Tuesday, January 11, 2022

Apa itu Kontaktor (Contactor) ?

 Kontaktor (Contactor / Magnetic Contactor) adalah alat elektrikal yang bekerja dengan induksi elektromagnetik pada sebuah kumparan tembaga (coil) yang dialirkan tenaga listrik sehingga menimbulkan medan magnet yang menyebabkan Kontak Bantu NO (Normally Open) akan tertutup dan Kontak Bantu NC (Normally Close) akan terbuka.

Kontak pada kontaktor terdiri dari 2 yaitu kontak utama dan kontak bantu.

  • Kontak Utama : Digunakan untuk rangkaian daya
  • Kontak Bantu : Digunakan untuk rangkaian kontrol.
Sejarah Kontaktor

Kontaktor muncul sekitar tahun 1950 oleh perusahaan OEM HVACR (Original Equipment Manufacturer Heating Ventilation Air Conditioning and Refrigeration) bersama dengan beberapa perusahaan lain yang bergerak dalam bidang elektrikal.

Yang memiliki tujuan untuk membuat kontaktor yang murah dan ramah lingkungan.

Unit elektrikal ini awalnya diperuntukan untuk pasar di benua Amerika Utara sudah berstandart NEMA.

Namun, perusahaan HVACR ini mentargetkan pasar asia juga yang berstandart ICE dan sampai saat ini kita bisa menggunakannya dalam instalasi kelistrikan.

Fungsi dan Aplikasi Kontaktor

Aplikasi penggunaan contactor
Pengaplikasian Kontaktor

Kontaktor memiliki fungsi untuk menyambungan dan memutuskan arus listrik. Biasanya digunakan untuk aplikasi motor, heater, penerangan ataupun distribusi daya listrik pada pabrik ataupun perumahan.

Contoh aplikasi penggunaan kontaktor :

  1. Kontrol Penerangan (Lighting)
    Untuk penerangan dengan daya besar seperti stadion olahraga, konser, lampu perumahan.
  2. Kontrol Motor Listrik
    Untuk menghubungkan arus listrik pada Motor listrik 3 phase daya besar umumnya digunakan pada pabrik dan industri.
  3. Transfer switch
    Unit ini digunakan pada sistem pada ATS (Automatic Transfer Switch) karena diperlukan kapasitas kontrol daya besar dan kecepatan transfer.

Komponen Penting pada Kontaktor

Beberapa komponen yang berperan penting dalam berjalannya fungsi dari kontaktor dengan baik, komponen tersebut bisa kita lihat pada gambar dibawah ini.

Komponen dan Simbol pada Kontaktor
Komponen dan Simbol pada Kontaktor
  1. Kumparan Magnet (coil) : dengan simbol A1 – A2 yang akan bekerja bila mendapat sumber tegangan listrik.
  2. Kontak Utama (RST) : terdiri dari simbol angka L1,L2,L3
  3. Keluaran Kontak Utama (UVW) : terdiri dari simbol angka T1,T2,T3
  4. Kontak Bantu NO (Normally Open) : terdiri dari simbol angka 13,14
  5. Kontak Bantu NC (Normally Close) : terdiri dari simbol angka 21,22

Prinsip dan Cara Kerja Kontaktor

Prinsip dan cara kerja kontaktor adalah dengan arus dan tegangan VAC ataupun VDC (tergantung dari karakteristik coil pada kontaktor), yang kemudian arus itu akan menggerakan coil.

Arus listrik yang masuk akan membuat medan magnet yang akan menarik kontak ( L1,L2,L3 dan kontak bantu) yang awalnya dalam keadaan NO (Normally Open) menjadi NC (Normally Close).

Dalam proses tersebut biasanya kontaktor membutuhkan waktu sekitar 4 – 19ms (untuk membuka) dan 12-22ms (untuk menutup).

Ketika arus yang masuk kedalam kontaktor berhenti, maka medan magnet akan hilang dan menyebabkan kontaktor akan kembali pada keadaan semula.

Jenis – Jenis Kontaktor

Kontaktor yang dijual di pasaran umumnya memiliki prinsip dan cara kerja yang sama.

