Skip to main content

Translate

Mengajar dengan menggunakan CLOUD

Mengajar dengan menggunakan fasilitas TI, khususnya apa yang disebut dengan cloud-computing memang sangat menantang.
Berikut salah satu artikel terkait dengan hal tersebut. Untuk lingkungan Indonesia, dimana saat ini (2011), banyak perusahaan penyedia jasa berlomba menyediakan fasilitas Cloud Computing (bahkan Kemendiknas pun akan membuatnya sendiri), maka beberapa hal menjadi catatan:

1. ketersediaan bandwidth. Penggunaan cloud = intensitas tinggi di bandwidth. Apabila tidak ada bandwidth yang memadai, maka tentu saja sia-sialah semua.

2. bagaimana mengakses Cloud. Tidak semua sekolah/universitas memiliki infrastruktur jaringan yang mumpuni untuk mengakses cloud, bahkan server mereka sendiri, oleh karena itu, persiapan untuk membuat jaringan yang lebih baik sangatlah penting.

3. penggunaan tools. Cloud computing tidak mengharuskan menyediakan perangkat komputer yang rumit, lengkap dengan license2nya, melainkan hanya BROWSER, sedangkan yang selama ini dikembangkan sekolah/universitas adalah memiliki perangkat komputer yang canggih dengan lisensi software yang sangat mahal.

4. biaya recurring. Penggunaan cloud mengharuskan sekolah / universitas mempersiapkan biaya ekstra tahunan, saya ulang sekali lagi - tahunan , untuk memastikan layanan cloud yang disewa dari pihak ketiga dapat terus berjalan. Artinya, apabila sekolah / universitas tidak memiliki dana cukup secara tahunan atau multi tahunan, jangan coba-coba mempertimbangkan menggunakan layanan cloud.

Silahkan mempertimbangkan penggunaan cloud ya.


Teaching with the Cloud

All educators today, but especially those in post-secondary roles, need to learn how to make the most of cloud-based resources in their teaching practices, according to education consultant John Kuglin. The best way to get up to speed on those resources is to take them for a test drive, he said. Fortunately, there's a bunch of free or nearly free stuff out there that virtually anyone can use to get started in the cloud.
"In the [last] 12 to 18 months, there has been an explosion of technologies that have really changed the way we can work as 21st century educators," Kuglin told attendees at the Campus Technology 2011 conference, going on this week in Boston. "And it's up to you to take stock of them, kick a few tires, and figure out how you might be able to deploy them at your school."
Kuglin led an interactive, nuts-and-bolts conference session that exposed attendees to a range of cloud-based tools and technologies, from planning and presentation applications to innovative cloud storage systems and collaboration solutions.
"In the 21st century, you must have a digital footprint," he said. "You really have no choice. And nowadays, that means the cloud."
Kuglin is a retired associate dean and former NASA grant administrator for the University of Montana. He now runs his own consulting practice, through which focuses on technology in K-12 and university classrooms. Kuglin has appeared on CNN, testified before the United States Senate, and served as consultant and on-air host for a 10-part technology series on the Learning Channel.
Kuglin looked at wikis, Web sites designed to allow visitors to freely add, edit, remove, comment on, and just generally change the content stored there, through WikiSpaces. He demonstrated the cloud-based SlideRocket slide-show tool and the CoverItLive live blogging software. He explored cloud-based storage with Dropbox and Pogoplug. He created an easy, cloud-based recording with Screencast-O-Matic, which is billed as "the original online screen recorder. He demonstrated the cloud-based mind-mapping application Mindmeister. And he explored advanced classroom applications of Google Earth.
Kuglin emphasized the ease-of-use of these tools and used them on the spot to assemble an ad hoc, cloud-based tutorial, complete with an audio file.
"These are tools that live outside the campus," Kuglin said. "Where is all of this content? It's actually in a data farm out in San Francisco. It's not on this machine. I can go to any of your machines, and as long as you are connected, I could continue doing this presentation. I don't need my laptop anymore, just a device that's connected to the Internet. We need to get used to that idea."
Kuglin lead his audience through several presentations created in the cloud with SlideRocket. "Those of you who are responsible for your online learning environments are already beginning to see a new model emerge here," he said. "The cloud-based presentation package is surpassing and supplanting the PC-based, PowerPoint world. This is a huge, huge step forward."
"Teachers need to stop saying 'hand it in' and start saying 'publish it,'" he added.
To the inevitable question from his audience about objections raised by campus IT about the security of the cloud, Kuglin said, "I understand that it's an issue, but we cannot continue to hide behind the safety issue, not if we want to offer competitive educational services. The old paradigm was university computer, university employee, university network. Boom, boom, boom; we're secure. But the old days are gone."
During a post-session interview Kuglin said that, even though it's the students who are demanding the kind of information access and educational paradigms enabled by the cloud, his focus is not on the students on the teachers. "You simply have to start working this way," Kuglin said. "And you can't rely on your current employ to provide everything you need to be an effective educator today. You have to go out now and set up your own systems and, essentially, become bigger than your current environment."
Kuglin has made several elements of his presentation available on his Web site.
About the Author
John K. Waters is a freelance journalist and author based in Palo Alto, CA.
http://campustechnology.com/Articles/2011/07/26/Teaching-with-the-Cloud.aspx?p=1

