Tuesday, September 29, 2020

Keunggulan dan Kekurangan Fiber Optik

 

Teknologi fiber optik sudah mulai dipakai di Indonesia pada jaringan telepon dan internet. Walaupun ukurannya kecil, fiber optik mampu menyalurkan data lebih cepat dibandingkan kabel lain pada umumnya.
Yuk, simak infografisnya agar kamu tahu keunggulan dari fiber optik!

Kami memastikan Kabel anda terstruktur dan bekerja optimal.
Kami Melayani Perapihan Cabling.
Produk yang kami gunakan : Tyco AMP, Panduit, Netviel, LS-Cable, Rosenberger, Belden.
Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
CONTACT US : dcim@dayaciptamandiri.com
atau klik link di Bio @ruangserver_

Fiber optik merupakan sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan sangat kecil daripada kabel lain pada umumnya, bahkan bisa lebih kecil daripada sehelai rambut. Fiber optik juga dapat digunakan untuk menyalurkan sinyal menggunakan cahaya dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Kabel ini biasanya menggunakan cahaya yang bersumber dari laser atau LED, dan memiliki ukuran diameter kurang lebih 120mm.

Teknologi fiber optik juga digunakan pada jaringan komputer sebagai penyalur data seperti kabel UTP. Walaupun ukurannya kecil, tetapi fiber optik mampu menyalurkan data lebih cepat dibandingkan kabel lain pada umumnya, dan dapat membawa data lebih banyak dengan jarak yang sangat jauh dibandingkan kabel yang memanfaatkan sinyal listrik seperti UTP.

Fiber optik banyak digunakan pada perusahaan besar atau pemerintahan yang membutuhkan kemampuan transfer sangat cepat. Teknologi ini banyak dipilih orang karena merupakan media pentransfer data paling efektif, memiliki tingkat loss data dan gangguan yang rendah, dan bandwith yang tinggi.

Kabel fiber optik memiliki beberapa lapisan seperti Core, Cladding, dan Buffer Coating. Core merupakan bagian inti yang terbuat dari serat kaca atau plastik yang tipis, lapisan ini berguna sebagai saluran berjalannya cahaya. Cladding merupakan lapisan yang menutupi Core dan berfungsi sebagai pemantul kembali cahaya yang mengarah keluar agar kembali ke dalam Core. Sedangkan Buffer Coating merupakan lapisan yang berfungsi melindungi Core dan Cladding dari kerusakan.

Teknologi fiber optik kini juga sudah mulai dipakai di Indonesia pada jaringan telepon dan internet, salah satu perusahaan yang telah memakai teknologi fiber optik adalah Telkom Indonesia dan digunakan pada produknya yang bernama Indihome Fiber. Namun belum semua daerah bisa menikmati layanan fiber optik ini.

Kelebihan fiber optik :

  • Fiber optik mampu menyalurkan data yang lebih banyak dengan kecepatan yang tinggi, bahkan bisa mencapai Gbps, sehingga lebar pita (bandwidth) menjadi lebih besar.
  • Memiliki ukuran yang lebih kecil dan ringan daripada kabel lainnya, sehingga dapat menghemat tempat.
  • Memiliki gangguan yang sedikit, dikarenakan fiber optik tidak terpengaruh oleh sinyal elektromagnetik dan radio karena tidak menggunakan listrik melainkan menggunakan plastik dan cahaya.
  • Lebih aman, karena serat optik tidak mudah terbakar dan tidak mengalirkan listrik sedikitpun.
  • Fiber optik dapat mengalirkan sinyal lebih jauh jika dibandingkan dengan kabel yang menggunakan sinyal listrik pada umumya. Bahkan fiber optik tidak memerlukan repeater (penguat sinyal), jika diperlukan repeater, biasanya akan diletakkan di jarak yang jauh (sekitar 50-100 km).
Kelemahan fiber optik :
  • Perawatan dan pemasangan sulit, jika terjadi kerusakan pada kabel fiber optik, maka harus memanggil orang yang sudah berpengalaman dan sudah ahli pada bidang tersebut.
  • Harga relatif mahal jika dibandingkan dengan kabel jenis lainnya seperti UTP yang memiliki harga yang terjangkau.
  • Kabel fiber optik tidak bisa diletakkan di belokan yang sangat tajam, ini dikarenakan fiber optik menggunakan cahaya sebagai penghantar sinyal, jika kabel ditekuk maka cahaya akan bocor dan akan mengalir ke tekukkan tersebut.
Teknologi fiber optik sangat cepat dalam mentransfer data karena menggunakan cahaya sebagai penghantarnya, seperti yang kita tahu bahwa cahaya memiliki kecepatan yang sangat tinggi bahkan tidak bisa kita ukur tanpa menggunakan alat bantu.

