Monday, November 30, 2020

Cara Menghitung Satuan Volt, Ampere, dan Watt

Sangat penting untuk mengetahui satuan dalam bidang yang ingin anda pahami, dalam bidang listrik untuk mengetahui satuan seperti volt, ampere, dan watt.
Ketika anda tidak mengetahui satuan dari bidang listrik ini sama saja dengan tidak tahu dalam teori dasar dan anda sekarang bisa memperlajari dengan jelas dalam artikel saya berikan ini.
Saya akan memberikan langkah demi langkah agar mudah untuk dipahami.

Pengertian Volt (Voltage)

Volt (Voltage) adalah standart satuan listrik yang menunjukan atau menerangkan sebuah nilai tegangan dalam listrik.

Volt atau bisa disebut tegangan hanya bisa diukur dengan alat yang bernama voltmeter atau multitester, volt mempunyai bermacam-macam nilai tegangan dan juga tipe atau karekter yang berbeda.




Volt Mempunyai 2 tipe atau karakter

Volt atau tegangan listrik ini mempunyai jenis 2 tipe yaitu tegangan AC atau bisa disebut tegangan bolak-balik. kemudian tegangan DC (Direct Current) atau bisa disebut dengan tegangan searah.
Untuk mengatahui apa itu tegangan AC atau DC sangat mudah, cukup menggunakan test pen tetapi ini tidak terlalu akurat tetapi membantu untuk mempercepat mengetahui tegangan AC atau DC.
Letakan testpen pada sumber tegangan, jika testpen menyala dengan terang maka bisa anda nyatakan itu tegangan AC.
Jika lampu pada test pen tidak menyala itu bisa netral dari tegangan AC. Jadi untuk mengetahui tegangan DC dengan akurat menggunakan alat Multimeter.

Macam - Macam nilai Volt (Tegangan)
Nilai Volt pada Tegangan AC:
  • 1,5V DC
  • 5V DC
  • 9V DC
  • 12V DC
  • 19V DC
  • 24V DC

Contoh Aplikasi Tegangan AC

  • TV menggunakan sumber tegangan 220V AC, sering anda jumpai dan mungkin selalu dipakai setiap hari.
  • Magic Com atau penanak nasi, alat ini menggunakan tegangan 220V AC karena menggunakan sebuah element.
  • Motor Induksi yang sering digunakan pada industri pabrik untuk menggerakan sebuah mesin menggunakan tegangan 380V AC.
  • Motor Pompa Air dirumah, pompa air ini menggunakan sebuah tegangan 220V AC.

Contoh Aplikasi Tegangan DC

  • Jam tangan menggunakan tegangan DC sebesar 1.5V yang berasal dari battery.
  • Smart phone juga menggunakan tegangan DC sebesar 3,7 - 5V DC.
  • Lampu LED untuk sekarang banyak yang menggunakan tegangan DC 12V, seperti lampu led yang dipakai pada sepeda motor yang berasal dari accu atau kiprok.

Rumus Tegangan (Volt)

V = I x R
V : Tegangan (Volt)
I  : Ampere (Arus)
R : Hambatan

Contoh Soal tentang Tegangan (Volt)

Diketahui lampu led mempunyai arus sebesar 5A dan mempunyai hambatan(R) sebesar 50 ohm, berapakah tegangannya ?
Diketahui :
I : 5A
R : 50 ohm
Ditanya... V tegangan ?
Jawab:
  • V = I x R
  • V = 5 x 50
  • V = 250 V
" Semakin besar arus maka tegangan akan semakin besar jika nilai R tetap, sama halnya nilai R jika semakin tinggi maka volt juga semakin tinggi. "

Pengertian Ampere atau Arus Listrik


Ampere atau bisa disebut dengan Arus Listrik adalah sebuah satuan yang menunjukan sebuah arus listrik yang digunakan atau yang dialiri listrik.
Ampere ini bisa dilihat nilainya menggunakan Multimeter dan juga menggunakan Tang Ampere ini alat yang paling mudah digunakan.
Satuan Ampere ini sering kita jumpai pada sebuah sepesifikasi pompa air, seperti pompa air ini memiliki sepesifikasi 1 Ampere pada tegangan 220V AC.

Satuan Ampere sering digunakan untuk menentukan sebuah pengaman listrik yang biasa disebut dengan MCB (Miniature Circuit Breaker).

Biasanya ketika anda membeli sebuah MCB pasti ditanyakan berapa Ampere?, ada yang 2A atau 4A dan seterusnya.

Ampere bisa dihitung dalam Ampere 3 Phase dan 1 Phase.


Rumus Arus (Ampere)

I = V / R
V : Tegangan (Volt)
 : Ampere (Arus)
R : Hambatan (Ohm)

Contoh Soal tentang Ampere (A)
Diketahui pompa air mempunyai hambatan 35 ohm dan tegangan 220V berapa amperenya ?

Diketahui :
V : 220V
R : 35 ohm
Ditanya... I Arus Pompa Air ?
Jawab:
I = V / R
I = 220 x 35
I =6 A
Nilai dari teganan sangat berpengaruh dalam nilai ampere tersebut, tetapi ampere menunjukan beban yang sedang dipakai (A).

Alat Membaca Arus - Ampere Meter

Ampere Meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik yang ada dalam rangkaian tertutup.

Fungsi Ampere Meter adalah untuk mengetahui nilai ampere yang mengali dalam instalasi listrik ataupun rangkaian listrik. 