Hanya saja untuk jenis contactor memiliki perbedaan berdasarkan spesifikasinya seperti Kutub (Pole), Kapasitas Ampere (Rated Operational Current), dan Tegangan Coil (Coil Voltage).

Kutub Kontaktor (Pole Contactor)

  • 3 Pole
  • 4 Pole

Kapasitas Ampere Kontaktor (Rated Operational Current Contactor)

  • 6 Ampere
  • 9 Ampere
  • 12 Ampere
  • 16 Ampere
  • 18 Ampere
  • 20 Ampere
  • 25 Ampere
  • 32 Ampere
  • 38 Ampere
  • 40 Ampere
  • 50 Ampere
  • 60 Ampere
  • 65 Ampere
  • 80 Ampere
  • 95 Ampere
  • 115 Ampere
  • 125 Ampere
  • 150 Ampere
  • 200 Ampere

Tegangan Coil Kontaktor (Coil Voltage Contatcor)

  • 24 VAC
  • 110 VAC
  • 220 VAC
  • 380 VAC
  • 24 VDC

Masalah Yang Sering Muncul Pada Kontaktor

Dari banyaknya permasalahan yang muncul pada penggunaan contactor, berikut kami berikan contoh masalah yang sering terjadi dan cara mengatasinya :

Kontaktor Macet (Tidak Bisa Kontak)

Untuk mengetahui apa yang terjadi pada unit saat macet atau tidak bisa kontak, kita bisa menggunakan cara berikut :

  • Cek pada Coil kontaktor dengan avometer dan gunakan ohm untuk mengetahui apakah coil tersebut rusak atau tidak, coil yang normal biasanya memiliki nilai hambatan.
  • Diamkan kontaktor agar suhunya turun, karena overheat bisa jadi penyebab unit menjadi macet. Apabila sudah didinginkan tetap terjadi macet, maka kontaktor tersebut bisa dipastikan rusak.

Kontaktor Berbau Gosong (Terbakar)

  • Lakukan pengecekan kabel dan baut pada komponen A1 dan A2, apakah ada yang longgar atau tidak.
  • Lakukan cek arus pendek (short circuit) apa instalasi elektrikal anda. Jangan pasang unit baru apabila penyebab arus pendek masih belum ditemukan.

Kontaktor Bergetar saat ON OFF

  • Untuk permasalahan ini bisa jadi coil pada unit sudah lemah karena faktor usia pemakaian, alangkah baiknya jika anda segera mengganti unit baru.

Komponen Kontak L1 pada Kontaktor tidak nyambung

  • Bongkar kontaktor dan cek pada kontak L1, apakah besi kontak masih mulus atau sudah menghitam. Jika sudah menghitam kita bisa bersihkan dengan amplas halus.

Keuntungan Menggunakan Kontaktor

  • Arus listrik yang menuju motor akan melalui kontaktor terlebih dahulu sehingga lebih aman.
  • Kontaktor dengan mudah dikendalikan oleh peralatan elektronik lainnya.
  • Perawatan kontaktor lebih mudah dibanding saklar.
  • Potensi munculnya bunga api lebih minim.
  • Dapat mengendalikan motor dari jarak cukup jauh tanpa menambah lebih banyak kabel besar.
  • Harga kontaktor umumnya lebih murah untuk penggunaan arus yang besar daripada saklar dengan spesifikasi sejenis.

Tips memilih Kontaktor

Untuk memilih kontaktor agar dapat berfungsi secara optimal, kita harus memilih spesifikasi sesuai dengan yang kita butuhkan seperti yang sudah dibahas sebelumnya.

Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut :

  • Berapa tegangan yang digunakan pada coil ? 380VAC, 220VAC atau 24VDC
  • Berapa ampere pada motor yang akan kita gunakan (lihat pada nameplate motor), lebihkan sedikit ampere pada kontaktor yang akan kita pilih.
  • Digunakan untuk apa ? penggunaan motor atau untuk instalasi penerangan.

Selain dari informasi diatas, memilih kontaktor juga harus juga harus berkualitas dan produsennya sudah berpengalaman dalam bidang elektrikal.

