data . Pusat data tradisional dan ruang server ada di rumah. Lebih sering, fasilitas data berada di dalam lokasi organisasi. Perumahan server fisik di tempat adalah standar. Namun, infrastruktur telah bergeser ke "lingkungan cloud". Intinya, pusat data tersebut masih ada. Dalam pengadaan data itulah perubahan terjadi. Entitas bisnis sekarang terlibat dengan pusat data pihak ketiga. Pusat data  menjalankan penyimpanan online. "The Cloud" hanyalah pusat data yang dialihdayakan  . 

Namun, tidak peduli bagaimana Anda mengakses dan menyampaikan data, perangkat keras fisik di  pusat data merupakan bagian integral darinya. Makanya, perlu dijaga kinerjanya.

Faktor yang Mempengaruhi Pemantauan Lingkungan di Pusat Data dan Ruang Server

Pemantauan lingkungan

KREDIT FOTO: WWW.ITC-TEL.COM

Pusat data  terdiri dari banyak elemen, masing-masing dengan persyaratannya sendiri. Mempertimbangkan variabel-variabel ini memberi teknisi penurunan jika beroperasi pada kondisi optimal. Peralatan khusus memiliki kebutuhan lingkungan yang memerlukan pemantauan. 

Penggunaan alat pemantauan dapat membantu menjaga kondisi prima pusat data Anda Alat pemantauan khusus untuk faktor lingkungan seperti:

  • Suhu

Infrastruktur fisik berjalan sepanjang waktu. Panas berlebih adalah salah satu risiko utama server di pusat data. Ini akan melumpuhkan operasi pusat data . Kontrol suhu diperlukan untuk memeriksa apakah peralatan beroperasi dalam kisaran suhu yang disarankan. Pendekatan komprehensif untuk pemantauan suhu menggunakan banyak sensor suhu. Mereka berlokasi strategis untuk memberikan pembacaan suhu holistik. Sensor suhu AKCP memiliki rentang pengukuran suhu dari -55 ° C hingga + 75 ° C. Anda juga harus memastikan sensor suhu Anda dikalibrasi. Sensor tipe AKCP NIST2 memiliki fitur pemeriksaan integrasi kalibrasi terintegrasiMereka juga dapat memastikan keakuratan bacaan. Jenis sensor ini ideal untuk pusat data . Itu dapat mempertahankan parameter suhu kritis .

  • Kelembaban

kontrol umidity bergandengan tangan dengan mengawasi tingkat suhu Anda. Pengaturan kedua faktor lingkungan harus saling melengkapi. Kelembaban tinggi dapat merusak perangkat keras. Tingkat kelembapan yang rendah menyebabkan masalah dengan busur listrik statis.

Memantau aliran udara Anda sangat penting. Mengamati kipas pendingin memastikan aliran udara yang tepat melewati struktur Anda. Tanpa ini, ada uap air, dan suhunya tidak menentu. Perangkat untuk mengukur keberadaan aliran udara dapat membantu kontrol pemantauan Anda. Sensor ini mendeteksi aliran udara untuk menghindari kesalahan keamanan. Ini mencegah kenaikan tingkat kelembaban dengan menghilangkan panas. 

  • Ukuran infra

Pusat data kecil membutuhkan rentang parameter yang lebih kecil. Dalam kasus banyak peralatan, pemantauan jauh lebih rumit. Intervensi manusia sangat dibutuhkan. Risiko berbagai parameter lingkungan juga tinggi. Dengan lokasi perangkat keras yang berbeda, derajat suhu yang tidak rata menjadi masalah. Teknisi akan mengacu pada rentang suhu daripada bacaan khusus untuk memudahkan ini. Meski begitu, pembacaan suhu tetap membutuhkan ketelitian.  

Skala yang lebih besar meningkatkan jejak kaki. Lokasi fisik peralatan memerlukan pemantauan yang seragam Akurasi membaca mungkin rumit. Ini berbeda dari satu perangkat keras ke perangkat lainnya karena di mana mereka dipasang. Sensor nirkabel dapat membantu dalam pemasangan dengan kepadatan tinggi. Sensor kabinet membuat peta termal di seluruh area pemantauan. Pada gilirannya, peta termal mencakup banyak hotspot tergantung lokasinya. Sensor ini juga dapat memeriksa tekanan diferensial. Tekanan yang bervariasi dapat terjadi di bagian depan dan belakang rumah data Anda. Pemeriksaan tekanan dapat memberikan pemantauan pendinginan yang lebih baik yang menghambat kelembapan. 

