Tuesday, January 12, 2021

Jenis Kabel Listrik beserta Fungsi dan Gambarnya

Berbicara mengenai kabel listrik tentu sangat luas sekali. Kabel listrik sendiri merupakan komponen yang memiliki peran vital dalam berbagai peralatan elektronik yang kita gunakan sehari-hari. Dari kegunaannya, jenis-jenis kabel listrik ini sangat banyak dan beragam. Pemakaian jenis kabel pun harus tepat agar tidak menyebabkan konsleting listrik. Untuk itu penting sekali mengetahui jenis jenis kabel listrik berikut ini.




Kabel listrik
Kabel listrik merupakan sebuah komponen konduktor yang berfungsi untuk menghantarkan arus listrik ke benda-benda atau peralatan yang membutuhkan energi listrik agar dapat bekerja.

Meskipun jenis-jenis kabel listrik sangat banyak, tetapi pada umumnya setiap kabel listrik terdiri dari dua bagian utama, yakni bagian isolator dan bagian konduktor.

Bagian-bagian Kabel Listrik
Pada kabel listrik, bahan isolator merupakan bahan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Pada isolator terdiri dari pembungkus kabel yang memiliki fungsi sebagai pelindung (agar tidak melukai manusia) sehingga aman untuk dipegang. Bahan kabel isolator terbuat dari bahan karet atau plastik (thermoplastik atau thermosetting).

“Semakin baik tingkat isolator pada suatu kabel listrik, maka semakin bagus pula kualitas pada kabel tersebut.”

Bagian Konduktor pada kabel listrik merupakan bagian yang dapat mengalirkan arus listrik. Pada umumnya, bagian konduktor pada suatu kabel listrik terbuat dari bahan logam (tembaga atau aluminium). Besar daya hantar dari kabel listrik ditentukan dari parameter yang dinamakan dengan KHA (Kemampuan Hantar Arus).  Kemampuan daya hantar arus pada tiap kabel sendiri tidak sama tergantung dari bahan konduktor pada kabel tersebut.

Kemampuan Daya Hantar Arus (KHA) pada kabel listrik ditentukan oleh beberapa faktor berikut ini :

  • Bahan konduktor
  • Luas penampang atau diameter kabel konduktor
“ Sebagian besar semakin besar diameter pada suatu kabel listrik, maka semakin tinggi pula kemampuan hantar arus listrik.”

Tidak hanya bahan isolator saja, bahan konduktor juga berperan dalam menentukan kualitas dari sebuah kabel listrik.

“ Semakin tinggi kemampuan daya hantar  arus listrik, maka semakin tinggi pula kualitas kabel ilstrik tersebut.”

Jenis Jenis Kabel Listrik
Masing-masing dari jenis kabel listrik memiliki spesifikasi ukuran dan kapasitas yang berbeda-dala dalam menghantarkan energi listrik. Ada berbagai jenis kabel listrik yang  biasanya digunakan dalam instalasi listrik di rumah, diantaranya NYA, NYM, NYY, NYAF, NYBY, NYCY, NYMHY, AAAC, dan sebagainya.

1. Kabel NYA
Kepanjangan dari kabel NYA, yaitu :
  1. N     = Kabel Tembaga
  2. Y      = Isolasi PVC
  3. A      = Inti Tunggal



Kabel NYA adalah salah satu kabel listrik yang memiliki inti tembaga tunggal (pejal) dan dilapisi bahan isolator PVC  yang sering digunakan dalam instalasi listrik di rumah-rumah. Pada umumnya, kabel listrik NYA memiliki diameter sebesar  1.5 mm atau 2.5 mm.

Bahan isolatornya biasanya memanfaatkan warna sabagai pembeda antara fasa, netral dan ardenya. Seperti warna merah, kuning, hitam, biru maupun kuning strip hijau. Lapisan isolator ini hanya satu lapis saja.

Kelebihan dari kabel listrik NYA adalah harga yang relatif lebih murah dibanding jenis kabel listrik lain. Selain itu penggunaannya mudah dan gampang dalam menentukan jumlah kabel yang diperlukan.

Kekurangan  dari jenis kabel ini yaitu lebih mudah cacat bila terkena goresan, gigitan tikus, ataupun cuaca, karena lapisan isolatornya hanya satu lapis. Untuk meminimalisir kerusakan, kabel NYA sebaiknya dilindungi menggunakan pipa PVC atau dipasang di udara agar jauh dari jangkauan.

Hal hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan kabel NYA :
  • Pastikan kabel dilindungi oleh pipa instalasi untuk pemasangan tetap dalam jangkauan tangan.
  • Kabel NYA sebaiknya dilindungi pipa PVC untuk pemasangan di tempat yang lembab.
  • Kabel sebaiknya dilindungi pipa instalasi dulu, tidak langsung menempel pada plesteran kayu maupun ditanam langsung dalam plesteran atau kayu.
  • Bila dipasang di luar jangkauan tangan, boleh terbuka dengan menggunakan isolator jepit atau rol isolator. Cara pasangnya pun harus ada jarak minimal 1 cm dari dinding ataupun bagian lain bangunan.
  • Bisa digunakan dalam peralatan listrik dan PHB.
  • Hindari pemasangan pada ruangan basah, di alam terbuka, serta tempat kerja dan gudang.
2. Kabel NYM
N     = Kabel Tembaga
Y      = Isolasi PVC
M     = Inti lebih dari satu

Kabel listrik NYM merupakan salah satu jenis kabel yang memiliki inti lebih dari satu, dimana masing-masing inti dilapisi dengan isolator,  kemudian beberapa inti yang telah dilapisi tersebut dibungkus menjadi satu dan ditambahkan isolasi putih dan selubung karet.

Inti pada kabel NYM biasanya berjumlah 2 hingga 4 inti dengan warna yang berbeda. Kabel ini sering digunakan pada instalasi listrik gedung atau bangunan yang langsung tertanam pada dinding.

Keunggulan pada kabel listrik NYM yaitu kualitas dan ketahanan kabel yang baik. Tak hanya itu, kabel  ini juga bisa dipasangkan pada lingkungan kering dan basah, namun tidak untuk ditanam.

Kekurangan dari kabel NYM yaitu dari segi harga yang lebih dari dari kabel NYA.

3. Kabel NYY

Kepanjangan dari kabel NYY, yaitu :
N     = Kabel Tembaga
Y      = Isolasi PVC
A      = Selubung Luar isolasi PVC

Kabel listrik NYY merupakan kabel yang dirancang khusus untuk instalasi listrik yang ditanam di dalam tanah dan berbagai kondisi seperti outdoor, tempat yang kering ataupun lembab.  Namun tidak ada salahnya jika kabel ini tetap tambahkan perlindungan dengan pipa PVC atau pipa besi agar lebih aman dan terjamin (terutama untuk aliran listrik yang bertegangan tinggi).

Bisa dibilang bila kabel NYY merupakan penyempurnaan dari kabel NYA dan NYM.

Kabel NYY memiliki bahan isolator utama dengan konstruksi kuat dan kaku yang memiliki kemampuan anti gigitan tikus. Kemudian di dalamnya berisi 2, 3, atau 4 kabel yang tiap-tiap kabel berinti tunggal dan masing-masing inti itu sendiri dilapisi isolator juga.

Biasanya warna khas dari kabel ini adalah hitam dengan isolasi ganda. Penggunaan kabel ini juga digunakan pada lampu taman, ataupun kabel tenaga pada industri. Untuk pemasangan ditanam di dalam tanah harus dijaga akan kerusakan isolasinya dari kerusakan mekanis dengan memberikan pipa perlindungan.

4. Kabel NYAF
Kabel listrik NYAF merupakan kabel yang memiliki inti terbuat dari bahan tembaga dan berserabut, dan dilapisi PVC kualitas menengah. Kabel listrik jenis NYAF memiliki fleksibilitas yang tinggi sehingga sering digunakan untuk instalasi listrik pada panel-panel atau jalur dengan berkelok-kelok.

Dalam pemakaiannya, kabel ini harus diberi perlindungan lagi dengan pipa distribusi. Kabel ini juga terbilang mudah akan korosi dalam jangka waktu yang lama terutama pada bahan inti berasal dari tembaga campuran.





Untuk penggunaanya, kabel NYAF harus dipasang pada tempat dan lingkungan yang kering. Sangat tidak disarankan dipasang pada lingkungan yang lembab ataupun basah serta tidak bisa terkena cuaca secara langsung.





5. Kabel NYYGby/NYRGbY/NYBY
Kabel listrik jenis ini memiliki dua atau lebih inti tembaga dengan isolasi PVC, kemudian dilindungi kawat baja bulat terlilit plat baja serta isolasi utama berbahan PVC sehingga sangat kuat dan tahan lama. Kabel  NYYGby/NYRGbY/NYBY banyak digunakan untuk instalasi kabel listrik yang di tanam di dalam tanah.

Dalam pemasangannya, kabel jenis ini tidak perlu lagi diberikan tambahan perlindungan kecuali pada titik-titik yang menyeberangi jalan raya maka sebaiknya dilindungi lagi, minimal dengan pipa PVC. Cara pemasangan kabel ini ditanam di dalam tanah maksimal pada kedalaman sekitar 0.8 meter.

6. Kabel NYCY

Kabel listrik jenis NYCY merupakan salah satu jenis kabel yang dapat dipasang pada berbagai tempat, baik itu di dalam ruangan, di alam terbuka, maupun di dalam tanah. Kabel jenis ini terdiri dari penghantar konsentris yang juga dilapisi dengan pita CU kabel sebagai pelindung. Kelebihan dari kabel ini yaitu tahan terhadap berbagai jenis kondisi cuaca.