Schneider Electric

Foto Schneider Kontactor Model LC1D65A
Foto Schneider Kontactor Model LC1D65A

Sudah tidak diragunakan lagi, perusahaan asal perancis ini sudah dikenal diberbagai dunia dalam bidang elektrikal salah satunya adalah kontaktor.

Kontaktor Schneider memang sudah digunakan oleh banyak orang mulai dari untuk perumahan maupun pabrik dan industri.

Selain dari harga contactor schneider yang sangat bersaing dengan merk sejenisnya, kualitas dan build quality nya juga sudah sangat dipercaya.

Mitsubishi Electric

Foto Mitsubishi Kontaktor model S-N125
Foto Mitsubishi Kontaktor model S-N125

Tidak kalah dengan Schneider Electric, Perusahan asal negeri sakura ini juga sangat populer dan dikenal dalam bidang elektrikal.

Kami membantu Anda untuk :
1. Desain Ruang Server
2. Perapihan Ruang Server
3. Perapihan Kabel - Rak - Tray
4. Pendokumentasian / Pelabelan Kabel
5. Pemasangan PAC / AC Split / AC Standing
6. Pemasangan Fire Extinguisher (FirePro / FM200)
7. Pemasangan Fire Stopper
8. Pemasangan Raised Floor
9. Pemasangan Environment Monitoring System (EMS)
10. Pemasangan PABX (IP/Hybrid)
11. Pemasangan Switch, Router, Firewall
12. Pemasangan NOC System (NMS)
13. Pemasangan PA System
14. Perawatan / Maintenance PAC System
Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
CONTACT US : dcim@dayaciptamandiri.com

Sunday, December 19, 2021

Thermal Mapping for Data Centers









Thermography refers to the use of a thermal imaging device to detect the radiated heat from an object or hot spots in the data center. Thermography has been around for some time and usually in the security industry, the medical industry, and military applications. 

Thermography detects heat and converts it into an image that you can see. This technology is now being employed in data centers. Thermography ensures that various equipment in a facility is running at normal operational temperatures. It also detects abnormal heat patterns that may show issues in the data center airflow.

Thermal Mapping Technology

thermal mapping

PHOTO CREDIT: WWW.BLUESKY-WORLD.COM

Thermography is used in various applications and industries, including the following:

  • Building diagnostics
  • Chemical imaging
  • Earth science imaging
  • Electrical system monitoring
  • Fluid system monitoring
  • Law enforcement and security imaging
  • Machine condition monitoring
  • Medical imaging, which is often used to diagnose diseases

There are many types of infrared thermometers. The basic type of thermometer has a lens that focuses on infrared thermal radiation onto a detector. This radiation is turned into radiant energy that is shown as color-coded signals. Thermometers are designed to measure temperature even from a distance. This prevents the need for close contact with the object being measured.

Below are the three most common types of thermometers used today.

  • Infrared Scanner

This thermometer can measure the temperature of larger spaces. It is often used in manufacturing plants with conveyors and those with web processes. 

  • Spot Infrared Thermometer

This is a handheld radar gun. It is used to detect the temperature of a specific spot on a surface. Spot infrared thermometer is also known as a pyrometer. It is ideal for measuring heat on hard-to-reach equipment under extreme conditions. HVAC operators often use a pyrometer to check the temperature of a ventilation system. Pyrometer is also used in monitoring electrical rooms, water leaks, and panel boards. It is also used in boiler operation and stream system monitoring.

  • Infrared Thermal Imaging Camera

This is used to measure temperature at various spots across a wide space. It creates 2D thermographic images with an advanced type of infrared thermometer. Thermal imaging cameras are software-based systems that show real-time images to be used with other software. This helps improve accuracy and provides more in-depth insights. 

Thermal Imaging Uses Color Palettes To Show Varying Temperatures

  • Black And White Palette. This is also known as grayscale. It only distinguishes temperature between many levels of gray. Black for the coldest and white for the hottest temperatures.
  • Iron Palette. This is the usual color palette in thermal imaging. The coldest areas are shown in black. Slightly hotter areas are in blue and purple. Mid-range temperatures are red, orange, and yellow. White is for the hottest temperatures.
  • Rainbow Palette. This shows varying temperatures through different colors. Like the iron palette, it also uses the whole spectrum to demonstrate different temperatures.