  • Kekuatan

Semburan listrik statis yang tiba-tiba menjadi titik tersedak untuk pusat data . Pelepasan volt yang tidak menentu dapat merusak kinerja pusat data . Sangat penting untuk memastikan pasokan daya yang tidak terputus ke fasilitas Anda. Pasokan yang konsisten membatasi kegagalan listrik. 

Pemantauan daya akan menghambat masalah listrik mendadak. Monitor energi dapat mendeteksi aliran listrik yang tidak teratur. Melalui pemeriksaan arus listrik, kebutuhan untuk menyalakan daya peralatan TI diatur. The monitor akan mencegah kegagalan listrik dan mengurangi risiko kerusakan peralatan Anda . Selain itu, monitor juga membantu konsumsi daya yang tidak efisien.   

Pemantauan daya di pusat data

KREDIT FOTO: WWW.LDPASSOCIATES.COM

Alat pemantauan yang berguna dapat mengukur efektivitas penggunaan daya . Sensor penghitungan ini dapat mendeteksi tren penggunaan daya Anda. Bacaan penggunaan memperingatkan Anda untuk mengambil tindakan pencegahan untuk menggunakan energi untuk efisiensi maksimum. 

Manfaat Manajemen Infrastruktur Pusat Data

Alat pemantauan merupakan sistem manajemen infrastruktur pusat data (DCIM) yang lebih luas Anda dapat menggunakan alat pemantauan khusus satu per satu. Menghubungkan mereka dalam suatu sistem adalah cara yang lebih baik untuk dilalui. Sistem infra yang terintegrasi adalah kebutuhan pusat data yang lebih menonjol. Apa manfaatnya?

  1. Visibilitas yang lebih besar
    • Bukankah praktis untuk memantau pusat data Anda sebagai satu kesatuan? Dimana sistem terpusat dapat memeriksa seluruh infrastruktur. Efisiensi yang disediakan untuk teknisi dapat membantu mengatasi masalah operasional dengan lebih baik. Peringatan dapat menentukan kebutuhan pemecahan masalah untuk teknisi. Ini juga mencatat data yang memberi Anda gambaran yang jelas tentang bagaimana pusat data Anda berjalan. Melalui mekanisme pengawasan ini, Anda dapat memeriksa titik kritis secara berkala. Ini memungkinkan Anda menggunakan infrastruktur Anda untuk operasi data yang optimal Ini memungkinkan Anda untuk memeriksa faktor lingkungan secara komprehensif. 
  2. 2. Alokasi sumber daya yang efisien
    • Masalah dengan pemantauan manual dan individu adalah meniadakan dinamika sistem terintegrasi. Ketika kami menangani satu masalah ke perangkat keras tertentu, kami cenderung lupa bahwa setiap perangkat keras saling berhubungan. Kami mengatasi satu kesalahan tetapi tidak mencakup basis lainnya. Terkadang sebaliknya. Kami menganggapnya sebagai masalah umum ketika hanya satu peralatan yang cacat. Sistem manajemen infrastruktur dapat merampingkan proses ini. Ini mengalokasikan sumber daya yang tepat untuk masalah tertentu dengan pendekatan holistik.  
  3. Konsumsi energi yang efisien
    • Faktor lingkungan seperti suhu, kelembaban, ukuran, dan daya semuanya berkontribusi pada penggunaan energi. Seseorang selalu dapat berharap untuk mengalami lebih sedikit gangguan. Gangguan ini akan dihindari saat Anda mengambil tindakan pencegahan. Sebuah sistem pemantauan membantu pola tindakan pencegahan Anda untuk masalah semacam itu. The Data yang dikumpulkan dari pemantauan ini lingkungan faktor menentukan tingkat manajemen bahwa Anda harus mengerahkan. Alat tersebut dapat menopang kehidupan pusat data Anda Anda dapat menghindari perbaikan melalui pemberitahuan ambang batas yang lebih baik.
  1. Batasi risiko
    • Mari kita akui! Pemantauan data adalah fungsi biasa dan terkadang monoton. Teknisi dan administrator sama-sama merupakan intervensi manusia yang berharga yang menjalankan operasi Anda. Dengan peran integral dari pusat data untuk menampung dan menyampaikan data, penghindaran kesalahan adalah suatu keharusan. Membatasi terjadinya kesalahan dapat menghindari kegagalan infrastruktur. Sebagai gantinya, pemadaman yang lebih ringan meningkatkan produktivitas. Sekarang, Anda dapat fokus pada tugas tingkat yang lebih tinggi. Tugas ini dikhususkan untuk perencanaan dan desain yang lebih baik untuk memaksimalkan penggunaan pusat data.
Manajemen pusat data yang efisien untuk membatasi risiko