Monday, September 28, 2020

Apa Itu Fiber Optic dan Bagaimana Cara Kerja nya

 

Perkembangan teknologi yang begitu cepat rasanya mampu membuat sebuah hal yang tidak mungkin menjadi mungkin. Sebut saja teknologi telekomunikasi yang sekarang ini menjadi hal yang biasa-biasa saja. Padahal, teknologi telekomunikasi dulunya merupakan salah satu hal yang dianggap mustahil.

Namun dibalik kesuksesan teknologi telekomunikasi, ada beberapa komponen yang membantu perkembangan telekomunikasi tersebut, yang keberadaanya jarang diketahui orang-orang. Salah satunya adalah fiber optik, merupakan komponen inti yang membuat teknologi telekomunikasi bisa seperti sekarang ini. Tanpa keberadaan komponen tersebut, mungkin saja telekomunikasi manusia tidak akan sepraktis dan semudah ini. Lalu apa itu fiber optik? Mengapa hal tersebut menjadi penting bagi perkembangan telekomunikasi? Fiber optik adalah suatu jaringan kabel yang dibuat dengan menggunakan serat kaca. Yang jika dihubungkan dengan dunia telekomunikasi, fiber optik sendiri berarti adalah kabel yang digunakan untuk media transmisi terarah (Wireline) untuk kepentingan perpindahan arus data dalam jaringan komputer. Tanpa hal ini, bisa saja pesan yang anda kirimkan dari ponsel tidak pernah sampai ke orang yang anda tuju. Seperti yang sudah dibilang bahwa kabel fiber optik terbuat dari serat kaca dengan beberapa lapisan yang diantaranya memiliki fungsi masing-masing. Selain itu, di dalam kabel fiber optik juga terdapat komponen seperti insulator atau coating dengan berbagai macam warna dalam satu kabel. Berikut ini adalah komponen lengkap yang terdapat di fiber optik: Cara Kerja Fiber Optik Sedangkan untuk cara kerjanya, fiber optik sendiri bekerja dengan sistemnya sendiri, yang juga membedakannya dengan kabel twisted pair atau kabel coaxial. Adapun alasan kabel fiber optik dibuat dari serat kaca dan dilapisi dengan kaca yakni hal tersebut berfungsi untuk mengubah sinyal listrik menjadi gelombang cahaya dengan fungsi cermin di dalam kabel. Dengan demikian, maka fiber optik tentu saja memiliki kelebihan untuk dapat mengurangi efek terhadap gangguan gelombang frekuensi elektrik. Tidak hanya itu saja, gelombang cahaya yang diciptakan oleh kabel fiber optik pastinya bisa mengirimkan informasi yang lebih banyak dan dapat menyalurkannya ke jarak yang lebih jauh. Hal ini merupakan salah satu keuntungan atas menggunakan kabel fiber optik bagi perusahaan anda. Pasalnya, dengan begitu, koneksi telekomunikasi dapat berjalan lebih stabil dan dapat diandalkan.

Kami memastikan Kabel anda terstruktur dan bekerja optimal.
Kami Melayani Perapihan Cabling.
Produk yang kami gunakan : Tyco AMP, Panduit, Netviel, LS-Cable, Rosenberger, Belden.


Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
CONTACT US : dcim@dayaciptamandiri.com
atau klik link di Bio @ruangserver_

Sunday, September 27, 2020

Structured Cabling

 

Kabel terstruktur adalah desain dan pemasangan sistem kabel yang akan mendukung banyak penggunaan perangkat keras dan cocok untuk kebutuhan saat ini dan masa depan. Dengan sistem yang terpasang dengan benar, persyaratan saat ini dan masa depan dapat dipenuhi, dan perangkat keras yang ditambahkan di masa mendatang akan didukung [1]

Desain dan pemasangan kabel terstruktur diatur oleh serangkaian standar yang menentukan pusat data kabel , kantor , dan gedung apartemen untuk komunikasi data atau suara menggunakan berbagai jenis kabel, paling umum kategori 5e (Cat 5e), kategori 6 (Cat 6), dan kabel serat optik dan konektor modular .

Kami Melayani Perapihan Cabling.
Produk yang kami gunakan : Tyco AMP, Panduit, Netviel, LS-Cable, Rosenberger, Belden.
Kami memastikan Kabel anda terstruktur dan bekerja optimal.

Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
CONTACT US : dcim@dayaciptamandiri.com
atau klik link di Bio @ruangserver_

Friday, September 25, 2020

Kami memberikan solusi-solusi ini untuk Kampus dan Sekolah

 Solusi Untuk Kampus dan Sekolah :

Kami memberikan solus ini untuk Kampus dan Sekolah :
1. Penarikan Kabel UTP / Fiber Optic / Listrik
2. Pemasangan Panel Listrik dan Monitoring Panel dengan AKCP
3. Perapihan Kabel di Ruang Server / Data Center
4. Monitoring Environment Ruang Server / Data Center dengan AKCP
5. Perawatan AC Presisi / Fire Extinguisher
Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
CONTACT US : dcim@dayaciptamandiri.com







Thursday, September 24, 2020

Jasa Pemasangan CCTV dan Acces Door

Kami PT. DAYA CIPTA MANDIRI SOLUSI
penyedia jasa untuk kebutuhan IT di bidang Security seperti : 

1. Jasa pemasangan CCTV dan alarm :
2. Ada beragam merk, Kualitas, dan harga berikut dengan fitur" yang menarik namun justru konsumen menjadi bingung mau pilih yang mana, kami bisa menjadi konsultan, penyedia produk berikut dengan jasa intalasinya. contoh beberapa brand CCTV seperti HIKVISION
2. Jasa Pemasangan Access Control, Access Door dan Absensi:
3. Fungsi dipasangnya Access Control Adalah untuk memantau dan mengatur beragam access seperti: Akses Pintu, Akses Masuk parkir, Access Lift, Akses CCTV dll
4. Fungsi Acccess Door adalah untuk membatasi Siapa, kapan dan dimana orang bisa masuk ke suatu ruangan tertentu yang bisa kombinasikan sebagai mesin absensi. dengan sistem pin, kartu, fingger print, dan juga deteksi wajah.

Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik. 
CONTACT US : dcim@dayaciptamandiri.com


Ketahui 7 Komponen Utama Pada Data Center

 

Data center merupakan sebuah ruangan yang sudah dirancang dan didesain sedemikian rupa guna menempatkan sebuah server computer serta seluruh perangkat jaringan computer yang sudah terhubung ke jaringan internet.


Jika sebelumnya telah dibahas mengenai tips memilih data center berdasarkan syarat-syarat data center. Kali ini, kita akan membahas komponen-komponen atau perangkat yang wajib ada pada center. Komponen ini memiliki berbagai fungsi yang berbeda untuk tetap menjaga keamanan data center. Berikut penjelasannya.








1. Daya / Power Capacity

Komponen ini memiliki fungsi untuk mendistribusikan daya/power ke berbagai perangkat elektronik atau peralatan listrik lainnya.

2. Pendingin/ Cooling Capacity
Bisa dilihat dari namanya, pendingin ini berfungsi untuk mendinginkan mesin agar tidak terlalu panas, dan selalu memiliki suhu yang normal.

3. Kabel/ Cabling
Ini pasti udah paham ya, kabel tentunya berfungsi untuk menghubungkan setiap komponen atau perangkat yang ada.

4. Temperatur & Kontrol Kelembaban/ (Temperature & Humidity Control)
Komponen ini berfungsi untuk menyesuaikan suhu yang tepat dan pas dengan ruangan data center. Pada komponen ini biasanya terdapat built in filter udara yang dapat dipantau dari jarak yang cenderung jauh dengan peralatan yang memadai.