Thermal Mapping In Data Centers

Thermal mapping in data center

PHOTO CREDIT: WWW.SIMSCALE.COM

Nowadays, data centers need more than just good IT operations. Efficient software and hardware systems are also essential to function at optimal condition. Thermal imaging and thermal mapping can be used to track power consumption, temperature, cooling, and other IT operations. Using IRt is the best for monitoring electrical, cooling, and computing equipment.

In data centers, IRt is used to look for, diagnose, and record issues in the facility. It is used for facility issues with air conditioning systems, loose electrical connections, and worn-out bearings. After fixing these issues, the IRt is used to recheck equipment. Ensuring that all are functioning properly.

Two Categories of Employing IRt

  • Cooling Systems and Heat-Generating Equipment –  The IRt capture the condition of the cooling system. Thermal mapping is used to gather and present the data collected. It allows for IT management and HVAC professionals to look at heat-related problems of the system.
  • Electrical Power Distribution And Mechanical Systems- Monitoring electrical systems is crucial to safe and efficient data center operations. Electrical IRt is the commonly accepted application of IRt technology in data centers. Electrical switchgear, motors, and motor controls need thorough monitoring. HVAC systems, UPS, ATS, and PDU also require in-depth checking. And IRt is here to help do these requirements.

The function of cooling systems is to make way for the cooling air intakes and the return exhaust air to the CRAC units. Facilities are typically designed using computer software. It is then modeled using computational fluid dynamics (CFD). CFD models predict the thermal performance of data centers. Despite advanced computer modeling, CFD is not always reliable. Other aspects of building facilities can affect the thermal conditions in data centers. For instance, under-floor cable and ducting installations can have a significant impact on airflow.

That is why thermal mapping is a useful tool in data centers. Thermal mapping can capture the full thermal conditions of a facility and all its equipment. Offering comprehensive and actual thermal imagery.

Temperature monitors allow you to track the thermal conditions of your facility. You just need to place them on strategic points to maximize their benefits. But thermal imaging brings more advantages. A thermal image can show more than 75,000 temperature points. It is best to incorporate thermal imaging systems with your sensors.

Thermal Mapping Designs In Data Centers

Designs In Data Centers

PHOTO CREDIT: PINIMG.COM

Each area of a data center must be strategically designed. For your thermal map, you need to gather all thermal and visual imagery of your facility. You can make a 2D or 3D model, depending on your needs and preferences.

  • 2D Thermal Map Of Data Center Server RacksThe figure below shows an example of a thermal map of server racks. The thermal map shows highly intricate front-facing images of servers. The details are more intricate when you use IR and visible images. You can also see the thermal conditions when cabinet doors are open. By employing thermal maps in your facility. You will have a clearer image of the heat generation in your facility. This is a big advantage towards efficiency.
  • 2D Thermal Map Of Data Center FloorsA 2D thermal map provides quick access to large spaces of data. The mosaic infrared images (IR) can analyze patterns that may not be clear in single images. The figure below is an example of a 2D thermal map of data center floors.
  • 3D Thermal Map of Data Center FloorsThe 3D thermal map is the most advanced approach towards capturing thermal conditions. It is also the most powerful of all tools. 3D models can be viewed from any angle. A complete 3D thermal map gives you the big picture of your facility. With 3D maps, professionals can examine your facility without having to be on-site.

Monitoring with AKCP

AKCP is the world’s leading expert on professional sensor solutions. Our R&D centers specialize in SNMP-based networking and embedded device technology. AKCP is the first company to bring a workable, LoRa based wireless monitoring system and wireless tunnel for critical infrastructure to market. With features specifically tailored for the data center.

  • Wireless Thermal Mapping of IT Cabinets

    WIRELESS THERMAL MAPPING OF IT CABINETS

    Wireless Thermal Map Sensor

Monitor the temperature differential between the front and rear of your cabinet. Datacenter monitoring with wireless thermal map sensors helps identify and eliminate hotspots in your cabinets by identifying areas where temperature differential between front and rear are too high. 