Comments

  1. Bluehost is the best web-hosting company with plans for all of your hosting requirements.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Timer AC bergantian

Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas. Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja. Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit. Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (clo…

Contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

Berikut adalah contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

PANDUAN - IK Standarisasi Area Data Center Article Number: 49 | Rating: Unrated | Last Updated: Mon, Nov 25, 2013 at 2:13 PM BAB I KEBIJAKAN
1.1.Area Data Center
Areadata center termasuk aset vital perusahaan dan diperlakukan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan.

Seksi Jaringan bertanggungjawab terhadap pengamanan fisik dan logik. sedangkan fungsi Sekuriti terhadap pengamanan fisik.


1.2.Pertimbangan Dalam Hal Penentuan Lokasi Area Data Center
Beberapa pertimbangan yang harus ada dalam menentukan lokasi ruang data center, yaitu :

1.Memungkinkan untuk pengembangan yang memadai, misalnya mempertimbangkan pengembangan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan.
2.Mempertimbangkan ruang yang tidak "terlalu” banyak dilalui untuk operasional lain, namun tetap dapat dijangkau dengan mudah.
3.Memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan pekerja.
4.Memenuhi persyaratan sebagaimana yang …

Mendesigns dan Menghitung UPS untuk Data Center

Mendesigns dan Menghitung UPS untuk Data Center UPS dan data center mungkin bisa di sebut sayur tanpa garam, hambar jika tidak saling melengkapi. 
Tapi untuk menentukan kebutuhan akan UPS data centerperlu perhitungan yang matang agar UPS dan server tetap awet dan selalu ON 24 jam. banyak sekali jenis UPS dan daya yang di tawarkan. Kita harus menghitung kebutuhan beban keseluruhan server agar ketika listrik down UPS dapat menghandle beberapa detik untuk listrik pindah ke genset begitu pula sebaliknya, Oke untuk menentukan itu semua tentukan dulu jenis UPS yang akan anda gunakan.
Oke kita sedikit belajar dulu tentang UPS :)
PRINSIP KERJA UPS Setiap PC membutuhkan daya listrik. Apabila aliran listrik (main power) terputus, PC akan mati (tidak berfungsi). Fungsi dasar UPS (Uninterruptible Power Supply) adalah menyediakan suplai listrik SEMENTARA ke beban (PC) tanpa terputus pada saat main power tidak bekerja agar seluruh proses dapat dihentikan dengan benar, seluruh data dapat disimpan den…