5. Sistem Pengamanan Kebakaran (Fire & Smoke System)

Komponen ini berfungsi untuk mengerjakan sampling udara secara terus menerus dan dapat melakukan pendeteksian terhadap partikel yang ada selama tahap awal dari musibah kebakaran. Komponen ini dapat mencegah kebakaran menjadi terlalu besar dan dapat dengan mudah segera ditangani.

6. Keamanan fisik (Physical Security)

Komponen ini berfungsi untuk menjaga keamanan dari luar, seperti benturan, goncangan, dan lain-lain.

7. Ruang Rak & Lantai (Rack Space & Raised Floor)

Ruang rak biasanya digunakan untuk menyimpan server yang ada pada sebuah data center. Selain itu penggunaan rak juga bertujuan untuk memanfaatkan ruangan yang lebih baik. Kalau lantai pada data center biasanya memiliki lantai yang terangkat. Lantai yang terangkat ini ternyata memiliki kegunaan untuk memberikan ruang atau space tambahan pada bagian bawah. Ruangan ini dapat digunakan untuk pemasangan kabel dan juga ventilasi.

Kami memastikan data center dan ruang server anda bekerja optimal.

Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik untuk terkait data center anda.
CONTACT US : dcim@dayaciptamandiri.com
atau klik link di Bio @ruangserver_

Wednesday, September 23, 2020

Kami memastikan data center dan ruang server anda bekerja optimal

 


Kami memastikan data center dan ruang server anda bekerja optimal dengan :
Menggunakan Environment Monitoring System (EMS) AKCP.

Silahkan kontak kami apabila ada kebutuhan terkait monitoring system di remote area.
Kami siap membantu.

Hubungi :
dcim@dayaciptamandiri.com atau Klik link di Bio @ruangserver_

Tuesday, September 22, 2020

3 hal penting di Ruang Server Anda


3 hal penting di Ruang Server Anda

1.Tegangan
Di area ruang server atau data center, baik ukuran skala kecil hingga besar, tegangan tentu akan menjadi hal penting. Tegangan yang stabil menjadi syarat agar perangkat bisa berjalan normal.
2.Suhu dan Kelembaban
Mungkin di ruang server, suhu menjadi parameter penting, tapi dalam beberapa kasus, kelembaban juga penting kita ukur. Ada tersedia perangkat pengukuran suhu dan kelembaban yang simple, sehingga cukup ditempel di dinding dan bisa terbaca dengan mata.
3.Akses Sekuriti
Akses terhadap ruang server / data center sekarang menjadi hal penting. Demikian juga akses terhadap rak. Sekarang ini banyak tersedia akses terhadap ruangan, tapi belum banyak kontrol terhadap rak.

UNTUK MENGENAI LEBIH LANJUT MENGENAI RUANG SERVER ANDA BISA HUBUNGI KONTAK KAMI :
dcim@dayaciptamandiri.com
atau klik link di Bio @ruangserver_

Demo Face Recognition system

 


Demo Sistem pengenalan wajah untuk akses pintu yang mampu mengidentifikasi atau memverifikasi seseorang dari gambar digital atau bingkai video dari sumber video.
by @dayaciptamandiri
Untuk Instalasi Dan Lebih Lanjut Mengenai Access Door Kontak Kami :
dcmsales@dayaciptamandiri.com

Anda sedang Mencari Jasa Maintenance dan instalasi AC di Indonesia yang perpengalaman & Profesional

Anda sedang Mencari Jasa Maintenance dan instalasi AC di Indonesia yang perpengalaman & Profesionaltidak puas dengan layanan sebelumnya.

#DCMSolusi Siap Membantu Anda
Kenapa Harus Memilih Daya Cipta Mandiri Solusi
➡️100% terpercaya
Jasa Kami telah dipakai oleh berbagai kalangan mulai dari Perusahaan Skala kecil maupun Perusahaan skala besar.
➡️HEMAT BIAYA
tanpa biaya tambahan yang tidak semestinya
Teknis kami hanya akan melakukan penggantian suku cadang jika benar" diperlukan.
➡️Tenaga Ahli yang Berpengalaman
teknis kami membantu oleh tenaga ahli yang sudah berpengalaman,terampil dan bertanggung jawab.