KREDIT FOTO: WWW.UPSITE.COM

Kesimpulan

“Data adalah mata uang baru sekarang.” Nilai data mendorong pertumbuhan ekonomi dan merevolusi interaksi masyarakat. Karena digitalisasi terus berkembang, volume relai data mengikuti. Dengan data yang lebih baik, seseorang bisa menjadi yang terdepan. Begitulah kasus bisnis. Ini data yang menyediakan pendapatan untuk kebanyakan perusahaan. Data pasar mencakup kecerdasan pelanggan yang membuka jalan bagi keputusan strategis. Transaksi pembayaran digital hanya dapat dilakukan melalui verifikasi data. Nilai data untuk menghasilkan sistem operasional yang lebih baik merupakan aset.

Kalau dipikir-pikir, pusat data hanyalah produk sampingan dari pentingnya data dalam kehidupan masyarakat. Mereka adalah turunan teknologi untuk memperbaiki dan memperlancar relai data. Inilah mengapa sangat penting untuk mengelola pusat data Anda dengan benar. Cara yang tepat untuk melakukannya adalah dengan berinvestasi di www.akcp.com secara proaktif. Ada beragam sensor pemantauan yang tersedia. AKCP memiliki sensor khusus untuk setiap pemantauan lingkungan . Alat pemantauan dapat mencegah kehilangan data. Kerugian ini dapat merugikan pengejaran pendapatan apa pun. 

Pemantauan adalah satu hal; melacaknya dengan cerdas adalah hal lain. Mempertahankan pusat data bermuara pada solusi yang sesuai untuk kebutuhan data Anda. Alat pemantauan hanya dapat melakukan keajaiban jika terus melacak faktor lingkungan yang disebutkan di atas. Sebuah perangkat lunak pemantauan pusat (periksa server AKCPro) adalah contohnya. Nilai pusat data Anda juga akan menjadi lebih penting jika Anda menjalankannya melalui sistem manajemen terintegrasi. Itulah jenis komitmen yang Anda butuhkan untuk upaya pemantauan pusat data Anda 

Tautan Referensi:


https://avtech.com/articles/9386/monitoring-data-center-server-cabinets-correctly/

https://www.cisco.com/c/en/us/solutions/data-center-virtualization/what-is-a-data-center.html

https://www.cloudoye.com/kb/well-known/what-is-the-difference-between-traditional-data-centers-and-cloud#:~:text=Data%20Center%20vs%20Cloud,services % 20dari% 20a% 20data% 20center .

https://blog.storagecraft.com/top-5-data-center-environmental-standards-and-concerns/

https://colohouse.com/environmental-monitoring-in-the-data-center/

https://imaginenext.ingrammicro.com/data-center/data-center-infrastructure-management-dcim-software%E2%80%945 -reasons-why-its-worth-the-investasinya

Wednesday, February 24, 2021

Diskusi online Bulding Better Infrastructure Membangun Data Center

 
Diskusi online Bulding Better Infrastructure (BBItalk) Membangun Data Center / Ruang Server sesuai standar SNI 8799:2019.

Upaya kami dari DCMS - EventCerdas - Aptiknas mensosialisasikan SNI 8799:2019 yang bermanfaat untuk pengembangan Pusat Data di Indonesia. 

Daftar segera di EventCerdas.com atau Ruang-server.com

#aptiknas #eventcerdas #dcmsolusi #datacenter #ruangserver

Tuesday, February 23, 2021

Remote Site Tower Monitoring

 Remote Site Tower Monitoring

Connectivity all across the globe is made possible through the use of towers. More and more towers are being installed in remote areas. These allow broadcasters and telecommunications companies to increase coverage area. Unfortunately, these remote towers are often plagued with multiple risks and therefore remote site tower monitoring is required.