Satuan pada Ampere Meter ada 2 yaitu : 
- A 
- mA

Biasanya ada pilihan dirange seperti :
- 20 A artinya 0 - 20 A atau maksimal nilai yang bisa diukur 20A
- 1000 A artinya 0 - 1000 A

 Anda bisa melihat Cara Setting Ampere, Volt, dan Frequensi Meter Digital

Pengertian Daya (Watt)

Watt adalah sebuah satuan yang menunjukan sebuah nilai daya atau power bisa juga dibilang kapasitas listrik.
Satuan Watt dalam sebuah lampu LED yang sekarang sudah banyak anda pakai atau jumpai pada rumah.
Lampu LED mempunyai sepesifikasi 220V 6W (Watt), jadi kapasitas Lampu LED tersebut adalah 6 Watt.
Semakin besar Watt pada lampu LED tersebut semakin terang lampu tersebut atau semakin banyak lumens yang dihasilkan.





Rumus Daya (Watt)
P = I x R x I
atau
P = I² x R
atau
P = V x I

P: Daya (Watt)
V: Tegangan (Volt)
I: Ampere (Arus)
R: Hambatan (Ohm)

" Dari rumus diatas P = V x I ini adalah rumus daya yang sering digunakan dalam sebuah listrik di indonesia. "
" Perlu dipahami dari rumus daya ini, jika semakin tinggi ampere maka daya yang dipakai akan semakin tinggi apabila tegangan tetap (220V). "

Contoh Soal tentang Satuan Daya (Watt)
Diketahui Magic Com mempunyai sebuah sepesifikasi 220V untuk tegangan supply dan mempunyai sebuah Arus 0.8 A, Berapakah nilai dari Daya tersebut ?

Diketahui :
V : 220 V
: 0.8 A
Ditanya... Daya (P) ?
Jawab:
P = V x I
P = 220 x 0.8
P =176 W

Catatan untuk Satuan Ampere, Watt dan Volt

  • 1 Ampere Berapa Watt
P = V x I
P = 220 x 1
P = 220 Watt
Jadi jika tegangan yang digunakan adalah 220 V maka 1 Ampere 220 Watt.
  • 1 Ampere Berapa Watt 1 Phase
P = V x I
P = 220 x 1
P = 220 Watt
Jadi jika tegangan yang digunakan adalah 220 V Phase dan Netral maka 1 Ampere 220 Watt.
  • 1 Ampere Berapa Watt 3 Phase
P = V x I x Cos Phi
P = 380 x 1 x 0.9
P = 342 Watt
Jadi jika tegangan yang digunakan adalah 980 V Phase R dan Phase S maka 1 Ampere = 342 Watt.
  • 10 Ampere Berapa Watt
P = V x I
P = 220 x 10
P = 2200 Watt
Jadi jika tegangan yang digunakan adalah 220 V Phase dan Netral maka 10 Ampere 2200 Watt atau 2,2 kW.
  • 16 Ampere Berapa Watt
P = V x I
P = 220 x 16
P = 2200 Watt
Jadi jika tegangan yang digunakan adalah 220 V Phase dan Netral maka 16 Ampere 3520 Watt atau 3,52 kW.
  • 1 Volt Berapa Watt
P = V x I
P = 1 x 25
P = 25 Watt
Jadi jika Ampere yang digunakan adalah 25 Ampere maka 1 Volt = 25 Watt.
  • 12 Volt Berapa Watt
P = V x I
P = 12 x 25
P = 300 Watt
Jadi jika Ampere yang digunakan adalah 25 Ampere maka 12 Volt = 300 Watt.
  • 220V Berapa Watt
P = V x I
P = 220 x 0.5
P = 110 Watt
Jadi jika tegangan yang digunakan adalah 220 V Phase dan Netral maka 0.5 Ampere 110 Watt.

Kami memastikan Kabel anda terstruktur dan bekerja optimal & 
Kami juga memastikan data center dan ruang server anda bekerja optimal.

Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
CONTACT US : dcim@dayaciptamandiri.com

Thursday, November 26, 2020

Apa Itu Push Button Switch Atau Saklar Tombol

Dalam sebuah control panel listrik kebanyakan terdapat sebuah komponen listrik yang bernama push button.
Biasanya diletakan pada pintu panel listrik dan mudah dilihat dan sentuh.
Memiliki beragam warna yang memiliki fungsi sendiri-sendiri.

Apa Push Button Itu ?
Push Button adalah komponen panel listrik yang burfungsi sebagai triger / saklar untuk menghubungkan atau memutuskan aliran listrik
Yang bekerja dengan menombol atau menekan komponen tersebut.


Prinsip Kerja Push Button
Push Button akan bekerja ketika komponen tersebut ditombol dan merubah kontak N/O menjadi N/C atau sebaliknya bersifat momentary
Momentary adalah bersifat pulse ketika ditombol nilainya 1 dan ketika dilepas nilai 0, nila tersebut tidak terkunci.

Push Button Hanya Memiliki 2 Kondisi
Kondisi ON, kondisi tersebut ketika push button dalam mengalirkan Arus listrik
Kondisi OFF, kondisi tersebut ketika push button tidak dalam mengalirkan listrik

Push Button Memiliki 2 Tipe Kontak
- Kontak N/O, kontak Normaly Open yang kondisinya ON ( Menghantarkan aliran listrik ketika ditombol )
-Kontak N/C, kontak Normaly Close yang kondisinya OFF ( Melepas aliran listrik ketika ditombol)

Pengertian Warna Push Button
Beragam warna yang dimiliki push button yang bertujuan mempunyai fungsi sesuai aplikasi yang digunakan.