With three (3) temperature sensors at the front and three (3) at the rear, it monitors airflow intake and exhaust temperatures, as well as providing the temperature differential between the front and rear of the cabinet (ΔT) Wireless Thermal Maps work with all Wireless Gateways.

Conclusion

Cooling is an integral part of data centers. Servers and other IT equipment generate heat that needs to be removed in the facility. Nowadays, there are many cooling methods that you can use in your data center to remove heat. But these cooling techniques are not enough. Monitoring temperature and heat waste remain integral aspects of your facility.

Reference Links:

https://www.reliableplant.com/infrared-thermography-31572

https://www.infraredimagingservices.com/wp-content/uploads/2010-188_Stockton_USING_THERMAL_MAPPING_AT_THE_DATA_CENTER_0.pdf

https://www.akcp.com/blog/thermal-mapping-your-data-center/

Wednesday, November 17, 2021

Jenis - Jenis Topologi Jaringan Komputer yang Berguna untuk Perusahaan

 










Topologi jaringan komputer punya fungsi yang bagus untuk sebuah perusahaan ketika akan menginstalasi jaringan komputer. Karena itu, kita diharuskan mengetahui terlebih dahulu topologi yang terbaik untuk dipakai. Perlu diketahui, topologi jaringan pada setiap komputer memiliki perbedaan, baik dari segi fisik maupun kecepatan transfer datanya.

Topologi jaringan ini mempunyai beberapa jenis yang masing-masing punya kelebihan dan kekurangan tersendiri. Untuk itu, Anda harus mempertimbangkan secara matang tentang topologi jaringan komputer yang akan dipakai.

1. Topologi Ring
Topologi ring adalah cara untuk menghubungkan beberapa komputer dengan menggunakan jaringan yang berbentuk cincin (ring). Umumnya, topologi ini menggunakan LAN Card agar saling terkoneksi.








Karakteristik Topologi Ring :
  • Setiap node dihubungkan secara serial sepanjang kabel yang membentuk jaringan seperti lingkaran.
  • Jika salah satu node terputus, maka jaringan lainnya akan mati.
  • Paket data dapat mengalir dua arah (kiri dan kanan). Hal ini dapat menghindari terjadinya collision atau tabrakan.
  • Biasanya menggunakan kabel UTP atau Patch Cable.
  • Layout sangat sederhana.
Kelebihan Topologi Ring :
  • Mudah dirancang dan diimplementasikan.
  • Performa lebih baik daripada topologi bus.
  • Hemat kabel.
  • Mudah untuk melakukan pelacakan dan pengisolasian jika terjadi kesalahan dalam jaringan.
  • Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data (collision).
Kekurangan Topologi Ring :
  • Jika terdapat satu jaringan komputer yang bermasalah, maka jaringan pada komputer lainnya juga mengalami masalah.
  • Menambah atau mengurangi jaringan akan mempengaruhi keseluruhan jaringan.
  • Sulit untuk dikonfigurasikan.
2. Topologi Bus
Topologi bus adalah topologi jaringan komputer yang pertama kali digunakan untuk menghubungkan komputer. Topologi ini menjadi jenis topologi yang paling sederhana dibandingkan dengan lainnya.

Topologi bus menggunakan media kabel pusat sebagai media transmisinya untuk menghubungkan client dan server. Topologi jenis ini biasanya digunakan untuk jaringan komputer perusahaan berskala kecil.
Karakteristik Topologi Bus :
  • Setiap node terhubung dengan menggunakan kabel serial panjang, dan pada kedua ujung kabel ditutup dengan menggunakan terminator
  • Instalasi sangat sederhana.
  • Ekonomis dalam biaya.
  • Paket-paket data saling bersimpangan dalam suatu kabel.
  • Tidak menggunakan hub.
  • Menggunakan banyak Tconnector di setiap ethernet card.
Kelebihan Topologi Bus :
  • Biaya ekonomis.
  • Instalasi mudah.
  • Tidak memerlukan banyak kabel.
  • Topologi yang sederhana.
Kekurangan Topologi Bus :
  • Proses berjalan lebih lambat.
  • Tidak cocok untuk traffic jaringan yang padat.
  • Sulit untuk melakukan troubleshoot.
  • Setiap barrel connector yang digunakan sebagai penghubung akan melemahkan sinyal yang dikirimkan. Kebanyakan akan menghalangi sinyal untuk bisa diterima dengan baik.
Topologi ini cocok bagi perusahaan yang mengingkan setiap komputernya mempunyai akses tersendiri, contohnya untuk print naskah atau dapat mengoperasikan sebuah komputer secara penuh. Pada dasarnya, sistem pengoperasian topologi bus seperti halnya terminal yang mana setiap data akan transit di seluruh komputer yang terhubung pada terminal server utama.