7. Kabel BC
Kabel listrik jenis BC merupakan kabel memiliki sistem konduktansi yang baik dan unik, dimana  pada konduktornya terdiri dari pilinan beberapa kabel yang disatukan sehingga menghasilkan konstruksi kabel yang kuat dan tidak mudah putus.

Pada umumnya kabel ini memiliki ukuran 6 mm hingga 500 mm dengan kemampuan menerima tegangan maksimal 500 Volt.
Kabel BC banyak digunakan sebagai kabel listrik untuk grounding (pentanahan) dan cukup baik juga digunakan sebagai kabel penghantar untuk  penangkal petir di gedung atau bangunan tinggi.

8. Kabel AAAC
Kabel listrik AAAC merupakan jenis kabel yang terdiri dari pilinan beberapa kabel yang terbuat dari aluminium magnesium-silicon campuran logam dan memiliki kemampuan menghantarkan listrik yang cukup baik.

Tak hanya itu, kabel jenis ini dibuat sebagai kabel yang memilliki konstruksi cukup kuat, anti karat dan untuk penggunaan dalam jangka waktu yang lama. Kabel ini juga baik difungsikan sebagai penghantar dari penangkal petir.

9. Kabel ACSR
Kabel listrik ACSR merupakan kabel yang terdiri dari bahan aluminium dengan inti dari kawat baja. Pada penggunaanya, kabel ini sering difungsikan pada saluran transmisi tegangan tinggi yang menyalurkan listrik jarak jauh.

Dalam pemasangannya, biasanya kabel ini dipasang melintang tanpa isolasi apapun diantara dua tiang menara distribusi. Mengapa demikian ? karena tegangan yang sangat tinggi yang mengalir pada kabel ini menghasilkan panas yang dapat melelehkan lapisan isolator kabel itu sendiri.

Kabel jenis ACSR memiliki konstruksi yang sangat kuat, tahan karat serta tahan lama karena dipasang pada lingkungan terbuka atau ourdoor sehingga harus tahan terhadap berbagai kondisi cuaca.

10. Kabel ACAR
Kabel listrik ACAR memiliki konstruksi dan fungsi yang hampir sama dengan kabel jenis ACSR. Perbedaannya adalah pada kabel ACAR memiliki kualitas yang lebih bagus karena bahan kabelnya diperkuat dengan bahan logam campuran sehingga menghasilkan kabel yang sangat kokoh, dan lebih tahan lama.




11. Kabel NYMHYO
Kabel listrik NYMHYO merupakan kabel listrik yang memiliki dua atau lebih kabel berinti serabut. Pada umumnya kabel jenis ini tidak untuk instalasi listrik tegangan dan arus besar, karena dapat menghasilkan panas yang bisa membahayakan.

Namun  hanya untuk digunakan pada arus rendah saja  seperti pada peralatan elektronik rumah tangga. Misalnya pada kabel soundsystem, audio video ataupun rangkaian elektronika lainnya.

Di pasaran sendiri kabel jenis ini sangat beragam dan bervariasi, ada yang terbuat dari tembaga murni maupun tembaga campuran. Biasanya semakin bagus kualitas kabel NYMHO maka semakin mahal pula harganya.

12. Kabel NYMHY/NYYHY
Kabel listrik NYMHY?NYYHY merupakan kabel yang terdiri dari 2 sampai 3 kabel yang berinti serabut dan masing-masing dilindungi oleh isolator PVC dan kemudian semuanya dibungkus dengan isolator utama.

Kabel jenis ini banyak digunakan sebagai penghubung antara peralatan listrik ataupun stop kontak rumah yang pemasangannya pada atap dan dinding ruangan.  Biasanya kabel ini digunakan hanya untuk aliran listrik rumah  tangga uang memiliki daya 900 Watt ke bawah. Untuk listrik rumah tangga yang memiliki daya 900 Watt ke atas, dapat menggunakan kabel berinti tunggal jenis NYM.

Sebenarnya kabel NYMHY dan NYYHY memiliki sedikit perbedaan, antara lain :

  • Isolator utama kabel NYMHY berwarna putih sedangkan isolator utama kabel NYYHY berwarna hitam.
  • Kabel NYYHY memiliki kualitas yang lebih baik dibanding dengan NYMHY, lebih kuat serta lebih aman.
Demikianlah jenis-jenis kabel listrik yang bisa kami sampaikan. Selain jenis-jenis kabel di atas, kemungkinan masih ada beberapa jenis kabel listrik lainnya. Hal ini karena kebutuhan dari setiap alat elektronika berbeda, menyesuaikan dari besar tegangan dan arus listrik.

Kami memastikan Data Center dan ruang server anda bekerja optimal. dan Kami juga memastikan Kabel anda terstruktur dan bekerja optimal.

Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
CONTACT US : dcim@dayaciptamandiri.com

Wednesday, January 6, 2021

Pengaruh Kelembaban Data Center

 Kelembaban secara alami menyelimuti setiap benda di planet ini. Itu bermanfaat bagi manusia; namun, hal itu bisa menimbulkan masalah bagi peralatan TI. Kelembapan yang tidak terkontrol dapat membahayakan komponen elektronik, yang mengakibatkan waktu henti dan kerusakan peralatan. Uap air di udara menghantarkan pelepasan listrik statis yang berbahaya, yang melindungi peralatan TI. Mengandalkan solusi pendinginan presisi untuk mengatur tingkat kelembapan yang tepat di pusat data tidak menjamin tingkat kelembapan yang memadai dalam asupan udara peralatan TI.

Sebelumnya diyakini bahwa kontrol kelembaban di pusat data mengikuti kebutuhan khusus peralatan TI, itulah sebabnya kelembaban pusat data diatur pada kisaran yang sangat sempit, tetapi penelitian telah menunjukkan bahwa peralatan TI mampu menanggung kisaran kelembaban yang jauh lebih besar dibandingkan dengan apa yang diyakini sebelumnya. Sejak saat itu, industri sekarang menyadari bahwa dengan memungkinkan rentang kelembapan relatif yang lebih besar dan diberikan peraturan yang tepat, metode ini dapat menjadi lebih hemat biaya karena sejumlah besar energi dihemat sambil mempertahankan kinerja TI yang dapat diterima.

Untuk memastikan pemantauan dan pengendalian lingkungan yang ideal di pusat data, suhu dan kelembaban harus dipantau secara ketat. Kelembapan yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pengembunan, yang dapat menyebabkan kerusakan air. Kelembaban yang terlalu rendah dapat menyebabkan penumpukan muatan listrik statis, yang membahayakan perangkat elektronik.

Kelembaban dan Lingkungan TI
Udara terdiri dari berbagai gas, yaitu uap air, karbondioksida (0,3%), oksigen (21%), dan nitrogen (78%). Uap air di udara dikenal sebagai kelembapan. Udara di lingkungan TI harus memiliki jumlah uap air yang tepat untuk memaksimalkan fungsi peralatan. Terlalu sedikit atau terlalu banyak uap air di udara dapat menyebabkan waktu henti peralatan dan menurunkan produktivitas.

Jumlah air di udara sangat sedikit, tapi itu tidak tetap. Air yang dapat tertahan di udara berkorelasi langsung dengan kenaikan dan penurunan suhu.

Minimal, ada satu monitor kelembaban yang menentukan kelembaban relatif(RH) di sebagian besar pusat data. Ini menunjukkan data dalam bentuk kelembaban relatif. “Relatif” berkaitan dengan kelembapan udara yang mendekati suhu yang dapat diberikan. Udara yang lebih panas mampu menampung lebih banyak air. Ini dinyatakan sebagai persentase antara 0% hingga 100%. Jika kelembapan relatif nol, maka tidak ada uap air di udara. Jika kelembapan relatif 100%, udara menahan uap air dalam jumlah maksimum yang bisa dimilikinya. Namun, mengontrol kelembapan relatif tanpa memperhitungkan suhu pada saat yang sama tidak akan berguna. Udara yang sama yang diukur mungkin memiliki kelembapan relatif yang berbeda bergantung pada suhunya. Saat udara didinginkan, kelembapan relatifnya meningkat sampai air mulai mengembun. Ini juga dikenal sebagai titik embun, dan itu dinyatakan dalam bentuk suhu. Titik embun adalah suhu ketika uap air menghilang di udara dan bermanifestasi sebagai air cair pada benda.


Titik embun dan kelembaban relatif adalah dua faktor terkait yang penting dalam lingkungan TI. Titik embun di udara pada suhu tertentu akan meningkat seiring dengan peningkatan kelembaban relatif udara. Titik embun udara sama dengan suhu ketika kelembapan relatif mencapai 100%. Dalam kasus seperti itu, udara akan dianggap jenuh.

Kelembaban memiliki efek positif di pusat data jika diatur pada tingkat yang tepat. Namun, kemungkinan masalah dapat terjadi jika terlalu tinggi atau terlalu rendah. Jika tingkat kelembapan yang tepat dipertahankan, ada efek "pengisian" yang berkurang. Efek pengisian dapat menyebabkan pelepasan listrik statis dengan membuat udara sedikit lebih konduktif secara elektrik dan permukaan yang dilewatinya sedikit lembab. Ketika muatan positif dan negatif tidak seimbang, listrik statis dihasilkan, dan tidak mungkin menghasilkan pelepasan listrik (percikan 10.000+ volt) karena sedikit peningkatan konduktivitas di udara. Aliran sejuk dan kelembaban rendah di seluruh pusat data merupakan sumber potensial listrik statis. Ketika udara dingin ini bergerak melalui permukaan berinsulasi yang tidak dibumikan, tingkat kelembapan yang tepat harus dijaga setiap saat. Tingkat kelembaban relatif yang tinggi di lingkungan TI mengurangi kemungkinan pelepasan muatan listrik statis; Namun, hal itu juga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya korosi komponen logam. Tingkat kelembapan yang tinggi juga meningkatkan kemungkinan kerusakan peralatan karena air. Karena itu, banyak spesifikasi TI yang menunjukkan kisaran kelembapan yang dapat diterima terkait kelembapan non-kondensasi.