Berikut daftar warna beserta fungsinya :
  • Hijau berfungsi untuk perintah Start
  • Merah berfungsi untuk perintah Stop / berhenti
  • Kuning berfungsi untuk perintah Reset
  • Putih berfungsi untuk perintah opsional jadi sesaui kehendak teknisi disertai fungsi keterangan
  • Hitam berfungsi untuk perintah opsional jadi sesaui kehendak teknisi disertai fungsi keterangan
  • Biru berfungsi untuk perintah opsional jadi sesaui kehendak teknisi disertai fungsi keterangan
Macam - Macam Ukuran Lubang Push Button
Ukuran push button menggunakan satuan dim seperti halnya pipa, berikut ukuran push button yang beredar dipasaran:
1. 16Ømm
2. 22Ømm
3. 25Ømm
4. 30Ømm

Cara Memasang Push Button Pada Panel Listrk
Ketika anda melihat panel listrik yang ada push buttonnya, apakah anda sempat berfikir bagaimana cara memasangnya ?
Nah ini akan saya tunjukan dari peralatan hingga push button nempel pada panel listrik.
Peralatan / Tools yang dibutuhkan
1. Bor Listrik
2. Mata Bor
3. Center Puch
4. Hammer / Palu
5. Hole Saw
6. Kikir Bundar












Langkah - langkah Memasang Push Button
1. Tandai pael listrik dengan Center Puch dengan memukul dengan palu, hingga ada titik dipanel listrik.
2. Siapkan Bor Listrik dengan matar bor yang kecil dan bor tepat titik yang sudah ditandai hingga berlubang
3. Ganti Mata Bor dengan Hole Saw, Letakan pas pada lubang yang telah dibuat.
4. Dorong Bor Listrik dengan keras baru putur Bor Listrik secara perlahan ( Yang dibutuhkan adalah tekanan buka kecepatan BOR )
5. Ketika sudah Berlubang maka kikirlah panel listrik tersebut, dan masukan push buttonya.

Semoga Bermanfaat artikel yang sudah saya tulis bagi anda yang membaca pada website saya ini.
Kami memastikan Kabel anda terstruktur dan bekerja optimal.
Kami juga memastikan data center dan ruang server anda bekerja optimal.

Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
CONTACT US : dcim@dayaciptamandiri.com

Wednesday, November 25, 2020

Apa itu Rack Server ?


Bagi Anda yang belum tahu apa yang dimaksud dengan rack server, ini sebenarnya adalah sebuah rack yang secara khusus memang dirancang sebagai penempatan server atau digunakan sebagai peralatan jaringan network yang di antaranya adalah komputer server serta switch. Bagi yang belum mengerti, ini dia penjelasannya!

Apa Itu Rack Server?
Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, ini adalah rack khusus yang memang dirancang untuk peralatan jaringan. Manfaat utama dari ini adalah sebagai ruang atau tempat yang lebih efisien dan menjadi peralatan maintenance yang lebih mudah digunakan. Dalam sebuah rack, Anda bisa meletakkan beberapa buah perangkat jaringan.

Sumber daya jaringan yang didapat akan ikut terkonsolidasi hingga mengurangi ruang lantai sesuai yang sudah diperlukan. Konfigurasi rack ini juga bermanfaat untuk menyederhanakan pemasangan kabel antara komponen jaringan yang lain. Dalam satu peralatan, ada server dan sistem pendingin khusus untuk mencegah panas berlebihan. 

Sebab, dalam gabungan ini, ada banyak panas berlebihan yang terjadi karena akan banyak daya komponen yang terbuang. Mengingat dalam ruang kecil jaringan memiliki daya terbatas, tentunya ini akan sangat membantu, kan?

Apa Saja Jenis Rack Server?
Rack server umumnya dipakai institusi yang menggunakan fungsi server berbeda pada satu rak, seperti Web Server, Database Server, dan sebagainya. Secara umum rack server dibagi menjadi 3 jenis diantaranya:

1. Closed Rack
Closed Rack merupakan tipe rack server yang tertutup yang dilengkapi dengan ventilasi double roof fan, dengan menggunakan pintu kaca dab penutup samping berbahan metal galvanis yang kuat dan kaku sehingga mampu kuat menahan beban sampai 50 kilogram lebih. Hal ini membuat closed rack menjadi tipe rack server yang kuat dan aman.

2. Open Rack
Kebalikan dari closed rack, ada yang disebut dengan open rack. Tipe yang satu ini menjadi tipe yang paling sederhana digunakan. Dalam penempatannya, segala peralatan tertata lebih sederhana dan ala kadarnya. Inilah yang membuat harga dari rack yang satu ini jauh lebih murah bila dibandingkan dengan closed rack.

Meski begitu, bukan berarti ia memiliki fungsi ala kadarnya. Ia sangat cocok digunakan pada perusahaan kecil yang berguna untuk membantu penyimpanan data-data penting suatu perusahaan dan kurang cocok untuk penyimpanan besar.

3. Wallmount Rack
Jenis tipe rack server yang biasanya digunakan untuk penyimpanan segala perlatan networking termasuk diantaranya switch hub, modem, dan peralatan networking lainnya. Biasanya wallmount rack ini memiliki 1 pintu atau juga 2 pintu. Tapi untuk model dan desainnya cukup sederhana.

Ukuran Rack Server
Setiap jenis rack server atau desain rack server memiliki ukuran rack server yang berbeda-beda. Untuk ukuran rack server terdapat satuan tersendiri yang dikenal dengan U. U adalah arti dari Unit Dimension (Weight x Height x Depth) yang dimiliki sebuah rack server beserta daya tampung yang mampu ditoleransi oleh rack server.




Sampai saat ini ukuran rack server ialah;
  • 1U dengan dimensi 19” x 1.75” x 17.7” 19” x 1.75” x 19.7” 19” x 1.75” x 21.5”
  • 2U dengan dimensi 19” x 3.5” x 17.7” H= 19” x 3.5” x 20.9” 19” x 3.5” x 24”
  • 3U dengan dimensi 17.1” x 5.1” x 25.5”
  • 4U dengan dimensi 19” x 7” x 17.8” 19” x 7” x 26.4”
  • 5U dengan dimensi 19” x 8.34” x 19.67” x 19.1” x 8.75” x 26.4”
  • 6U dengan dimensi 19” x 10.5” x 19.5”
  • 7U dengan dimensi 17” x 12.2” x 19.8”
Kami memastikan Kabel anda terstruktur dan bekerja optimal.
Kami juga memastikan data center dan ruang server anda bekerja optimal.

Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
CONTACT US : dcim@dayaciptamandiri.com

Apa itu Rack PDU (Power Distribution Units ) ?

 

Rack Power Distribution Units (rPDUs) adalah penghubung terakhir dalam power chain dan memastikan pengiriman daya kritis ke beban IT. RPDU dirancang untuk mendistribusikan daya ke semua jenis peralatan TI di dalam pusat data.


RPDU tidak menghasilkan daya melainkan mendistribusikan daya dari sumber daya yang tersedia. Dalam lingkungan pusat data yang khas, rPDU terhubung ke Unit Distribusi Daya (PDU) hulu yang biasa disebut sebagai PDU lantai. PDU lantai mendistribusikan daya dari utilitas selama operasi normal. Selama pemadaman, catu daya tak terputus (UPS) mengambil beban daya sementara generator naik untuk mulai menyediakan daya ke fasilitas. PDU lantai mirip dengan panel pemutus sirkuit di rumah Anda dan memecah daya yang tersedia menjadi sirkuit sehingga listrik dapat didistribusikan ke seluruh fasilitas. Generator digunakan untuk redundansi jika daya utilitas hilang. Daya disalurkan melalui fasilitas dari PDU lantai, dan rPDU terhubung ke hilir.

RPDU mampu memantau, mengelola, dan mengontrol konsumsi daya ke beberapa perangkat di lingkungan pusat data. Ini dapat mendistribusikan listrik dalam jumlah besar dan dapat diakses melalui jaringan lokal atau jarak jauh. Untuk memenuhi kebutuhan pusat data yang selalu berubah, rPDU dapat mengakomodasi kepadatan daya yang lebih tinggi dan tahan terhadap suhu yang lebih tinggi. Untuk menghindari gangguan distribusi daya dasar, beberapa rPDU dapat dengan mudah ditingkatkan dan diservis tanpa perlu melepas daya dari perangkat yang terhubung. Fitur-fitur ini meminimalkan waktu henti dan membawa dukungan yang disediakan produsen untuk memenuhi Perjanjian Tingkat Layanan (SLA).

Mengapa Rack PDU penting?

Karena lingkungan pusat data menjadi lebih dinamis dan kompleks, banyak organisasi memberi tekanan pada manajer pusat data untuk meningkatkan ketersediaan sekaligus mengurangi biaya dan meningkatkan efisiensi. Server dan peralatan jaringan dengan kepadatan tinggi generasi berikutnya telah meningkatkan permintaan akan kepadatan rak yang lebih tinggi dan persyaratan daya fasilitas secara keseluruhan. Meskipun kepadatan di bawah 10kW per rak tetap menjadi norma, penerapan pada 15kW adalah tipikal di fasilitas skala besar - dan beberapa bahkan mendekati 25kW. Konfigurasi kepadatan tinggi memberikan tingkat kinerja dan kapasitas yang lebih baik, tetapi hal ini menciptakan kebutuhan untuk penyaluran daya yang lebih efektif. Hasilnya, fitur dan fungsionalitas yang tersedia pada rPDU menjadi semakin penting untuk mencapai distribusi daya yang efisien untuk merespons perubahan kapasitas dan kepadatan pusat data.

Memilih Rack PDU

Saat memilih rPDU Anda, mulailah dengan pertanyaan dasar berikut:
  • Apa kebutuhan daya Anda?
  • Apakah Anda ingin memasang rPDU secara vertikal atau horizontal?
  • Tingkat pemantauan atau manajemen daya apa yang Anda butuhkan?
Persyaratan Daya
Pertanyaan terpenting saat memilih rPDU adalah menentukan kebutuhan daya yang diperlukan untuk peralatan TI penting yang akan disambungkan. Bergantung pada pusat data, manajer pusat data mungkin terbatas pada daya yang tersedia. Sementara dalam situasi lain, manajer pusat data mungkin dapat menentukan daya apa yang dikirimkan ke rak. Jika manajer pusat data memiliki kemampuan untuk memutuskan daya yang tersedia, dia harus menentukan perkiraan kW yang diperlukan untuk peralatan yang sedang atau akan digunakan. Daya yang dibutuhkan akan menyediakan daya minimum yang diperlukan untuk peralatan di rak yang memungkinkan manajer pusat data menentukan dengan tepat konfigurasi daya rPDU yang diperlukan.

Di sisi lain, jika pengelola pusat data terbatas pada daya yang sudah tersedia, dia perlu mengidentifikasi jenis stopkontak yang perlu dihubungkan dengan rPDU. Bergantung pada daya yang tersedia, kepadatan kabinet dapat dibatasi atau rPDU tambahan perlu dipasang di kabinet yang sama untuk mencapai kapasitas daya yang diperlukan untuk peralatan yang dipasang.

Konfigurasi Daya
Ada banyak opsi konfigurasi daya rPDU dan apa yang tersedia akan berbeda bergantung pada wilayah global unit akan dipasang. Ampere dan voltase yang berbeda serta opsi daya satu fase dan tiga fase tersedia. Pusat data dapat memiliki daya satu fase atau tiga fase yang didistribusikan ke seluruh fasilitas. Daya satu fase lebih umum digunakan di rumah dan bisnis kecil tetapi juga dapat didistribusikan di pusat data dari sumber daya tiga fase. Banyak pusat data kepadatan tinggi mendistribusikan daya tiga fase ke seluruh pusat data karena lebih efisien dan mendukung kepadatan yang lebih tinggi.

Menentukan yang terbaik bergantung pada daya yang tersedia dan kebutuhan daya peralatan yang terhubung. RPDU tersedia dengan opsi daya yang berbeda (fase tunggal 100V hingga 240 / 415V tiga fase) dan peringkat arus (10A hingga 120A).