BTS remote towers cost around $200,000 and $250,000. They face the risk of downtime, poor maintenance, unnecessary energy consumption, security breach, and fuel theft. Due to the high investment involved, such risks are classified as a major threat. These may lead to revenue loss and expensive unplanned maintenance brought by the unexpected downtime caused by the aforementioned risks. Additionally, such inconveniences also cause dissatisfaction among customers. The improper monitoring of towers can lead to higher costs, energy waste, and loss of vital resources.

To address these issues, companies should effectively implement tower monitoring strategies. Remote site tower monitoring enables activities previously conducted on-site to be done remotely. This allows for increased efficiency and speedy delivery of services. The staff is still very much involved. However, they spend less time on-site. The staff instead does the study monitoring activities remotely through a secure online platform. This can be applied to radio, TV, and cellular towers. The implementation of these strategies will help ensure that telecommunications companies and tower operators are immediately alerted in case a problem arises. 

There are many tower remote site tower monitoring options to choose from, depending on the location. For areas with lighting, basic monitoring products can be used. This will send notifications to the operator regarding strobe and incandescent system alarms. The Federal Aviation Administration (FAA) has ordered operators to report light failures and “alarms” to their organization within 30 minutes of knowing about the malfunction. Within 15 days, the repairs must be made. Logs regarding all events that transpired should be recorded as well.

There are monitoring systems that allow you to dial in and diagnose any lighting systems. This will identify the exact nature of the alarm. Through this, unnecessary physical visits are avoided. It also provides the parts needed for repair prior to sending technicians to repair the specific part. They are also able to detect and report repetitive issues through the status changes. Grave fines and possible liability are significantly reduced through light monitoring systems. 

Other monitoring systems can also monitor the following: 

  • Room and equipment temperature
  • Fuel levels and auxiliary power
  • Antenna VSMR
  • Antenna reflected power
  • Entry and exit
  • Intrusion and movement
  • Humidity
  • Wind speed
  • Smoke and fire
  • Transmit forward power

Notifications, alarms, and relevant data are sent through GSM, PCS, satellite, wireless network, satellite, microwave, fiber optic, and phone line. 

Causes of Tower light Outages

In order to prevent tower light outages, it is important to identify its common causes.

  • Power outages

The primary reason for tower light outages are power outages. The whole site will go dark if there is a commercial power failure and there is no reliable backup power supply in place.

  • Backup power supply failures

Every site is prone to power loss. Due to this, multiple backup systems should be in place. However, if the staff is not oriented for proper intervention, there might not be enough time to stop light outages from occurring.

Monitoring of Causes of Tower light Outages
Photo Credit: www.powerprotectionresource.com

Regular Monitoring

The light monitoring systems utilized by the tower should enable site operators to remotely check the tower’s performance every 24 hours. Some tower owners have been fined by FAA as much as $10,000 for not working monitoring systems. Despite the owners justifying that they checked the system daily, they were unaware of a failure due to a power surge that caused their modem to be disabled. Some monitoring systems have computer-generated systems that automatically send notifications daily. Meanwhile, when a handshake is not performed, a NoCom is provided.

FCC Monitoring

Towers should be painted and lighted in accordance with the Federal Communications Commission (FCC) regulations. This is the responsibility of an antenna structure owner. If a licensee authorized on antenna structure has reason to believe that the structure is not maintained as per FCC regulations, the licensee can take immediate steps to ensure that the structure is brought into compliance. The licensee must also notify the structure owner, site management company, and FCC.

Should there be non-compliance by the antenna structure owner, the commission may require the licensee to maintain the structure for an indefinite period in line with the Antenna Structure Registration mandate.

FAA Requirements

The visual and automatic monitoring of obstruction lighting systems is required by the FAA. For sites without automatic monitoring, the visual inspection of obstruction lighting in all operating intensities at least once every 24 hours is essential. Should the structure not be accessible for visual monitoring, a well-maintained automatic monitor should be used instead. This monitor should be able to identify any malfunction of the light on the obstruction regardless of color and position.