Peralatan seringkali berfungsi secara normal dalam kisaran kelembaban rata-rata 20-80% RH, asalkan suhu peralatan dan segala sesuatu di sekitarnya tetap di atas suhu titik embun. Perubahan suhu yang cepat dan kelembaban relatif yang tinggi di lingkungan kemungkinan besar akan mengakibatkan kondensasi kelembaban. Melebihi tingkat kelembapan atas di lingkungan TI dengan pencetakan kecepatan tinggi akan mengakibatkan stok kertas kemungkinan membengkak dan menambah ketebalan, yang kemudian akan menyebabkan kemacetan dan waktu henti proses secara keseluruhan.

Apa yang menyebabkan perubahan kelembaban lingkungan TI?

Ada tiga faktor yang menyebabkan perubahan kelembaban lingkungan:

  1. Infiltrasi
  2. Kondensasi
  3. Ventilasi
Humidifier memungkinkan uap air ditambahkan, sedangkan dehumidifier menghilangkan uap air. Kelembaban lingkungan TI dijaga oleh faktor-faktor yang disebutkan di atas.

Infiltrasi
Meningkat atau hilangnya laju kelembaban akibat infiltrasi bergantung pada luas area terbuka dan perbedaan suhu dan kelembaban antar ruang. Badan udara dengan kelembapan tinggi dan badan dengan kelembapan rendah akan segera disamakan dengan tingkat kelembapan antara tingkat tinggi dan rendah bila ditempatkan bersebelahan. Tingkat kelembaban secara terus menerus berusaha untuk menyeimbangkan antara ruang ruang komputer yang berada pada tingkat kelembapan yang berbeda dibandingkan dengan udara luar ruangan atau ruang kantor yang ada disekitarnya. Lantai, dinding, dan langit-langit di sekitar lingkungan TI harus dapat menghentikan pemerataan ini. Ada banyak contoh di mana mereka tidak melakukannya. Uap air dapat masuk atau keluar melalui celah yang sangat kecil atau permukaan berpori, yang dapat mempengaruhi kelembaban relatif lingkungan TI.

Kondensasi
Dalam beberapa kasus, pendingin udara lingkungan TI menghilangkan sejumlah besar uap air yang menyebabkan tingkat kelembaban relatif rendah. Peristiwa seperti itu terjadi ketika udara pusat data hangat ditarik melalui koil pendingin AC ruang komputer. Kebanyakan kumparan pendingin harus dijaga secara konstan pada suhu 6,1-8,8 ° C (43-48 ° F). Karena ini di bawah titik jatuh yang diperlukan untuk udara di lingkungan IT, tetesan air dapat terbentuk pada koil pendingin juga.

Volume udara yang sangat besar melewati koil pendingin dengan kecepatan tinggi. Air cair atau kondensat terbentuk pada koil pendingin jika udara tetap bersentuhan dengan koil pendingin dengan waktu yang cukup untuk didinginkan di bawah titik embunnya. Namun, pompa yang terletak di dalam sistem pendingin mengembun jauh dari lingkungan TI dan menuju sistem drainase gedung. Untuk menambahkan kembali uap air yang diperlukan ke aliran udara meninggalkan sistem pendingin, humidifier digunakan. Humidifier biasanya dapat ditemukan di penangan udara dan AC di dalam ruang komputer.

Ventilasi
Orang-orang di dalam harus selalu mendapat pasokan udara luar yang segar. Udara segar di dalam pusat data dan ruang komputer ini disebut sebagai "udara make-up" dan memengaruhi tingkat kelembapan relatif. Jumlah udara segar yang dibutuhkan di dalam ruangan diidentifikasi saat ruangan dirancang dan dihitung dengan mempertimbangkan penggunaan khusus ruangan, jumlah kemungkinan penghuni dalam ruangan, dan hukum yang berlaku pada saat dibangun. Bergantung pada jumlah udara luar yang ditarik ke dalam ruangan dan geografi bangunan, perubahan kelembapan lingkungan TI karena masalah ventilasi dapat terjadi. Kelembapan berkurang bila udara ventilasi dipasok dari daerah dingin, kering, dan gurun, sementara kelembapan ditambahkan bila udara ventilasi dipasok dari iklim yang lebih hangat.

Mengelola kelembapan di Lingkungan TI
Untuk mengontrol kelembapan relatif di dalam pusat data, serangkaian langkah perlu dilakukan agar dapat memenuhi kisaran yang disarankan dan menghemat energi dalam pelembapan dan pendinginan.

  1. Kurangi pasokan udara segar luar ruangan di dalam ruang komputer melalui tekanan dan ventilasi minimum.
  2. Tentukan suhu udara yang mengalir di dalam peralatan IT.
  3. Kelola pelat hot spot melalui kisi-kisi lantai yang bergerak, menggunakan pemutih, dan melepas pintu kaca rak.
  4. Meningkatkan setpoint pengendali udara. Jika memungkinkan, tambah titik setel udara kembali, tetapi perlu diingat bahwa pasokan udara ke peralatan harus berada dalam batas yang ditentukan yang disarankan oleh ASHRAE (18 ° C / 64,4 F 27 ° C / 80,6 ° F). Untuk memberikan suhu udara yang konstan, yang terbaik adalah menyesuaikan strategi kontrol CRAC mengembalikan udara untuk memasok kontrol udara.
  5. Ubah titik setel kelembaban relatif di penangan udara. Itu harus dijaga di atas 5,5 ° C / 41,9 ° F udara titik embun (DP) untuk pelembab.
  6. Titik embun harus turun di bawah 15 ° C / 59 ° F untuk menghilangkan kelembapan.
  7. Jika ada sumber penting dari pelembab luar yang dibawa oleh kelembaban tinggi, dan ada kebutuhan untuk pelembapan nonaktif, kelembaban relatif harus dikontrol dalam hubungannya dengan suhu balik untuk menjaga titik embun di bawah 15 ° C / 59 ° F.
  8. Temperatur titik embun dan bola kering dari udara yang masuk ke dalam peralatan IT harus dipantau secara berkala.
Kami memastikan Data Center dan Ruang Server anda bekerja optimal dengan :
  1. Mengukur daya resource yang digunakan (Data Center Infrastructure Management)
  2. Memastikan perkabelan yang baik dan terdata (Cabling Restructure & Documentation)
  3. Memastikan penggunaan Pendingin yang baik
  4. Melakukan pemasangan & perawatan AC PRESISI 
  5. Melakukan pemasangan & perawatan FM 200 / FIREPRO Fire Extinguisher
  6. Menggunakan Environment Monitoring System (EMS) AKCP
  7. Melakukan pemasangan Timer AC Split

Kami membantu melakukan pemasangan :
  1. Kabel Fiber Optic Singlemode / Multimode untuk area pabrik, perkantoran 
  2. Kabel UTP / STP / FTP 
  3. Kabel Sensor 
  4. Kabel Listrik / Eletrical 
  5. Panel Listrik 
  6. Pemasangan Akses Door 
  7. Pemasangan CCTV
Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
HUBUNGI KAMI: dcim@dayaciptamandiri.com

Impact of ASHRAE guidelines for Data Centers?

Data Centers consume 1-1.5 percent of energy today worldwide. It is predicted that by 2030, it will grow up to 3-13%. As energy consumption rises, so do the costs. To prevent unnecessary expenses, proper environmental monitoring best practices should be applied. ASHRAE have developed guidelines for the data center that include strategies for the best practices that reduce energy consumption. The different data industry segments have worked together on energy reduction approaches. These led to practical, technically attainable, and cohesive energy efficiency solutions. It then became the basis for the development of future codes and standards.

The American Society of Heating, Refrigerating and Air-Conditioning Engineer (ASHRAE) Technical Committee 9.9 published in 2008 the “Best Practices for Datacom Facility Energy Efficiency,” which covers all aspects of technology spaces, data centers, and electronic equipment. ASHRAE has since published several books discussing data center energy reduction.

Aside from the challenge of increasing energy efficiency, data centers must deal with several physical and environmental threats:
 
– Temperature
– Humidity
– Water Leaks
– Security
– CRAC or Air Handler Failure

ASHRAE also provides guidelines regarding data center practices that can improve facility efficiency and mitigate external threats.
 
ASHRAE Technical Team Committee(2016) Data Center Power Equipment Thermal Guidelines and Best Practices. Retrieved 01 December 2020 from https://tc0909.ashraetcs.org/documents/ASHRAE_TC0909_Power_White_Paper_22_June_2016_REVISED.pdf

ASHRAE 90.1

The first decade of the 21st century led to a sudden surge in computer usage. Due to the increase in computer use, there was an unexpected demand for data centers. ASHRAE produced five editions of ASHRAE Standard 90.1: Energy Efficiency for Buildings Except Low-Rise Residential Buildings. However, the publications contained a minimal amount of data center-specific language. Emerging state-of-the-art data centers found it a challenge to meet energy compliance requirements. There were several limitations for data centers and it is more prescriptive-based rather than performance-based. It largely focused on what a company needs to do instead of the criteria they need to meet. The provisions in ASHRAE 90.1 about other building types also apply to data centers. In some instances, it did not showcase the intended operations or design as formulated by the owner and design engineer regarding data center exceptions on outdoor air economizer and the defined HVAC system type. It also introduced some design application ideas that are not practical for a data center, such as requiring an economizer to be included in the overall facility design. 
 