Topologi ini juga tidak terlalu banyak menggunakan kabel sehingga proses instalasinya cukup mudah. Bahkan, untuk menambahkan komputer client yang baru juga bisa dilakukan dengan sangat mudah.

3. Topologi Star
Topologi star menjadi jenis topologi yang paling sering digunakan. Berikut karakteristik dari topologi star :






  • Mudah dikembangkan.
  • Setiap node berkomunikasi langsung dengan konsentrator (HUB).
  • Jika terdapat satu ethernet card yang rusak atau kabel terminal putus, maka jaringan lainnya yang terhubung tidak berpengaruh.
  • Kinerja jaringan akan menurun jika ada paket data yang masuk ke HUB kemudian di broadcast ke seluruh node (misalnya menggunakan HUB 32 port).
  • Biasanya menggunakan jenis kabel UTP.
Kelebihan Topologi Star :
  • Tingkat keamanan tinggi.
  • Jarang mengalami masalah lalu lintas jaringan.
  • Penambahan atau pengurangan jaringan dapat dilakukan dengan mudah.
  • Kemudahan dalam mendeteksi kerusakan pengelolaan jaringan.
  • Jika terdapat satu jaringan yang rusak, maka jaringan lainnya tidak terpengaruh.
  • Paling fleksibel dan akses kontrol terpusat.

Kekurangan Topologi Star :
  • Jika node inti mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan akan berhenti.
  • Jika lalu lintas data padat, jaringan akan menjadi lambat.
  • Jaringan tergantung pada terminal pusat.
  • Membutuhkan banyak kabel. Hal ini karena setiap komputer harus disambungkan ke central point.
  • Biaya lebih mahal dari topologi bus atau ring.
Kami membantu Anda untuk :
1. Desain Ruang Server
2. Perapihan Ruang Server
3. Perapihan Kabel - Rak - Tray
4. Pendokumentasian / Pelabelan Kabel
5. Pemasangan PAC / AC Split / AC Standing
6. Pemasangan Fire Extinguisher (FirePro / FM200)
7. Pemasangan Fire Stopper
8. Pemasangan Raised Floor
9. Pemasangan Environment Monitoring System (EMS)
10. Pemasangan PABX (IP/Hybrid)
11. Pemasangan Switch, Router, Firewall
12. Pemasangan NOC System (NMS)
13. Pemasangan PA System
14. Perawatan / Maintenance PAC System

Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
HUBUNGI : dcmsales@dayaciptamandiri.com

Tuesday, October 26, 2021

Atasi Masalah Data Center Dengan AKCP

 

Data Center, Pusat Data atau Ruang Server menjadi hal penting saat ini.
Semua data penting ditempatkan di ruangan ini. Pastikan tidak ada masalah terkait dengan monitoring data center.

Pelajari dalam webinar ini bersama solusi dari DCM MONITORING pada 29 Oktober 2021, Jam 14.00 – 16.00 WIB.

Registrasi Webinar di : https://s.id/akcp27okt

Tuesday, October 12, 2021

Pilih Pendingin Untuk Server: Room, Raw atau Rack-Based

Berapa luasan ruang server atau data center anda ? 

Berapa banyak rak dan perangkat di dalamnya?

Itu selalu dua pertanyaan dasar yang kami berikan ke customer waktu mereka bertanya terkait pendingin untuk ruang server mereka. Mengapa kedua hal itu penting ?