Pemasangan Horizontal vs Pemasangan Vertikal
Rack PDU dipasang secara horizontal atau vertikal, di dalam atau di luar kandang rak. RPDU horizontal dipasang di dalam rak dan memakan tempat, biasanya ruang rak 1U atau 2U dan memiliki 8-16 saluran keluar. RPDU yang dipasang vertikal dapat menampung hingga 54 outlet. Mereka dipasang di bagian belakang atau samping kandang rak sehingga tidak menempati ruang pemasangan peralatan penting di dalam rak. Memahami ruang pusat data dan peralatan TI Anda sebelum memilih opsi pemasangan untuk rPDU dapat membantu menghemat biaya, waktu, dan ruang.

Jenis Rak PDU
Sebuah rPDU dapat diklasifikasikan sebagai dasar, terukur, dipantau, atau dialihkan. Pada intinya, rPDU menawarkan distribusi daya yang andal di rak sementara rPDU yang lebih cerdas menambahkan kemampuan pemantauan jarak jauh, manajemen energi, dan platform desain bukti masa depan.

Fitur Umum dari Rack PDU
Fungsi utama rPDU adalah memastikan daya kritis disalurkan ke peralatan TI. RPDU cerdas dan adaptif saat ini telah melampaui distribusi daya, menawarkan fitur untuk meningkatkan ketangkasan, efisiensi, dan ketersediaan bisnis. Saat memilih rPDU,
Pada dasarnya PDU (Power Distribution Unit untuk Server Rack) ini berfungsi sebagai media perangkat yang sudah dirancang atau didesain dengan beberapa output untuk digunakan sebagai pendistribusian listrik. PDU server rack biasanya digunakan pada rak komputer dan juga terletak pada peralatan jaringan di pusat data.


Kami memastikan Kabel anda terstruktur dan bekerja optimal.
Kami juga memastikan data center dan ruang server anda bekerja optimal.

Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
CONTACT US : dcim@dayaciptamandiri.com

Pengertian dan Fungsi Wiring Management atau Cable management

 
Manajemen kabel mengacu pada manajemen kabel listrik atau optik dalam lemari atau instalasi. Istilah ini digunakan untuk produk, pengerjaan atau perencanaan. Kabel dapat dengan mudah menjadi kusut, membuatnya sulit untuk digunakan, terkadang mengakibatkan perangkat tidak sengaja terlepas saat seseorang mencoba untuk memindahkan kabel. Kasus seperti itu dikenal sebagai "spageti kabel", segala jenis diagnosis masalah dan pembaruan di masa mendatang untuk penutup semacam itu bisa sangat sulit.

Manajemen kabel mendukung dan berisi kabel selama pemasangan, dan membuat perawatan selanjutnya atau perubahan pada sistem kabel menjadi lebih mudah. Produk seperti baki kabel , tangga kabel, dan keranjang kabel digunakan untuk mendukung kabel melalui jalur kabel.

Wiring Management atau Cable management
Berfungsi untuk merapikan cable belakang yg menuju ke modular RJ45, cable power/listrik, bisa di set horizontal bisa di set vertical.

Beberapa Fitur Wiring Management :
  • Mengatur dan mengelola pcable patch dengan mudah
  • Ringan namun tahan lama dan mudah dipasang
  • Penutup engsel ganda yang unik memungkinkan akses kabel yang mudah
  • Jari yang fleksibel memudahkan pemasangan, pelepasan, dan perawatan kabel
  • Jarak antar jari yang ditingkatkan mengakomodasi Kabel CAT6 yang lebih lebar
  • Tepi bundar melindungi kabel dari sobekan dan kerusakan
  • Mudah dipasang ke unit rak standar 19 "untuk kenyamanan
  • Termasuk perangkat keras yang diperlukan: penutup dan sekrup pemasangan # 12-24 & M6
Kami memastikan Kabel anda terstruktur dan bekerja optimal.
Kami juga memastikan data center dan ruang server anda bekerja optimal.

Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
CONTACT US : dcim@dayaciptamandiri.com

Friday, November 20, 2020

Mengenal Bagian-bagian pada AC Presisi dan Sistem Konfigurasinya

 

Secara umum, sistem AC presisi memiliki 6 sistem kesatuan (unitary system). Masing-masing sistem kesatuan memiliki bagian yang berbeda-beda dan sistem konfigurasi yang berbeda pula. Inilah yang nantinya membedakan proses pemasangan oleh jasa instalasi AC presisi untuk ruang data center Anda. Selengkapnya, simak ulasan berikut ini!

    1. Air Cooled Unitary System

Sistem kesatuan berpendingin udara memiliki 3 komponen utama yakni unit AC, perpipaan dan kondensor berpendingin udara. Sistem refrigerasinya terbagi menjadi 2 yakni AC yang berada di dalam ruangan dan heat rejection unit yang berada di luar.


Pada sistem ini, kompresor bisa diletakkan di dalam atau di luar perangkat. Namun, untuk keamanan dan perawatan yang lebih mudah, kompresor umumnya ditempatkan pada unit indoor. Per kompresor terdapat 2 pipa refrigeran yang menghubungkan dua bagian sistem. Desain perpipaan refrigeran sangat penting karena harus mampu mengatasi kehilangan tekanan dan kecepatan refrigeran.

Untuk proses pemasangan, Anda memerlukan teknisi ahli yang berpengalaman. Sistem ini cocok untuk Anda yang memerlukan ruang penyimpanan dengan kebutuhan banyak unit sekaligus. Bisa juga diterapkan untuk perluasan instalasi. Hal ini memungkinkan karena masing-masing modul merupakan unit yang berdiri sendiri.