It also contained little information about data centers that are larger than a telecom closet. This was crucial due to the continuous expansion of data centers. An industry collaboration was formed with end-users who implemented internal energy efficiency programs regarding the established ASHRAE guidelines. They contributed essential operational data that played a huge role in the development of the ASHRAE 90.4 standard.
 
ASHRAE 90.1 became widely popular as a basis for ensuring energy compliance for commercial buildings. It was integrated into many jurisdictions as a part of their building codes. In the ASHRAE 90.1-2007 edition, ASHRAE solicited proposals from the public on how to further improve the 90.1 guidelines. The changes would then reflect in the 2010 version. It received a lot of proposals from the public, including a response from the ASHRAE Technical Committee 9.9. The proposal by TC 9.9 advised changes that would enhance technical requirements. They also recommended clear and consistent data center efficiency language. It addressed many modeling and design issues that were in the previous versions. In the release of the 2013 version of ASHRAE 90.1, the recommendations proposed by TC 9.9 committee were published.

Updates in ASHRAE 90.4

Due to limitations in the previous guidelines, the technical committee formulated a new standard that would be more relevant for the data center industry. One of the priorities was to produce a standard where calculations would be based on the relative components of the design rather than the Power Usage Effectiveness (PUE) metric. They intended to develop a standard that does not coincide with the innovations in the data center industry while providing criteria that will lead to further energy savings.
 
The ASHRAE 90.4 Energy Standard for Data Centers is applicable to data centers with a floor area greater than 20 W/ft2 and IT equipment loads greater than 10 kW. It also specifies requirements for electrical and mechanical systems that operate in new data centers or in alterations that require new systems.
 
Chairs of the committees responsible for ASHRAE 90.1, 90.4, and the ASHRAE Standards Committee convened to address any conflicts laid out in the standards. The goal for ASHRAE 90.4 was to define data center energy efficient requirements while using the energy compliance for “non data center” components indicated in ASHRAE 90.1.

ASHRAE 90.4 refers to ASHRAE 90.1 for the following:
 
– Lighting
– Building envelope
– Service water heating
– Mechanical cooling equipment efficiencies
– Other equipment criteria

The 2016 ASHRAE guidelines became more performance-based by declaring the minimum energy efficiency requirements for data centers. It enumerates criteria that data center designers need and explains how to do energy-efficient, compliant calculations. Operation, maintenance, design recommendations are also included in the guidelines.
 
Under the new standard, calculations need to be equal or less than the values indicated for the specific climate zones. It is assumed that the facility will be more energy-efficient if the least-performing elements of each system meet the minimum efficiency or maximum loss indicated.

PUE VS ASHRAE 90.4

The primary metric used by the data center industry is PUE. In 2016 it became an ISO standard. ASHRAE 90.1 is often incorporated in many state or local building codes in the US. However, due to the overtly prescriptive tone of the 90.1 guidelines, the 90.4 Energy Standard for Data Centers was introduced to address this issue.

PUE is not a design metric. It was intended to measure baseline and optimize operating energy efficiency. Still, it was referred to before construction for building designs. It also tends to be used as a reference in colocation contractual SLA performance or energy cost schedules. Meanwhile, ASHRAE 90.4 is mainly used as a design standard applied when submitting approval plans before constructing a data center facility. It also tackles 10% or greater facility capacity upgrades.

In terms of data measurement and energy calculation, the 90.4-2016 is more complicated than the PUE metric. One of the downsides of the PUE metric is that it does not contain a geographic adjustment factor. Since the cooling system energy often stands for a significant percentage of energy usage in a facility, similarly constructed date centers would reflect a different PUE if one had a different geographic location. 

The electrical power chain losses due to cooling system energy efficiency calculation are separated in the 90.4 standard. It indicates the limits and total maximum electrical losses across the power chain from the handoff in the utility, through the distribution system and finally at the cabinet power strips that give energy to the IT Equipment.

The mechanical load component (MLC) or the section about cooling system calculation indicates location as a factor in meeting the cooling system energy compliance. A table with US climate zones is listed in ASHRAE Standard 169 with its own respective Maximum Annualized MLC compliance factor. 

Best practices for data center temperature and humidity monitoring

Data centers need to be operated within a safe temperature zone to remain functional. An overheated server can cause downtime that may lead to thousands of dollars in financial loss, which is why many managers opt to undercool their data centers. However, should data centers be one degree closer to the specified temperature safe zone, they would save around 4% on energy costs.

ASHRAE TC 9.9 should be referred to for the servers’ optimal operating temperatures instead of using PUE levels as the sole metric. ASHRAE advises to include three sensors per rack. To more accurately monitor the surrounding temperature levels, these sensors should be placed at the top, middle, and bottom of the rack. Meanwhile, a sensor at the back of a cabinet would be able to provide significant data in a hot or cold aisle.

To further increase efficiency and prevent downtime, rack cabinet exhaust metrics, internal temperatures, and server temperatures should also be tracked. The recorder readings will help a response engineer better address issues in real-time before they lead to a significant costly outage.

Humidity levels should also be monitored as per ASHRAE guidelines. High humidity can lead to increased levels of condensation and produce electrical shortages and equipment failure. In contrast, when humidity levels are too low, data centers may encounter electrostatic discharge (ESD). To handle these issues, managers should prevent uncontrolled temperature increases that lead to humidity levels that fall out of the specified range. Data center and server room humidity levels should be kept in between 40%-50% relative humidity (rH). This range will help prevent the occurrence of an ESD, reduce the risk of corrosion caused by excessive condensation and overall prolong the life expectancy of IT equipment.

Sources:

https://www.missioncriticalmagazine.com/articles/92169-data-center-pue-vs-ashrae-904

https://www.datacenterknowledge.com/archives/2017/05/15/ashrae-90-4-why-this-data-center-standard-matters

https://www.csemag.com/articles/what-ashrae-90-4-does-for-data-center-energy-efficiency/

https://www.esmagazine.com/articles/100840-ashrae-environmental-monitoring-of-humidity-and-temperature-best-practices

https://searchdatacenter.techtarget.com/tip/Addendum-sets-ASHRAE-904-as-energy-efficiency-standard

Kami memastikan Data Center dan Ruang Server anda bekerja optimal dengan :
  1. Mengukur daya resource yang digunakan (Data Center Infrastructure Management)
  2. Memastikan perkabelan yang baik dan terdata (Cabling Restructure & Documentation)
  3. Memastikan penggunaan Pendingin yang baik
  4. Melakukan pemasangan & perawatan AC PRESISI 
  5. Melakukan pemasangan & perawatan FM 200 / FIREPRO Fire Extinguisher
  6. Menggunakan Environment Monitoring System (EMS) AKCP
  7. Melakukan pemasangan Timer AC Split

Kami membantu melakukan pemasangan :
  1. Kabel Fiber Optic Singlemode / Multimode untuk area pabrik, perkantoran 
  2. Kabel UTP / STP / FTP 
  3. Kabel Sensor 
  4. Kabel Listrik / Eletrical 
  5. Panel Listrik 
  6. Pemasangan Akses Door 
  7. Pemasangan CCTV
Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
HUBUNGI KAMI: dcim@dayaciptamandiri.com

Cara Menentukan Ukuran Kabel Instalasi Listrik

Dalam sebuah instalasi listrik di sebuah rumah atau bangunan, penggunaan kabel listrik haruslah diperhatikan betul. Mengingat kesalahan penggunaan dan pemasangan kabel dapat membahayakan manusia atau penghuni rumah. Dalam menggunakan sebuah kabel ini dari anda harus tahu jenis kabel yang akan di pasang, berapa ukuran kabel listrik, luas penampang maupun panjang kabel listrik.


Ukuran Kabel Listrik

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa fungsi sebuah kabel listrik adalah untuk menghantarkan arus listrik dari sumber listrik menuju beban daya suatu alat listrik.
Yang dimaksud dengan ukuran kabel lisrik adalah luas penampang kabel. Sehingga setiap ukuran kabel listrik akan menggunakan satuan mm2 . Mengapa menggunakan ukuran kabel yang tepat sangat penting ? karena kesalahan dalam penentuan ukuran kabel dapat menyebabkan resiko yang fatal.

Beberapa kode yang sering ditemukan pada sebuah kabel listrik yaitu :
  • 1 X   1,5 mm
  • 1 X   2,5 mm
  • 2 X   1,5 mm
  • 2 X   2,5 mm
Keterangan :
  • Angka sebelum kali (X) menunjukkan jumlah kabel atau inti dalam pembungkus kabel (isolator). Sehingga jika angka menunjukkan angka “2” artinya bahwa di dalam pembungkus kabel tersebut berisi dua buah kawat.
  • Angka di belakang kali (X) menunjukkan luas penambang Misalnya adalah “2.5 mm” , artinya di dalam pembungkus kabel tersebut terdapat kabel dengan luas penampang masing-masing sebesar 2,5 mm.
  • Jadi, bila anda menjumpai kabel yang memiliki kode 2 X 2,5 mm, artinya terdapat dua buah kabel tunggal pada kabel tersebut dengan masing-masing kabel memiliki luas penampang sebesar 2,5 mm.
Ukuran Kabel Listrik   <  Beban Arus
Bila kabel penghantar memiliki ukuran yang kecil dan harus menanggung beban arus yang besar, maka akan mengakibatkan hambatan dan suhu kabel menjadi panas sehingga dapat menyebabkan kabel terbakar atau konsleting.

