Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2011

Translate

Mengajar dengan menggunakan CLOUD

Mengajar dengan menggunakan fasilitas TI, khususnya apa yang disebut dengan cloud-computing memang sangat menantang.
Berikut salah satu artikel terkait dengan hal tersebut. Untuk lingkungan Indonesia, dimana saat ini (2011), banyak perusahaan penyedia jasa berlomba menyediakan fasilitas Cloud Computing (bahkan Kemendiknas pun akan membuatnya sendiri), maka beberapa hal menjadi catatan:

1. ketersediaan bandwidth. Penggunaan cloud = intensitas tinggi di bandwidth. Apabila tidak ada bandwidth yang memadai, maka tentu saja sia-sialah semua.

2. bagaimana mengakses Cloud. Tidak semua sekolah/universitas memiliki infrastruktur jaringan yang mumpuni untuk mengakses cloud, bahkan server mereka sendiri, oleh karena itu, persiapan untuk membuat jaringan yang lebih baik sangatlah penting.

3. penggunaan tools. Cloud computing tidak mengharuskan menyediakan perangkat komputer yang rumit, lengkap dengan license2nya, melainkan hanya BROWSER, sedangkan yang selama ini dikembangkan sekolah/universitas …

Mengembangkan kreatifitas dan imajinasi anak dengan Scratch

Apakah Anda telah mencoba SCRATCH ?

Aplikasi ini dikembangkan oleh MIT ini sangat menarik. Selain karena memperkenalkan konsep bahasa visual (visual programming languange), dimana bahasa ini memang sengaja dibuat untuk anak-anak berusia 6-16 tahun. Tujuannya adalah agar anak-anak juga bisa membuat program. Anak-anak juga bisa berkreasi dan menuangkannya dalam komputer dengan cara yang mudah dan menyenangkan.

Scratch dapat diakses di sini (scratch.mit.edu).

Jangan lupa juga untuk tergabung di dalam portal untuk para guru khususnya / komunitas pengguna, yang dapat diakses di http://scratched.media.mit.edu/

Selamat menikmati Scratch

Artikel: Dunia Pendidikan Universitas dan Kenyataan Media

Higher Education and the New Media Reality07/28/11 As a cultural anthropologist and researcher in the modern discipline of digital ethnography, Michael Wesch likes to ask the big, complex questions: How do we find meaning and significance in the digital age? How is technology affecting society and culture? How are social media changing teaching and learning practices? But as a teacher, an associate professor of cultural anthropology at Kansas State University, he likes to ask his students one small, simple question at the start of each year.
"I ask, How many of you do not actually like school?" he said. "Almost invariably almost half raise their hands. Then I vary the question slightly. I ask, How many of you do not like learning? And I get no hands. These are people who like learning, but they don't like it to be institutionally created for them. Clearly something's wrong here."
Wesch delivered the keynote opener for the seventh annual Campu…

Pembayaran "Mobile" Gantikan Fungsi Dompet?

KOMPAS.com — Bagaimana bila ponsel yang kita gunakan menggantikan fungsi dompet?

click to enlarge

Paypal sudah berpikir ke arah itu. Perusahaan raksasa yang berkecimpung dalam urusan pembayaran ini memprediksikan pembayaran lewat uang di dompet akan mati tahun 2015. PayPal baru saja mengakuisisi provider pembayaran mobile Zong senilai 40 juta dollar AS.

PayPal bukan satu-satunya yang masuk dalam "permainan" ini. Google belum lama ini meluncurkan Google Wallet, sistem pembayaran mobile, dan Visa baru-baru ini membuat investasi strategis di Square, platform pembayaran mobile, yang kini bernilai lebih dari 1,4 miliar dollar AS.

Layanan komunitas profesional Google Plus memutuskan untuk melihat lebih jauh tren pembayaran mobile dan menciptakan sebuah infografis yang melacak apa yang diyakini pakar dan analis bahwa perdagangan mobile akan terjadi dalam empat tahun ke depan.

Termasuk apa yang akan terjadi dengan teknologi Near Field Communication (NFC), yang mengizinkan transaks…