    2. Water Cooled Unitary System

Unit AC presisi berpendingin air terdiri dari 4 komponen utama yakni unit AC, pump package, sistem perpipaan dan cooling tower. Unit AC merupakan sistem pendingin lengkap yang mandiri dan diletakkan di dalam ruangan. Sementara itu panas dibuang ke suplai air pendingin melalui penukar panas di unit dalam ruangan. Air pendingin kemudian biasanya dipompa ke cooling tower dan diedarkan kembali melalui sistem perpipaan ke seluruh komponen AC. Anda juga bisa menggunakan sumber air lain seperti air sumur untuk sistem pendingin.

Cooling tower harus dirancang dengan redundansi dan tersedia sumber air cadangan untuk keperluan darurat. Selain itu, pengolahan air juga diperlukan saat cooling tower digunakan. Dibanding sistem perpipaan refrigeran, pipa untuk water cooled unitary system ini lebih mudah dipasang.

    3.Glycol Cooled Unitary System

Glikol atau etilen glikol merupakan bahan kimia yang banyak digunakan dalam aplikasi komersial dan industri termasuk untuk kebutuhan antibeku dan pendingin. Selain menjaga mesin mobil agar tidak beku di musim dingin, glikol juga bisa digunakan untuk sistem pendingin dalam AC presisi.

Sistem kesatuan berpendingin glikol terdiri dari 4 komponen utama yakni unit AC, pump package, sistem perpipaan dan dry cooler. Unit AC biasanya ditempatkan di dalam ruangan (bentuknya mirip dengan sistem berpendingin air). Larutan glikol disirkulasikan sebagai pengganti air dan ditukar di dry cooler yang berada di luar ruangan.

Dibandingkan dengan cooling tower pada sistem berpendingin air, perawatan dry cooler jauh lebih murah. Beberapa unit AC juga dapat dihubungkan ke satu dry cooler besar di luar ruangan.

    4.Free Cooling Glycol Unitary System

Dari segi komponen, produk satu ini identik dengan sistem berpendingin glikol. Hanya saja ada tambahan kumparan free-cool untuk menghemat energi. Ketika suhu di luar turun, larutan glikol dingin dialirkan melalui kumparan free-cool tambahan dan pendinginan dapat dilakukan tanpa menjalankan kompresor. Agar semakin hemat, carilah sistem yang menggunakan kumparan free-cool yang lebih besar.

    5.Supplementary Chilled-water Coil

Konfigurasi sistem kumparan air dingin tambahan ini memiliki kumparan air dingin tambahan yang dimasukkan ke dalam sistem DX untuk melengkapi unit. Unit dapat beroperasi sebagai sistem air dingin dengan cadangan DX modular 100% seandainya terjadi situasi darurat.

Unit juga dapat bertindak sebagai sistem DC dengan cadangan air dingin pusat dan menggunakan air dingin jika tersedia. Seandainya chiller beroperasi untuk mendukung proses operasional manufaktur di pabrik selama musim panas, pergantian ke sistem DX dapat dilakukan apabila air dingin tidak lagi tersedia.

    6.Chilled Water Unitary System

Unit AC yang berada di dalam ruangan berisi kontrol, kumparan air dingin, katup kontrol air dingin, blower, filter, humidifier dan reheat. Suhu air harus setinggi mungkin untuk menjaga rasio panas sensitif yang tinggi (8 derajat Celsius atau lebih). Agar bisa beroperasi sepanjang tahun, central plant harus didinginkan.

Perlu diingat bahwa biaya untuk pemasangan maupun perawatan AC presisi yang digunakan untuk ruangan teknologi bisa 10 kali lebih besar dibanding perawatan AC comfort atau AC biasa. Ini karena AC presisi memang didesain untuk beroperasi terus menerus tanpa ada batasan waktu dan musim. Karena jam operasional yang tidak berhenti, tingkat panas dalam ruangan terus bertambah sehingga memerlukan kerja yang lebih keras dari mesin pendingin.

Tapi jika kedua jenis AC sama-sama Anda gunakan untuk ruangan teknologi, maka AC presisi jelas menelan biaya yang lebih sedikit. Ini karena AC presisi menggunakan sistem bawah lantai yang memiliki rasio panas tinggi serta mampu menghilangkan dehumidifikasi berlebihan. Tidak hanya itu, dengan kumparan yang besar, tingkat CFM yang tinggi, serta rasio efisiensi energi pendinginan sensitif yang lebih tinggi dari AC comfort membuat AC presisi lebih menonjol sebagai pendingin ruang teknologi.
Sumber : https://www.npspemuda.co.id/

Kami membantu Anda untuk :
1. Desain Ruang Server
2. Perapihan Ruang Server
3. Perapihan Kabel - Rak - Tray
4. Pendokumentasian / Pelabelan Kabel
5. Pemasangan PAC / AC Split / AC Standing
6. Pemasangan Fire Extinguisher (FirePro / FM200)
7. Pemasangan Fire Stopper
8. Pemasangan Raised Floor
9. Pemasangan Environment Monitoring System (EMS)
10.Pemasangan PABX (IP/Hybrid)
11.Pemasangan Switch, Router, Firewall
12.Pemasangan NOC System (NMS)
13.Pemasangan PA System
14.Perawatan / Maintenance PAC System
15.Perawatan / Maintenance FM200 System
16.Perawatan / Maintenance FirePro / Aerosol System

Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
CONTACT US : dcim@dayaciptamandiri.com

Thursday, November 19, 2020

Pilot Lamp Indikator Panel Listrik

Mungkin anda sudah jika pernah merakit atau wiring sebuah panel listrik untuk sebuah industri maupun personal, pasti pilot lamp ini selalu ada di sebuah panel listrik.
Pilot lamp adalah sebuah lampu indikator yang menandakan jika pilot lamp ini menyala, maka terdapat sebuah aliran listrik masuk pada panel listrik tersebut.

Pilot Lamp merupakan sebuah bagian penting dari Komponen Panel Listrik.

Prinsip Kerja Pilot Lamp

Pilot lamp bekerja ketika ada tegangan masuk ( Phase - Netral ) dengan menyalanya sebuah lampu atau led pada pilot lamp.