Selain itu, bila ukuran atau penampang kabel terlalu kecil akan menyebabkan kerugian tegangan yang lebih besar dan aliran daya listrik tidak bisa terdistribusikan secara konstan dimana daya akan berkurang sampai titik instalasi yang dituju.

Misalnya adalah beban daya 900 watt dialirkan dalam sebuah kabel sepanjang 30 meter dengan penampang kabel kecil (tidak sesuai dengan beban daya) maka belum tentu sampai di titik 30 meter, besar daya akan sama 900 watt.

Ukuran Kabel Listrik  > Beban Arus
Bila menggunakan kabel penghantar yang memiliki ukuran lebih besar dari kebutuhan beban arus listrik yang ditanggung, maka ini lebih baik dan kabel tidak akan mengalami peningkatan suhu.

Akan tetapi, menggunakan kabel dengan ukuran yang terlalu besar dari beban membutuhkan biaya yang lebih mahal sehingga menjadi sebuah pemborosan

Cara Menentukan Ukuran Kabel dengan KHA

“Semakin besar beban daya dari berbagai alat listrik yang digunakan maka semakin besar pula ukuran kabel yang dibutuhkan. “

KHA atau Kemampuaan Hantar Arus adalah besar arus listrik yang dapat dibebankan pada sebuah kabel listrik.

Sebelum mambahas kemampuan hantar arus, sebaiknya pelajari terlebih dahulu jenis jenis instalasi listrik yang sering digunakan. Yaitu instalasi listrik 1 (satu) phase dan instalasi listrik 3 (tiga) phase. Jenis dan jumlah kabel juga tergantung dari jenis instalasi listrik yang dipasang.

Instalasi Listrik 1 (satu) phase
Instalasi listrik 1 (Satu) phase merupakan instalasi listrik yang idealnya menggunakan jaringan 3 kabel penghantar utama, yaitu :

  1. Kabel Phase , kabel dengan warna merah
  2. Kabel Netral, kabel dengan warna hitam
  3. Kabel Grounding atau arde, kabel dengan warna kuning dan strip hijau.
Pada umumnya Listrik 1 phase memiliki tegangan antara phase dengan netral sebesar 220 Vac. Instalasi listrik ini juga merupakan instalai yang paling banyak digunakan pada instalasi listrik di rumah.

Instalasi Listrik 3 (Tiga) Phase
Instalasi listrik 3 phase merupakan instalasi listrik yang menggunakan jaringan sebanyak 5 (lima) kabel penghantar utama, yaitu :

Kode Lama
  1. Kabel Phase R, kabel dengan warna merah
  2. Kabel Phase S, kabel dengan warna kuning
  3. Kabel Phase T, kabel dengan warna biru
  4. Kabel Netral, kabel dengan warna hitam
  5. Kabel Grounding atau Arde, kabel dengan warna kuning strip hijau
Kode Baru
  1. Kabel Phase R, kabel dengan warna merah
  2. Kabel Phase S, kabel dengan warna kuning
  3. Kabel Phase T, kabel dengan warna hitam
  4. Kabel Netral, kabel dengan warna biru
  5. Kabel Grounding atau Arde, kabel dengan warna kuning strip hijau
Instalasi listrik 3 phase banyak digunakan pada suatu home industri, kantor, atau pabrik yang memiliki tegangan sebesar 380 Volt.

Tabel Kemampuan Hantar Arus
Untuk menentukan ukuran sebuah kabel  yang akan digunakan pada suatu instalasi listrik, baik itu instalasi listrik 1 (satu) phase maupun instalasi listrik 3(tiga) phase, maka harus diketahui terlebih dahulu besar beban arus (Ampere) maksimal yang akan ditanggung kabel penghantar tersebut.

Bila nilai beban arus maksimal telah diketahui, maka bisa menentukan ukuran kabel penghantar dari Tabel Kemampuan Hantar Arus (KHA).









Contoh Kasus :

1. Sebuah instalasi listrik 1 phase, mempunyai beban arus listrik maksimal sebesar 100 Ampere. Berapa ukuran penampang ?
Gunakan nilai safety faktor 125% dari beban arus maksimal.

125%   x  100 Ampere   = 125 Ampere

Mengapa 125% ?

Karena angka tersebut merupakan nilai safety faktor. Dimana nilai toleransi ukuran kabel lebih lebar dari maksimal kemampuannya, tujuannya adalah untuk membuat kabel lebih tahan lama dan menjaga saat terjadinya lonjakan arus atau penambahan beban.

Selanjutnya sesuaikan ukuran kabel pada Tabel KHA yang mampu menghantarkan arus sebesar 125 A.

Apabila pada tabel tidak ada nilai 125 A, maka pilihlah nilai besar arus yang paling mendekati. Pastikan anda memilih nilai arus yang lebih besar dari 125 A.

Dari tabel KHA di atas, ditemukan nilai yang mendekati 125 A adalah 135 A. Kemudian, pilihkan ukuran kabel yang sesuai dengan nilai kemampuan hantar arus sebesar 135 A, yaitu kabel dengan ukuran penampang 35 mm2.

Maka anda bisa menggunakan kabel listrik yang berukuran 35 mm2.

2. Sebuah instalasi listrik 3 phase menanggung beban maksimal tiap phasenya sebesar 200 Ampere, maka berapa ukuran kabel listrik yang harus digunakan ?

Cara seperti di atas.

125%  x  200 Ampere     =  250 Ampere

Sesuaikan dengan Tabel KHA, pilihlah ukuran kabel listrik yang mampu menghantarkan arus sebesar 250 A. Maka bisa ditemukan bahwa kabel yang sesuai dangan nilai kemampuan hantar arus tersebut yaitu 95 mm2.

Jadi ukuran kabel yang sesuai dengan instalasi listrik di atas yakni denngan kabel ukuran 95 mm2.

 

Lantas bagaimana ? apakah panjang kabel dan tegangan tidak berpengaruh dalam menentukan luas penampang kabel ?

Untuk beberapa penggunaan, panjang kabel dan tegangan juga diperlukan. Tapi biasanya tidak terlalu berpengaruh besar, maka dari itu pemasangan kabel TR sebaiknya maksimal 3 km.

Semakin panjang kabel akan semakin besar pula nilai resistan yang dapat menyebabkan tegangan drop. Sedangkan tegangan drop mengakibatkan arus naik. Untuk itu, fungsi dari nilai toleransi safery faktor 125%  yang telah dijelaskan di atas untuk mengatasi naiknya besar arus.

Rumus Menentukan Luas Penampang Kabel

Ada baiknya juga bila dalam instalasi listrik, anda mengetahui cara menentukan ukuran kabel dari besar tegangan dan daya yang dibutuhkan.

Semakin panjang kabel yang akan digunakan untuk memperoleh tegangan yang konstan maka semakin besar pula penampang kabel tersebut.

Rumus :










Contoh Kasus
1. Sebuah alat pemanas heater 380 Volt 10000 Watt akan dihubungkan dengan kabel tembaga dengan panjang 350 meter dari sumber listrik. Nilai rugi tegangan yang diinginkan adalah 5 volt. Berapa luas penampang kabel ?

Diketahui :
  • L =  350
  • N =  10000 Watt
  • y  =  56 (inti tembaga)
  • ev = 5
  • E =  380
Jawab :

q   =    (L . N)  :  ( y.ev.E )

q   =    (350 . 10000)  :   (56 . 5 . 380)

q   =    (3500000)   :  (106 . 400)

q   =   32,8 mm2

jadi, luas penampang kabel tembaga yang dibutuhkan untuk pemanas heater dengan instalasi sepanjang 350 meter adalah 32,8 mm. Pilihlah ukuran kabel yang mendekati dan pastikan nilainya lebih yaitu 35 mm2 agar aman.

Tabel Ukuran Kabel Minimal vs Ampere



















Kami memastikan Data Center dan Ruang Server anda bekerja optimal dengan Melakukan pemasangan & perawatan AC PRESISI.
Dengan pengalaman bertahun tahun bersama tim profesional di bidangnya, 
PT.Daya Cipta Mandiri Solusi berkomitmen memberikan yang terbaik dan membantu mengembangkan bisnis semua pelanggan.

Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
HUBUNGI KAMI: dcim@dayaciptamandiri.com

Tuesday, January 5, 2021

AKCP Releases Wireless Tunnel™ as an alternative to LoRaWAN®

 LoRaWAN® and AKCP's Wireless Tunnel™ are built on Semtech's LoRa™, long-range radio chirp spread spectrum technology. Wireless Tunnel™ is a complete solution from sensors to gateway to server. AKCP designs and manufactures the complete end to end communications software and hardware.

LoRa is an energy efficient, long-range and low cost bi-directional communications technology. Operating on unlicensed frequencies and tailored for IoT applications. LoRaWAN is a wide area network, capable of supporting a large number of sensors communicating over the internet. LoraWan is a great protocol, but it is not suitable for all applications.

Similar to LoRaWAN, the Wireless Tunnel™ supports large numbers of sensors communicating over a wide area network to a central server through numerous gateways.
The Wireless Tunnel™ supports both wide area and local, private networks. Private networks provide local data storage and non internet operation. Unlike LoRaWAN and other IoT cloud solutions, it removes the reliance on an internet connection or a central server. AKCP Wireless Tunnel Gateway (WTG) are dual-purpose communications and application servers. This enables local notification, control and reporting. The Wireless Tunnel is suitable for large private networks in factories or data centers. It is also suitable for a mixed installation of wired and wireless sensors. Certain installations require that all data be maintained and stored locally. Some installations are without internet access. The Wireless Tunnel™ works well in any of these applications.

The Wireless Tunnel is perfect for this type of installation. AKCP can tune the network for specific use cases and end-user requirements. For example higher than normal data rates, data logging including spooling and retries, fast bidirectional control.