Perangkat kita umumnya menghasilkan panas di belakang, hampir semua perangkat. Mulai dari server dalam bentuk PC Server, hingga rack-mounted server, serta semua perangkat jaringan dan storage. Semua sama, menyedot udara dingin dari depan, dan membuang udara panas ke belakang. 

Maka bila perangkat anda tidak ditempakan dalam RACK, maka tentu dingin akan kalah oleh panas yang dihasilkan oleh perangkat. Dan titik panas dalam ruangan akan menjadi muncul di banyak titik (hot spot). 

Untuk menanggulangi ini, cara pertama tentu harus memastikan semua perangkat masuk ke dalam rak, sehingga titik panas dapat terkumpul di dalam rak bagian belakang. 

Dalam pendekatan penempatan perangkat secara keseluruhan dikenal juga model berbaris (RAW). Sehingga muncullah tiga jenis seperti berikut


Bila melihat arah tanda panah biru di atas, maka ini adalah pendekatan pendinginan atau cooling yang dilakukan. 

Room-Based Cooling

Bila kita melihat pendekatan umum, setelah semua perangkat masuk ke dalam rak, maka kita akan melihat model ini yang paling banyak diterapkan, yaitu room based cooling.

Dengan metode ini, semua udara dingin disalurkan via bawah rak melalui raised floor, dan diserap di bagian depan dari rak, umumnya dengan menggunakan perforated rak dan udara dingin keluar melalui perforated panel raised floor (warna panah biru), dan diserap kembali oleh sistem pendingin di bagian atas rak (warna merah). 

Cara ini bagus dengan memperhatikan serapan udara dingin optimal yang bisa diserap perangkat di dalam rak, sehingga harus memastikan tidak ada kebocoran udara dingin yang diserap. Kemungkinan lain di dalam rak juga harus diperhatikan penyerapan udara dingin secara optimalnya, dengan memastikan udara dingin bisa diserap hingga ke bagian paling atas rak. 

Serta memastikan juga udara panas yang terkumpul di belakang rak dapat disedot semaksimal mungkin keluar rak bagian atas agar terserap balik ke unit pendingin. 

Dalam kasus kapasitas yang besar, maka digunakan jalur udara dingin dan panas untuk memastikan serapan udaranya.


Raw-Based Cooling.

Model lainnya adalah raw-based, berdasarkan baris.  Pertama adalah dengan membagi baris untuk masuk udara dingin dan udara panas keluar. 

Dengan cara ini, maka semua udara dingin dikonsentrasikan ke arah masukan rak (pintu rak depan), dan udara panas dikumpulkan di belakang saling membelakangi, sehingga udara panas pun terkumpul, dan naik ke atas kembali menuju unit pendingin. Ini dikenal dengan Floor Mounted Raw Based Cooling.

Model lainnya adalah dengan menggunakan Overhead Raw-Based Cooling.

Dengan cara ini, udara dingin keluarkan dihembuskan ke bagian depan rak, dan udara panas diserap kembali masuk ke dalam unit pendingin yang ada di atas bagian rak. Data center model lama banyak yang menerapkan cara ini, hanya saja pendingin jenis ini harus hati-hati karena air yang sangat dekat dengan rak dimana suatu saat kemungkinan terjadi kebocoran.

Rack Based Cooling
Model yang ini sedang banyak diminati saat ini. Karena hanya mendinginkan per rak.


Rack based cooling akan sangat sesuai bila semua perangkat yang harus dijaga suhu nya ditempatkan dalam perangkat. Kecenderungan sekarang semua perangkat bisa dimasukkan ke dalam satu rak, karena menerapkan virtualisasi dan cloud, sehingga tidak semua perangkat server digunakan. Rack based juga cocok untuk penempatan perangkat yang tidak berada di dalam ruang khusus untuk server.

Bila ingin menerapkan ketiganya juga tidak ada masalah.


Kadang kita memerlukan pendekatan tertentu untuk jenis perangkat tertentu. 

Mana yang tepat untuk kita ? Schneider telah mendefinisikannya berikut ini.


Silahkan kontak kami di dcim@dayaciptamandiri.com / 0881-8857333 untuk membantu solusi pendinginan untuk perangkat server anda.