Silahkan hubungi sales kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik.
CONTACT US : dcim@dayaciptamandiri.com
atau klik link di Bio @ruangserver_

.

Tuesday, September 15, 2020

Microsoft finds underwater datacenters are reliable, practical and use energy sustainably

 Earlier this summer, marine specialists reeled up a shipping-container-size datacenter coated in algae, barnacles and sea anemones from the seafloor off Scotland’s Orkney Islands.

The retrieval launched the final phase of a years-long effort that proved the concept of underwater datacenters is feasible, as well as logistically, environmentally and economically practical.

Microsoft’s Project Natick team deployed the Northern Isles datacenter 117 feet deep to the seafloor in spring 2018. For the next two years, team members tested and monitored the performance and reliability of the datacenter’s servers.

The team hypothesized that a sealed container on the ocean floor could provide ways to improve the overall reliability of datacenters. On land, corrosion from oxygen and humidity, temperature fluctuations and bumps and jostles from people who replace broken components are all variables that can contribute to equipment failure.

The Northern Isles deployment confirmed their hypothesis, which could have implications for datacenters on land.

Lessons learned from Project Natick also are informing Microsoft’s datacenter sustainability strategy around energy, waste and water, said Ben Cutler, a project manager in Microsoft’s Special Projects research group who leads Project Natick.

What’s more, he added, the proven reliability of underwater datacenters has prompted discussions with a Microsoft team in Azure that’s looking to serve customers who need to deploy and operate tactical and critical datacenters anywhere in the world.

“We are populating the globe with edge devices, large and small,” said William Chappell, vice president of mission systems for Azure. “To learn how to make datacenters reliable enough not to need human touch is a dream of ours.”

YouTube Video

Proof of concept

The underwater datacenter concept splashed onto the scene at Microsoft in 2014 during ThinkWeek, an event that gathers employees to share out-of-the-box ideas. The concept was considered a potential way to provide lightning-quick cloud services to coastal populations and save energy.

More than half the world’s population lives within 120 miles of the coast. By putting datacenters underwater near coastal cities, data would have a short distance to travel, leading to fast and smooth web surfing, video streaming and game playing.

The consistently cool subsurface seas also allow for energy-efficient datacenter designs. For example, they can leverage heat-exchange plumbing such as that found on submarines.

Microsoft’s Project Natick team proved the underwater datacenter concept was feasible during a 105-day deployment in the Pacific Ocean in 2015. Phase II of the project included contracting with marine specialists in logistics, ship building and renewable energy to show that the concept is also practical.

“We are now at the point of trying to harness what we have done as opposed to feeling the need to go and prove out some more,” Cutler said. “We have done what we need to do. Natick is a key building block for the company to use if it is appropriate.”

Algae, barnacles and sea anemones

The Northern Isles underwater datacenter was manufactured by Naval Group and its subsidiary Naval Energies, experts in naval defense and marine renewable energy. Green Marine, an Orkney Island-based firm, supported Naval Group and Microsoft on the deployment, maintenance, monitoring and retrieval of the datacenter, which Microsoft’s Special Projects team operated for two years.

The Northern Isles was deployed at the European Marine Energy Centre, a test site for tidal turbines and wave energy converters. Tidal currents there travel up to 9 miles per hour at peak intensity and the sea surface roils with waves that reach more than 60 feet in stormy conditions.

The deployment and retrieval of the Northern Isles underwater datacenter required atypically calm seas and a choreographed dance of robots and winches that played out between the pontoons of a gantry barge. The procedure took a full day on each end.

The Northern Isles was gleaming white when deployed. Two years underwater provided time for a thin coat of algae and barnacles to form, and for sea anemones to grow to cantaloupe size in the sheltered nooks of its ballast-filled base.

“We were pretty impressed with how clean it was, actually,” said Spencer Fowers, a principal member of technical staff for Microsoft’s Special Projects research group. “It did not have a lot of hardened marine growth on it; it was mostly sea scum.”

Crew cleans off the Project Natick datacenter
A member of the Project Natick team power washes the Northern Isles underwater datacenter, which was retrieved from the seafloor off the Orkney Islands in Scotland. Two years underwater provided time for a thin coat of algae and barnacles to form on the steel tube, and for sea anemones to grow to cantaloupe size in the sheltered nooks of its ballast-filled triangular base. Photo by Simon Douglas.