The Wireless Tunnel™ System is made up of several components:-
  • Wireless Tunnel Sensors (WTS)
  • Wireless Tunnel Gateway (WTG)
  • Wireless Tunnel Cloud (WTC)

Sensors are available for monitoring a variety of environmental, power and security conditions. Temperature, humidity, water leak detection, door contacts, AC and DC power and dry contacts. WTS act as data loggers when not in range of a WTG, spooling data internally.

Gateways collect data from sensors that are within range. In a single gateway setup the device will manage notifications and graph data. When multiple gateways are deployed they can also act as a pass-through, collecting data and sending it onto the Wireless Tunnel Cloud.

The WTC can be self hosted on a server in your network or cloud-based. Running AKCPro Server it manages the data collecting and alerts for multiple WTG. AKCPro Server comes in several flavors with a user interface and features tailored for your industry.

Visit https://akcp.com to find out more about how AKCP's Wireless Tunnel is best suited to your needs.

AKCP established in the USA in 1981, has 30+ years experience in professional sensor solutions. AKCP created the market for networked temperature, environmental and power monitoring in the data center. Today with over 150 employees and 200,000 installations, AKCP is the world's oldest and largest manufacturer of networked wired and wireless sensors

Kami memastikan Data Center dan ruang server anda bekerja optimal. dan Kami juga memastikan Kabel anda terstruktur dan bekerja optimal.

Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
CONTACT US : dcim@dayaciptamandiri.com

9 Kesalahan utama dalam desain Data Center dan perencanaan pusat data

Desain & Perencanaan Data Center - Pendahuluan

Banyak bisnis beroperasi di luar ambang batas kapasitas yang aman dengan sedikit atau tanpa ruang untuk berkembang. Menurut IDC, rata - rata data center berumur 9 tahun . Namun, Gartner menyatakan bahwa situs apa pun yang berusia lebih dari 7 tahun sudah usang. Pusat data yang terlalu padat atau usang menciptakan penghalang bagi organisasi yang sedang berkembang dan membangun pusat data baru terkadang merupakan satu-satunya solusi. Sementara kecepatan ke pasar sangat penting untuk kesuksesan, perusahaan yang gagal menilai kebutuhan bisnis mereka dengan benar akan membuat pusat data buntu yang tidak akan memberikan tujuan kinerja waktu kerja atau memenuhi kebutuhan bisnis di masa depan.
Bagaimana Anda dapat menghindari kesalahan besar saat memasuki pembangunan dan dunia ekspansi?

Kuncinya terletak pada metodologi yang Anda gunakan untuk merancang dan membangun fasilitas pusat data Anda. Terlalu sering, perusahaan mendasarkan rencana mereka pada watt per kaki persegi, biaya pembangunan per kaki persegi, dan tingkat tingkatan — kriteria yang mungkin tidak selaras dengan tujuan bisnis dan profil risiko mereka secara keseluruhan. Perencanaan yang buruk menyebabkan penggunaan modal yang buruk dan dapat meningkatkan biaya operasional.

Banyak organisasi kewalahan, dengan fokus pada "kecepatan dan umpan," inisiatif hijau, pemeliharaan bersamaan, efektivitas penggunaan daya (PUE) dan sertifikasi Kepemimpinan dalam Desain Energi dan Lingkungan (LEED). Semua kriteria ini sangat penting dalam proses pengambilan keputusan. Namun, detailnya sering kali menutupi gambaran besarnya. Sebagian besar perusahaan kehilangan peluang bisnis dalam perluasan pusat data — perluasan yang didorong oleh pendekatan holistik.

Meskipun ada banyak konsultan di lapangan yang dapat membantu Anda menemukan jalan, menilai ide dan masukan bisa sangat melelahkan. Organisasi dengan persyaratan kapasitas kritis dalam kisaran 1-3 megawatt mungkin termasuk dalam kategori risiko ini. Sifat kritis dari pengguna menengah tidak kalah pentingnya dengan pengguna besar; namun keahlian teknis internal untuk menjalankan rencana perluasan yang tepat mungkin terbatas. Hasilnya adalah informasi yang berlebihan dari berbagai sumber, yang menyebabkan kebingungan dan pengambilan keputusan yang buruk.

“Pemilik pusat data saat ini memiliki banyak masalah. Aset mereka penting untuk misi, tetapi mereka berada di luar kendali. Konsumsi daya membuat mereka kehilangan banyak uang. Mereka tidak dapat mendinginkan apa yang mereka dapatkan dan mengurangi risiko pemadaman yang dahsyat. Dan jika mereka membuat investasi, pada saat dibangun, itu sudah usang ”- Stanford Group

Kesalahan 1: Kegagalan memperhitungkan biaya total kepemilikan (TCO) selama fase desain pusat data

Berfokus hanya pada biaya modal adalah jebakan yang mudah; dolar yang dibutuhkan untuk membangun atau mengembangkan bisa sangat mengejutkan. Pemodelan biaya modal sangat penting, tetapi jika Anda belum memasukkan biaya untuk mengoperasikan dan memelihara (OpEx) infrastruktur fasilitas penting bisnis Anda, Anda telah sangat memperpendek keseluruhan proses perencanaan bisnis yang efektif.

Ada dua komponen penting yang diperlukan untuk membangun pemodelan biaya OpEx pusat data — biaya pemeliharaan dan biaya pengoperasian. Biaya pemeliharaan adalah biaya yang terkait dengan pemeliharaan yang benar dari semua infrastruktur pendukung fasilitas penting. Ini termasuk tetapi tidak terbatas pada kontrak pemeliharaan peralatan OEM, biaya pembersihan pusat data, dan biaya subkontraktor untuk perbaikan perbaikan dan peningkatan. Biaya operasi adalah biaya yang terkait dengan operasi harian dan personel di lokasi. Mereka termasuk tetapi tidak terbatas pada tingkat staf, program pelatihan & keselamatan personel, pembuatan dokumentasi operasi spesifik lokasi, manajemen kapasitas, dan kebijakan dan prosedur QA / QC. Jika Anda gagal menghitung anggaran biaya operasi dan pemeliharaan (O&M) 3-7 tahun,

Jika Anda berencana membangun atau memperluas pusat data bisnis penting, pendekatan terbaik Anda adalah fokus pada tiga parameter TCO dasar: 1) biaya modal, 2) biaya operasi dan pemeliharaan, dan 3) biaya energi. Tinggalkan komponen apa pun, dan Anda akan berisiko membuat model yang tidak sesuai dengan profil risiko dan profil pengeluaran bisnis organisasi Anda. Jika Anda membuat keputusan tentang apakah akan "membeli" (menggunakan kolokasi / hosting) atau melakukan pembangunan internal, risiko tidak menggunakan pendekatan TCO ini akan meningkat secara signifikan.

Gambar 1: Komponen rencana bisnis pusat data yang sukses






Kesalahan 2: Estimasi biaya untuk membangun yang buruk

Kesalahan umum lainnya adalah perkiraan itu sendiri. Permintaan finansial yang diajukan kepada dewan direksi untuk modal untuk mengembangkan atau membangun pusat data seringkali terlalu rendah dan mengakibatkan kegagalan. Alur pengambilan keputusan terlihat seperti ini:
• Permintaan modal dibuat dan disetujui untuk sementara. Sumber daya keuangan dialokasikan untuk menyelidiki, menangkap, dan membuat anggaran yang sebenarnya.
• Waktu dihabiskan untuk menjalankan proses anggaran di atas.
• Temuan menunjukkan bahwa permintaan anggaran awal terlalu rendah.
• Proyek tertunda. Karier terpengaruh, dan kemampuan untuk memberikan layanan kepada klien dan prospek internal dan eksternal juga terpengaruh.
• Ini membawa Anda ke lingkaran penuh, kembali ke Kesalahan Terbesar # 1: Kegagalan menggunakan pendekatan TCO dan membangun model keuangan holistik.

Masalah biaya untuk membangun dapat dengan mudah dihindari, tetapi ditakdirkan untuk gagal jika Anda jatuh ke dalam perangkap # 3

"Organisasi dengan persyaratan kapasitas kritis dalam kisaran 1-3 megawatt dapat termasuk dalam kategori risiko ini" - Mike Manos, Pakar Industri

Kesalahan 3: Menyetel kriteria desain & karakteristik kinerja dengan tidak tepat

Ada dua langkah salah yang dapat membuat organisasi Anda berada dalam lingkaran kematian yang terlalu banyak mengeluarkan uang. Pertama, semua orang menginginkan desain Tingkat 3, tetapi tidak semua orang membutuhkannya. Kedua, sebagian besar visi kilowatt per kaki persegi atau rak tidak didukung oleh persyaratan bisnis yang sebenarnya. Terlalu sering, pendekatan "harus memiliki 300 watt per kaki persegi" mungkin tidak dibenarkan. Jangan membangun terlalu banyak; itu hanya pemborosan modal. Fasilitas tingkat yang lebih tinggi juga menyebabkan biaya O&M dan energi yang lebih tinggi. Ini menetapkan seluruh fondasi untuk model bisnis yang tepat dan ROI yang tidak tepat. Tetapkan kriteria desain dan karakteristik kinerja yang tepat terlebih dahulu. Kemudian bangun pengeluaran modal dan biaya operasional Anda di sekitarnya. Pastikan untuk mendapatkan kriteria desain Anda dengan benar dan model keuangan Anda ditetapkan sebelum mengunjungi dewan direksi. Untuk informasi lebih lanjut tentang parameter desain, lihat White Paper 142,