Tegangan Kerja Pada Pilot Lamp

Pilot Lamp sekarang banyak sekali macamnya dahulu menggunakan bolam atau dop dan sekarang sudah eranya sebuah teknologi LED. Yang mempunyai kelebihan lebih terang dan hemat energi.
Dari LED tersebut mempunyai banyak tegangan kerja untuk bisa menyalakan sebuah pilot lamp.
  • 24 V AC/DC
  • 110 … 120 V AC
  • 230 … 240 V AC

Pilihan Warna pada Pilot Lamp

Warna sangat berpengaruh untuk memudahkan manusia untuk menganalisa sebuah informasi, dalam pilot lamp ada beberapa warna yang sudah distandartkan untuk sebuah indikator panel listrik. Berikut macam-macam warna pada pilot lamp.
  • Putih
  • Hijau 
  • Merah 
  • Jingga atau kuning
  • Biru
Warna diatas sering kali digunakan oleh panel maker, berikut contoh pengguna'an warna pilot lamp pada industri.




Indikator Phase R, S, T pada panel distribusi
  • R menggunakan lampu led warna Merah 
  • S menggunakan lampu led warna Kuning
  • T menggunakan lampu led warna Hijau
Diameter Lubang Pilot Lamp
Terdapat diameter lubang yang bisa disesuaikan berikut beberapa diameter umum pada pilot lamp.
  • Ø 22 mm 
  • Ø 25 mm
  • Ø 30 mm
  • Ø 30.5 mm
Feature Pilot Lamp
  • Conformity with IEC, UL, CSA standards
  • CE marking
  • IP 65, NEMA 4 dust and damp proofing
  • “Protected LED” illuminated lens units
  • Low-load electrical contact
  • Screw clamp connection, pins for printed circuit
  • Insulation displacement connector
  • Complete products
Wiring Pilot Lamp
Wiring Pilot Lamp pada Kontak N/O atau N/C pada kontaktor

Sumber : https://www.plcdroid.com/

Kami memastikan Kabel anda terstruktur dan bekerja optimal.
Kami juga memastikan data center dan ruang server anda bekerja optimal.

Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.

Tuesday, November 17, 2020

Mengenal Teknologi Fiber Optik (Serat Optik)

 Apa itu fiber optik ?

Fiber Optik adalah saluran transmisi atau sejenis kabel yang terbuat dari kaca atau plastik yang sangat halus dan lebih kecil dari sehelai rambut, dan dapat digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain. Sumber cahaya yang digunakan biasanya adalah dari sinar laser atau LED.

Kabel ini memiliki diameter lebih kurang 120 mikrometer. Sinar cahaya yang terdapat didalam kabel serat optik ini tidak keluar karena indeks bias dari kaca lebih besar dari pada indeks bias dari udara, karena laser tersebut memiliki  spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi dari kabel fiber optik ini sangat tinggi sehingga kabel fiber optik ini sangat bagus digunakan untuk saluran komunikasi.

Perkembangan teknologi fiber optik saat ini, telah menghasilkan pelemahan (attenuation) kurang dari 20 decibels (dB)/km. Dengan lebar jalur (bandwidth) yang besar, maka mampu dalam mentransmisikan data sangat banyak dan tranmisinya yang cepat dibandingan dengan penggunaan kabel konvensional. Dengan demikian fiber optik ini sangat cocok digunakan terutama dalam aplikasi sistem telekomunikasi.
Sekitar 20 tahun yang lalu, kabel fiber optik telah memngambil alih dan mengubah wajah teknologi industri telepon jarak jauh maupun industri automasi dengan pengontrolan jarak jauh. Serat optik juga memberikan peranan besar membuat Internet dapat digunakan di seluruh dunia. Pada tahun 1997 fiber optik menghubungkan seluruh dunia, Fiber-Optic Link Around the Globe (FLAG) menjadi jaringan kabel terpanjang di seluruh dunia yang menyediakan infrastruktur untuk generasi internet terbaru.

Kelebihan Fiber Optik
- Bandwidth sangat besar dengan kecepatan transmisi mencapai gigabit-per detik dan menghantarkan informasi jarak jauh tanpa pengulangan
- Biaya pemasangan dan pengoperasian yang rendah serta tingkat keamanan yang lebih tinggi
- Ukuran kecil dan ringan, sehingga hemat pemakaian ruang
- Kebal terhadap gangguan elektromagnetik dan gangguan gelombang radio
- Tidak ada tenaga listrik dan percikan api
- Tidak berkarat

Kekurangan Fiber Optik
- Instalasinya yang mahal
- Dispersi dapat mempengaruhi volume informasi yang dapat diakomodasi.
- Tidak seperti halnya dengan kawat, fiber juga lebih sulit untuk disambung.
- Sambungan akhir dari kabel fiber harus benar-benar akurat untuk menghindari rugi - rugi (loss) transmisi.
- Komponen FO mahal dan membutuhkan biaya ekstra dalam pengaplikasian yang lebih spesifik.