Power wash and data collection

Once it was hauled up from the seafloor and prior to transportation off the Orkney Islands, the Green Marine team power washed the water-tight steel tube that encased the Northern Isles’ 864 servers and related cooling system infrastructure.

The researchers then inserted test tubes through a valve at the top of the vessel to collect air samples for analysis at Microsoft headquarters in Redmond, Washington.

“We left it filled with dry nitrogen, so the environment is pretty benign in there,” Fowers said.

The question, he added, is how gases that are normally released from cables and other equipment may have altered the operating environment for the computers.

The cleaned and air-sampled datacenter was loaded onto a truck and driven to Global Energy Group’s Nigg Energy Park facility in the North of Scotland. There, Naval Group unbolted the endcap and slid out the server racks as Fowers and his team performed health checks and collected components to send to Redmond for analysis.

Among the components crated up and sent to Redmond are a handful of failed servers and related cables. The researchers think this hardware will help them understand why the servers in the underwater datacenter are eight times more reliable than those on land.

“We are like, ‘Hey this looks really good,’” Fowers said. “We have to figure out what exactly gives us this benefit.”

The team hypothesizes that the atmosphere of nitrogen, which is less corrosive than oxygen, and the absence of people to bump and jostle components, are the primary reasons for the difference. If the analysis proves this correct, the team may be able to translate the findings to land datacenters.

“Our failure rate in the water is one-eighth of what we see on land,” Cutler said.

“I have an economic model that says if I lose so many servers per unit of time, I’m at least at parity with land,” he added. “We are considerably better than that.”

Members of the Project Natick team power wash the Northern Isles underwater datacenter, which was retrieved from the seafloor off the Orkney Islands in Scotland. Two years underwater provided time for a thin coat of algae and barnacles to form on the steel tube, and for sea anemones to grow to cantaloupe size in the sheltered nooks of its ballast-filled triangular base. Photo by Jonathan Banks.

Energy, waste and water

Other lessons learned from Project Natick are already informing conversations about how to make datacenters use energy more sustainably, according to the researchers.

For example, the Project Natick team selected the Orkney Islands for the Northern Isles deployment in part because the grid there is supplied 100% by wind and solar as well as experimental green energy technologies under development at the European Marine Energy Centre.

“We have been able to run really well on what most land-based datacenters consider an unreliable grid,” Fowers said. “We are hopeful that we can look at our findings and say maybe we don’t need to have quite as much infrastructure focused on power and reliability.”

Cutler is already thinking of scenarios such as co-locating an underwater datacenter with an offshore windfarm. Even in light winds, there would likely be enough power for the datacenter. As a last resort, a powerline from shore could be bundled with the fiber optic cabling needed to transport data.

Other sustainability related benefits may include eliminating the need to use replacement parts. In a lights-out datacenter, all servers would be swapped out about once every five years. The high reliability of the servers means that the few that fail early are simply taken offline.

In addition, Project Natick has shown that datacenters can be operated and kept cool without tapping freshwater resources that are vital to people, agriculture and wildlife, Cutler noted.

“Now Microsoft is going down the path of finding ways to do this for land datacenters,” he said.

Go anywhere

Early conversations about the potential future of Project Natick centered on how to scale up underwater datacenters to power the full suite of Microsoft Azure cloud services, which may require linking together a dozen or more vessels the size of the Northern Isles.

“As we are moving from generic cloud computing to cloud and edge computing, we are seeing more and more need to have smaller datacenters located closer to customers instead of these large warehouse datacenters out in the middle of nowhere,” Fowers said.

That’s one of the reasons Chappell’s group in Azure is keeping an eye on the progress of Project Natick, including tests of post-quantum encryption technology that could secure data from  sensitive and critical sectors. The ability to protect data is core to the mission of Azure in multiple industries.

“The fact that they were very quickly able to deploy it and it has worked as long as it has and it has the level of encryption on the signals going to it combines to tell a pretty compelling vision of the future,” Chappell said

source: https://news.microsoft.com/innovation-stories/project-natick-underwater-datacenter/?ocid=FY21_soc_omc_br_li_natick_update