Gambar 2: Menentukan kriteria Desain Pusat Data & karakteristik Kinerja




Kesalahan 4: Memilih situs sebelum kriteria desain diterapkan

Organisasi sering kali mulai mencari ruang yang sempurna untuk dibangun sebelum memiliki kriteria desain dan karakteristik kinerja mereka. Tanpa informasi penting ini, tidak masuk akal untuk menghabiskan waktu mengunjungi atau meninjau banyak situs. Skenario umum "gerobak sebelum kuda" ini terjadi paling sering dengan pengguna dalam kisaran 1-3 megawatt. Sementara pengguna besar biasanya ahli di bidang ini, dan mempertimbangkan ketersediaan daya dan biaya, serat, masalah geografis seperti gempa bumi, tornado dan dataran banjir, dll., Pengguna dasar sering kali memiliki model bisnis yang menentukan kebutuhan untuk membangun atau merenovasi a cangkang di wilayah inti bisnis mereka. Masalah dalam memilih situs sebelum waktunya atau berdasarkan geografi yang sempit adalah situs tersebut seringkali tidak dapat memenuhi persyaratan desain. Misalnya, Memiliki pusat data Anda dua lantai di bawah kantor bertingkat tinggi Anda atau bahkan dua blok jauhnya memang nyaman, tetapi pusat data bisnis yang penting memerlukan daftar panjang kriteria situs yang biasanya tidak dapat dipenuhi dalam ruang multitenant tanpa biaya pembangunan yang jauh lebih tinggi atau membatasi ruang untuk ekspansi di masa depan. Buku Putih 81, Pemilihan Lokasi untuk Fasilitas Penting Misi, memberikan lebih banyak informasi untuk membantu menghindari kesalahan besar ini. Beberapa organisasi mendasarkan kriteria pencarian situs mereka pada jumlah lantai yang ditinggikan yang diperlukan untuk menampung infrastruktur TI penting mereka. Ini dapat menyebabkan kesalahan besar berikutnya tetapi pusat data bisnis penting memerlukan daftar panjang kriteria situs yang biasanya tidak dapat dipenuhi dalam ruang multipenyewa tanpa biaya pembangunan yang jauh lebih tinggi atau ruang terbatas untuk perluasan di masa mendatang. Buku Putih 81, Pemilihan Lokasi untuk Fasilitas Penting Misi, memberikan lebih banyak informasi untuk membantu menghindari kesalahan besar ini. Beberapa organisasi mendasarkan kriteria pencarian situs mereka pada jumlah lantai yang ditinggikan yang diperlukan untuk menampung infrastruktur TI penting mereka. Ini dapat menyebabkan kesalahan besar berikutnya tetapi pusat data bisnis penting memerlukan daftar panjang kriteria situs yang biasanya tidak dapat dipenuhi dalam ruang multipenyewa tanpa biaya pembangunan yang jauh lebih tinggi atau ruang terbatas untuk perluasan di masa mendatang. Buku Putih 81, Pemilihan Lokasi untuk Fasilitas Penting Misi, memberikan lebih banyak informasi untuk membantu menghindari kesalahan besar ini. Beberapa organisasi mendasarkan kriteria pencarian situs mereka pada jumlah lantai yang ditinggikan yang diperlukan untuk menampung infrastruktur TI penting mereka. Ini dapat menyebabkan kesalahan besar berikutnya

"Meskipun desain fisik pusat data sangat penting, bagaimana situs dioperasikan dan dipelihara memainkan peran yang lebih signifikan dalam mencapai ketersediaan situs" - The Uptime Institute

Kesalahan 5: Perencanaan ruang sebelum kriteria desain pusat data diterapkan

Jumlah ruang untuk menampung komponen infrastruktur fasilitas pusat data dapat menjadi signifikan. Dalam sistem yang paling kuat, rasio lantai yang ditinggikan dengan perlengkapan pendukung bisa setinggi 1 banding 1. Banyak organisasi mendasarkan kebutuhan ruang mereka pada peralatan TI saja. Namun, peralatan mekanik dan listrik membutuhkan ruang yang tidak sedikit. Selain itu, banyak organisasi mengabaikan ukuran luas yang diperlukan untuk menampung ruang kantor, halaman peralatan, dan area pementasan peralatan TI. Oleh karena itu, sangat penting untuk menentukan kriteria desain Anda sebelum Anda mengembangkan rencana ruang Anda. Tanpanya, tidak ada cara untuk membuat konsep total ruang yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan Anda secara keseluruhan.

Kesalahan 6: Merancang Kebuntuan

Industri pusat data telah melakukan pekerjaan dengan baik dalam mempromosikan pentingnya desain modular. Namun, menggunakan pendekatan modular tidak menjamin kesuksesan. Pendekatan modular didasarkan pada penambahan "potongan" peralatan infrastruktur tambahan dalam "mode tepat waktu" untuk menjaga modal. Organisasi masih “buntu” sendiri dengan menggunakan bola kristal yang salah saat menebak-nebak kebutuhan masa depan. Semuanya bisa dan akan berubah. Desain yang modular dan fleksibel adalah kunci kesuksesan jangka panjang. Bahkan perencanaan kilowatt per kaki persegi / rak terbaik dapat menjadi usang karena konsolidasi, pertumbuhan bisnis yang eksponensial melalui akuisisi, atau perubahan tajam ke tapak kepadatan tinggi yang tidak direncanakan. Secara elektrik, Anda harus memastikan bahwa desain Anda mencakup kemampuan untuk menambah kapasitas UPS ke modul yang ada tanpa pemadaman. Rancang sistem distribusi input dan output Anda untuk mengakomodasi perubahan apa pun di masa mendatang dalam kriteria build dasar Anda. Biaya distribusi yang terlalu besar untuk kebutuhan kapasitas di masa mendatang tidak signifikan dalam pemodelan TCO Anda secara keseluruhan. Secara mekanis, sebagian besar pengguna dapat memenuhi kebutuhan pendinginan mereka melalui pendinginan perimeter konvensional dengan ketinggian lantai yang tepat dan perencanaan pulau panas / dingin. Namun, satu peluncuran kepadatan tinggi dapat mengubah segalanya. Pastikan desain inti Anda memungkinkan penerapan solusi pendinginan dalam-rak / dalam-baris yang fleksibel (tanpa gangguan). sebagian besar pengguna dapat memenuhi persyaratan pendinginan mereka melalui pendinginan perimeter konvensional dengan ketinggian lantai yang tepat dan perencanaan pulau panas / dingin. Namun, satu peluncuran kepadatan tinggi dapat mengubah segalanya. Pastikan desain inti Anda memungkinkan penerapan solusi pendinginan dalam-rak / dalam-baris yang fleksibel (tanpa gangguan). sebagian besar pengguna dapat memenuhi persyaratan pendinginan mereka melalui pendinginan perimeter konvensional dengan ketinggian lantai yang tepat dan perencanaan pulau panas / dingin. Namun, satu peluncuran kepadatan tinggi dapat mengubah segalanya. Pastikan desain inti Anda memungkinkan penerapan solusi pendinginan dalam-rak / dalam-baris yang fleksibel (tanpa gangguan).

Kesalahan 7: Kesalahpahaman PUE

Power Usage Effectiveness (PUE) adalah alat yang efektif untuk menggerakkan dan mengukur efisiensi. Namun, klaim efisiensi energi yang luas dapat menyebabkan kesalahpahaman yang signifikan. Di hampir semua situasi untuk bangunan dan perluasan baru, ada biaya modal terkait dengan mendapatkan PUE yang lebih rendah. Seringkali, organisasi menetapkan tujuan PUE dengan semua niat yang tepat tetapi perhitungannya tidak memperhitungkan semua faktor yang harus dipertimbangkan. Anda perlu memahami sepenuhnya ROI tentang pengeluaran modal untuk mencapai tujuan Anda. Anda perlu bertanya pada diri sendiri, apa TCO relatif terhadap PUE target?

Ada banyak cara untuk menggambarkan dan memahami rincian keseimbangan antara PUE, ROI dan TCO. Berikut adalah tiga contoh peringatan yang menunjukkan kegagalan atau kesalahpahaman:

• Apa yang dimaksud dengan "hari kriteria desain" untuk penghitungan? Apakah itu dihitung atau diukur pada "hari yang sempurna"? Atau, apakah penghitungannya berdasarkan rata-rata tahunan?
• Apakah perhitungan didasarkan pada kondisi pengoperasian pusat data yang terisi penuh atau sebagian? Semua kurva efisiensi peralatan berubah berdasarkan profil beban. PUE berubah setiap hari, jika tidak setiap jam, dalam kondisi pengoperasian yang sebenarnya.
• Akhirnya, ada perdebatan yang sedang berlangsung mengenai efisiensi pendingin berpendingin air dan pendingin udara. Setiap aplikasi memiliki beberapa opsi untuk aplikasi "pendinginan gratis" atau "penghemat" untuk menurunkan PUE. Untuk contoh ini, saat membuat keputusan bisnis TCO / ROI, Anda harus bertanya pada diri sendiri pertanyaan berikut: Berapa biaya make-up air dan persyaratan pemeliharaan perawatan air untuk larutan berpendingin air? Ketahuilah bahwa pusat data 2 megawatt yang menggunakan menara berpendingin air akan membutuhkan 50 hingga 60.000 galon air make-up per hari.

Gunakan PUE untuk keuntungan Anda untuk memenuhi tujuan bisnis Anda secara keseluruhan, tetapi berhati-hatilah. Cobalah untuk tidak terjebak dalam penyalahgunaan rumus perhitungan untuk membenarkan pengeluaran modal secara keseluruhan dan anggaran biaya operasional.

The Efisiensi Pusat Data Kalkulator tradeoff Alat ™ memberikan cara cepat untuk memperkirakan data center PUE untuk berbagai daya dan arsitektur pendinginan.