Communication and operational status should be confirmed at least once every 24 hours. The visual or aural monitor should be situated in a location generally occupied by the responsible personnel. A remote site tower monitoring may be needed in an attended area in some instances. Every structure should also keep and maintain a log. This log will showcase and record the daily operations and lighting system status.

visual and automatic remote site tower monitoring of obstruction lighting systems requirements of faa
Photo credit: www.surveyworksaustin.com

Benefits of tower monitoring

Proper and effective monitoring can maximize the tower site’s output and reduce costs. Additionally, it also helps preserve the integrity of the expensive asset.

  • Energy management

Tower suites have a large energy consumption. They are a constant liability on the bottom line for several tower operators. By monitoring the site, operators are able to better manage their energy consumption. This prevents expensive energy bills. It also paves the way for a more energy-efficient site.

  • Asset monitoring and handling

An interconnected set of assets work together to ensure that towers have the best output connectivity possible. These assets need constant maintenance. The use of effective monitoring tools will enable agile monitoring of the tower components and their health status. It will also be easier to conduct preventive maintenance for telecommunications and supporting equipment before a major failure occurs. Therefore, avoiding possible downtime and damage.

  • Diesel generator monitoring

Since many tower sites use fuel to operate, they tend to be a common target for diesel thieves. This threat will be mitigated through proper monitoring. Keeping track of the fuel levels and other important components of the site’s supply will help measure power output. It will also prevent theft since unusual fuel level changes will be immediately identified.

  • Security and access control

Broadcasting and cell towers are expensive assets. Due to this, they are often targeted by cybercriminals. The necessary security measures should be implemented in order to protect these assets from malicious intent. Proper monitoring tools can centralize security supervision. This allows tower operators to access, control, and consequently protect the tower sites. Additionally, this will also enable personnel to monitor the site 24/7 and send out alerts in case of intrusions.

  • Natural disaster protection

Natural disasters are often unpredictable and can occur at any time. Therefore, these pose a major threat to remote assets since they can result in damage and downtime. The use of effective monitoring tools will help operators immediately detect unfavorable environmental conditions like storms, floods, fires, and smoke.

Challenges

It is evident that there are many advantages to tower monitoring. However, there are many challenges that hinder proper monitoring despite innovations in technology. 

These tower sites would not be able to be properly monitored without a reliable and stable connection. This becomes particularly challenging to towers constructed in remote areas. These towers have limited avenues for proper connectivity. 

Monitoring and control are a critical need. However, dependable connectivity in tower assets located in rural and inaccessible areas still remains a formidable challenge up to date

Intrusion

Since copper is expensive, ground bus bar and transmission line thefts from tower sites are prevalent. Some thieves even go to a site in broad daylight in populated areas to remove ground systems and coaxial cables. Authorities were able to arrest some of the bandits. However, the number of stripped sites is still increasing. Due to this, site owners and carriers are installing site monitoring equipment in an attempt to thwart theft and vandalism. 

Threats to tower failure

Monitoring tower lights are essential to protect companies from major tower site threats:

  • Aircraft hazards
  • Fines due to little to no monitoring in tower sites
  • Other threats that affect daily operations

A tower light failure can be a dangerous hazard to low-flying aircraft. If a tower light malfunctioned, there is a tendency for an aircraft to accidentally crash into a tower site. Not only will it spell disaster for the company- resulting in financial and reputational damages – but it may also lead to the loss of aircraft passenger lives. In order to prevent this, the FCC (Federal Communications Commission) requires that the Federal Aviation Administration (FAA) is immediately notified within 30 minutes of the failure. If the company fails to immediately notify the responsible authorities, it may face serious fines.

Day-to-day operations can be compromised when fixing power outages. Frequent downtime and service outages may cause customers to transfer to the competition. Remote site tower monitoring is crucial in ensuring that broadcast and cellular operations run smoothly. Improper monitoring can have severe repercussions for the companies, both financially and legally. Aside from that, a company’s reputation can also be damaged because of a tower’s constant malfunction. This is why stringent measures should be taken in order to ensure that a tower site is effectively monitored.

Reference Links:

https://www.eutelsat.com/en/blog/remote-tower-monitoring.html

http://wirelessestimator.com/content/industryinfo/46

https://www.dpstele.com/blog/how-to-remotely-detect-tower-light-failures.php