Kesalahan 8: Kesalahpahaman tentang sertifikasi LEED
Sampai saat ini, US Green Building Council (USGBC) belum menetapkan kriteria khusus untuk kriteria LEED pusat data. Namun, sertifikasi dapat diperoleh dengan menggunakan Daftar Periksa Interior Komersial ( http://www.usgbc.org/Showfile.aspx?DocumentID=5723 ). Ada tiga kesalahan langkah dasar yang terjadi:

• Kegagalan mengembangkan pemahaman dasar tentang kriteria kualifikasi. Ini dapat diperbaiki dengan melihat dokumen referensi di atas.
• Mengejar sertifikasi LEED sebagai renungan. Memperoleh sertifikasi LEED dimulai dari konsep desain dan diakhiri dengan sertifikasi formal setelah proyek selesai. Libatkan profesional LEED atau perusahaan konsultan yang berkualifikasi pada awal proses perencanaan.

Akan ada biaya yang terkait dengan penerimaan sertifikasi. Kegagalan untuk memperhitungkan biaya terkait ini akan memengaruhi TCO dan proses perencanaan keputusan bisnis Anda

Kesalahan 9: Desain yang terlalu rumit

Seperti yang dinyatakan sebelumnya, sederhana lebih baik. Terlepas dari peringkat tingkatan target yang Anda pilih, ada banyak cara untuk merancang sistem yang efektif. Terlalu sering, tujuan redundansi mendorong terlalu banyak kerumitan. Tambahkan beberapa pendekatan untuk membangun sistem modular dan segala sesuatunya menjadi rumit dengan cepat.

Saat terlibat secara internal atau dengan konsultan pilihan Anda, tujuan nomor satu harus membuatnya tetap sederhana. Mengapa?

• Kompleksitas sering kali berarti lebih banyak peralatan dan komponen. Lebih banyak bagian berarti lebih banyak titik kegagalan.
• Kesalahan manusia. Statistiknya bervariasi, tetapi konsisten. Sebagian besar penurunan pusat data disebabkan oleh kesalahan manusia. Sistem yang kompleks meningkatkan risiko operasional.
• Biaya. Sistem sederhana lebih murah untuk dibangun.
• Biaya operasi dan pemeliharaan. Sekali lagi, kompleksitas sering kali berarti lebih banyak peralatan dan komponen. Biaya O&M tambahan dapat meningkat secara eksponensial.
• Desain dengan tujuan akhir. Banyak desain terlihat bagus di atas kertas. Anda atau konsultan Anda dapat dengan mudah membenarkan konfigurasi yang dipilih dan potensi waktu kerja yang dihasilkan. Namun, jika desain tidak mempertimbangkan faktor "pemeliharaan" saat mengoperasikan atau menyervis, waktu kerja sistem dan keselamatan personel akan terganggu.

Meskipun banyak desain, build, dan perluasan pusat data menghasilkan kegagalan, Anda tidak perlu melakukannya. Dengan menghindari 9 kesalahan teratas yang diuraikan dalam makalah ini, Anda akan berada di jalur yang tepat untuk mencapai kesuksesan. Singkatnya:

1. Mulailah dengan pendekatan Total Biaya Kepemilikan
• Evaluasi profil risiko Anda terhadap profil pengeluaran bisnis Anda
• Buat model yang menggabungkan CapEx, OpEx dan biaya energi

2. Tentukan kriteria desain dan karakteristik kinerja Anda
• Dasarkan kriteria ini pada profil risiko dan tujuan bisnis Anda
• Izinkan kriteria tersebut untuk benar-benar menentukan desain, termasuk tingkat tingkatan, lokasi, dan denah ruang — bukan sebaliknya

3. Desain dengan kesederhanaan dan fleksibilitas
• Gunakan desain yang akan memenuhi persyaratan waktu kerja Anda, tetapi juga akan menghemat biaya selama konstruksi dan selama operasi — kesederhanaan adalah kuncinya.
• Mengakomodasi ekspansi yang tidak direncanakan dengan memasukkan fleksibilitas ke dalam desain

4. Jika PUE dan LEED adalah bagian dari kriteria Anda, dididiklah tentang kesalahpahaman umum dan biaya yang terkait dengan masing-masing kriteria.

Melalui perencanaan yang tepat menggunakan pendekatan TCO, Anda dapat membuat fasilitas pusat data yang memenuhi sasaran kinerja dan kebutuhan bisnis organisasi Anda saat ini dan besok.

Kami memastikan Data Center dan ruang server anda bekerja optimal. dan Kami juga memastikan Kabel anda terstruktur dan bekerja optimal.

Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
CONTACT US : dcim@dayaciptamandiri.com

Monday, January 4, 2021

4 Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Melakukan Retrofit AC Data Center

 Sebelum anda melakukan retrofit AC data center, perlu diketahui bahwa data center mengonsumsi listrik dengan kecepatan yang sangat mencengangkan. Menurut laporan Revolutionizing Data Center Energy Efficiency yang dikeluarkan oleh konsultan McKinsey & Co., keluaran energi saat ini yang dapat diukur pada data center hari ini meningkat empat kali lipat di tahun 2020. Selanjutnya, DEO melaporkan bahwa pusat data dapat mengkonsumsi antara 100 sampai 200 kali lipat lebih banyak listrik daripada ruang kantor biasa. Karena permintaan untuk pekerja yang ditempatkan di data center meningkat, pemilik kantor pun menekan tim gedung mereka untuk dapat merancang data center yang dapat beroperasi lebih efisien.
Retrofit merupakan proses penggantian refrigeran lama dengan yang baru dalam mesin pendingin. Di dalam AC, terdapat refrigeran sintetik yang disebut dengan freon. Jika sering digunakan, freon akan habis. Oleh karena itu, Anda perlu melihat efisiensi serta kapasitas, pertimbangkanlah untuk melakukan retrofit, saran Peter Panfil, wakil presiden dari global power di Emerson. Opsi ini jauh lebih murah daripada mengganti AC data center baru, dan memperbarui konten mesin akan dapat memperpanjang umur AC Anda. Berikut 4 faktor yang perlu dipertimbangkan saat retrofit AC data center.

1.Cek anggaran Anda
Anda harus memastikan bahwa anggaran Anda ini cukup untuk retrofit AC data center. Anda harus bisa melihat, apa kekurangannya jika mengganti AC data center baru dan kenapa hanya perlu melakukan retrofit data center. Hal tersebut perlu dipertimbangkan untuk meminimalkan biaya yang akan dikeluarkan dalam mengurus AC data center. Biasanya, retrofit lebih murah karena hanya mengganti komponen kecil dalam AC daripada harus melakukan pembelian ulang unit AC baru, yang mana hanya freon-nya yang bermasalah. Oleh karena itu, periksa terlebih dahulu anggaran yang Anda miliki.

2.Fokuslah pada teknologi dan persyaratan operasional
Biaya yang terkait dengan perluasan dan juga peningkatan data center di masa depan akan selalu menjadi fungsi dari yang telah Anda mulai. Penting untuk membangun data center baru yang dapat dengan mudah ditingkatkan di masa depan. Retrofit menuntut serangkaian persyaratan yang unik. Kunci untuk berhasil dalam melakukan retrofit adalah pastikan bahwa data center sangat efektif sehingga mekanis dan kelistrikannya terdukung dengan baik. Selain memfokuskan pada teknologi, sangat penting untuk memahami mesin AC tersebut dioperasikan dengan tepat sesuai prosedur.

3. Kurangi mengkonsumsi energi
EPA melaporkan bahwa konsumsi daya yang terkait dengan data center menjadi berlipat ganda antara tahun 2006 dan 2011, menjadikan data center sebagai salah satu pengguna daya listrik terbesar yang ada di Amerika. Lewat prinsip yang dikeluarkan oleh DOE dan EPA yang dirancang khusus untuk mengukur penggunaan energi dan menciptakan peluang untuk peningkatan konsumsi energi, energi yang dikeluarkan oleh data center diharapkan dapat meningkat empat kali lipat di tahun 2020. Perubahan operasional sederhana ini dapat memberikan penghematan yang signifikan bagi pemiliknya.

4.Pertimbangkan untuk menggunakan pendekatan modular dalam desain data center Anda
Pendekatan modular baik ke data center baru ataupun retrofit adalah pilihan yang paling banyak dipilih para pengguna pada saat ini. Konstruksi data center modular dapat memberikan fleksibilitas dan skalabilitas. Pendekatan modular ini seringkali menyediakan sistem yang paling efisien karena memungkinkan kontrol yang lebih ketat pada mesin. Hal ini bisa menjadi pertimbangan yang tepat pada saat retrofit AC data center.

Kami memastikan Data Center dan Ruang Server anda bekerja optimal dengan :
  1. Mengukur daya resource yang digunakan (Data Center Infrastructure Management)
  2. Memastikan perkabelan yang baik dan terdata (Cabling Restructure & Documentation)
  3. Memastikan penggunaan Pendingin yang baik
  4. Melakukan pemasangan & perawatan AC PRESISI 
  5. Melakukan pemasangan & perawatan FM 200 / FIREPRO Fire Extinguisher
  6. Menggunakan Environment Monitoring System (EMS) AKCP
  7. Melakukan pemasangan Timer AC Split

Kami membantu melakukan pemasangan :
  1. Kabel Fiber Optic Singlemode / Multimode untuk area pabrik, perkantoran 
  2. Kabel UTP / STP / FTP 
  3. Kabel Sensor 
  4. Kabel Listrik / Eletrical 
  5. Panel Listrik 
  6. Pemasangan Akses Door 
  7. Pemasangan CCTV