Cara Kerja Fiber Optik

Pada prinsipnya fiber optik memantulkan dan membiaskan sejumlah cahaya yang merambat di dalamnya. Efisiensi dari serat optik ditentukan oleh kemurnian dari bahan penyusun gelas/kaca. Semakin murni bahan gelas, semakin sedikit cahaya yang diserap (loss akibat absorbtion material) oleh fiber optik.
Untuk mengirimkan percakapan-percakapan telepon atau internet melalui fiber optik, sinyal analog di ubah menjadi sinyal digital. Sebuah laser transmitter pada salah satu ujung kabel melakukan modulasi salah satunya dengan teknik on/off untuk mengirimkan setiap bit sinyal. System fiber optik modern dengan single laser bisa mentransmitkan jutaan bit/second. Atau bisa dikatakan laser transmitter on dan off jutaan kali /second.
Sebuah kabel fiber optics terbuat dari serat kaca murni, sehingga meski panjangnya berkilo-kilo meter, cahaya masih dapat dipancarkan dari ujung ke ujung lainnya. dengan batas maksimal 40 km untuk fiber dengan jenis single mode, 10 km untuk fiber dengan jenis multimode dan 25 - 30 km untuk jenis fiber multimode graded index.
Helai serat kaca tersebut didesain sangat halus, ketebalannya kurang dari tebal rambut manusia. Helai serat kaca dilapisi oleh 2 lapisan plastik dengan melapisi serat kaca dengan plastik atau disebut claddding (pembungkus), akan didapatkan equivalen sebuah cermin disekitar serat kaca. Cermin ini menghasilkan total internal reflection (refleksi total pada bagian dalam serat kaca). Untuk lebih jelasnya, saksikan video berikut ini





Reliabilitas dari serat optik dapat ditentukan dengan satuan BER (Bit error rate). Salah satu ujung serat optik diberi masukan data tertentu dan ujung yang lain mengolah data itu. Dengan intensitas laser yang rendah dan dengan panjang serat mencapai beberapa km, maka akan menghasilkan kesalahan. Jumlah kesalahan persatuan waktu tersebut dinamakan BER. Dengan diketahuinya BER maka, Jumlah kesalahan pada serat optik yang sama dengan panjang yang berbeda dapat diperkirakan besarnya.

Komponen komponen fiber optik
Sebuah sistem komunikasi tentu tidak hanya didukung oleh satu dua komponen atau perangkat saja. Di dalamnya pasti terdapat banyak sekali paduan komponen yang saling bekerja sama satu dengan yang lainnya. Perpaduan dan kerja sama tersebut akan menghasilkan banyak sekali manfaat bagi berlangsungnya transfer informasi. Dengan demikian, jadilah sebuah sistem komunikasi.
Di dalamnya terdapat proses modulasi agar sinyal-sinyal informasi yang sebenarnya dapat dimungkinkan dibawa melalui serat optik. Dan setibanya di lokasi tujuan, proses demodulasi akan terjadi untuk membuka informasi aslinya kembali. Jika berjalan dalam jarak yang jauh maka penguat sinyal pasti dibutuhkan.

Proses komunikasi pada sistem fiber optik juga mengalami hal yang sama seperti sistem komunikasi yang lainnya. Lima komponen utama dalam sistem komunikasi fiber optik adalah sebagai berikut:

1. Cahaya pembawa informasi
Inilah sumber asal-muasal terjadinya sistem komunikasi fiber optik. Cahaya, komponen alam yang memiliki banyak kelebihan ini dimanfaatkan dengan begitu pintarnya untuk membawa data dengan kecepatan dan bandwidth yang sangat tinggi. Semua kelebihan dari cahaya seakan-akan dimanfaatkan di sini. Cahaya yang berkecepatan tinggi, cahaya yang kebal terhadap gangguan-gangguan, cahaya yang mampu berjalan jauh, semuanya akan Anda rasakan dengan menggunakan media fiber optik ini.

2. Optical Transmitter (Pemancar)
Optical transmitter merupakan sebuah komponen yang bertugas untuk mengirimkan sinyal-sinyal cahaya ke dalam media pembawanya. Di dalam komponen ini terjadi proses mengubah sinyal-sinyal elektronik analog maupun digital menjadi sebuah bentuk sinyal-sinyal cahaya. Sinyal inilah yang kemudian bertugas sebagai sinyal korespondensi untuk data Anda. Optical transmitter secara fisik sangat dekat dengan media fiber optic pada penggunaannya. Dan bahkan optical transmitter dilengkapi dengan sebuah lensa yang akan memfokuskan cahaya ke dalam media fiber optik tersebut.

Sumber cahaya dari komponen ini bisa bermacam-macam. Sumber cahaya yang biasanya digunakan adalah Light Emitting Dioda (LED) atau solid state laser dioda. Sumber cahaya yang menggunakan LED lebih sedikit mengonsumsi daya daripada laser. Namun sebagai konsekuensinya, sinar yang dipancarkan oleh LED tidak dapat menempuh jarak sejauh laser. Umumnya penggunaan LED atau laser bergantung pada beberapa kompenen seperti jenis serat fibernya dan perangkat penerimanya (photodetector).

3. Kabel Fiber optik
Komponen inilah yang merupakan pemeran utama dalam sistem ini. Terdapat beberapa jenis kabel fiber optik, seperti kabel feeder, kabel distribusi, kabel drop, dan kabel indoor. Tugas utama dari kabel fiber optik yaitu bertugas untuk memandu cahaya-cahaya tadi dari lokasi asalnya hingga sampai ke tujuan. Kabel fiber optic secara konstruksi hampir menyerupai kabel listrik, hanya saja ada sedikit tambahan proteksi untuk melindungi transmisi cahaya, biasanya dilapisi pipa PVC atau disebut armored cable. Biasanya kabel fiber optic juga bisa disambung, namun dengan proses yang sangat rumit. Proses penyambungan kabel ini sering disebut dengan istilah splicing dengan menggunakan alat bernama fusion splicer.

4. Optical regenerator / amplifier / repeater
Optical regenerator atau dalam bahasa Indonesianya penguat sinyal cahaya, sebenarnya merupakan komponen yang tidak perlu ada ketika Anda menggunakan media fiber optik dalam jarak dekat saja.
Sinyal cahaya yang Anda kirimkan baru akan mengalami degradasi dalam jarak kurang lebih 1 km. Maka dari itu, jika Anda menggunakannya dalam jarak jauh, komponen ini menjadi komponen utama juga. Biasanya amplifier disambungkan di tengah-tengah media fiber optik untuk lebih menguatkan sinyal-sinyal yang lemah. Penggunaan amplifier ini umumnya bergantung pada jenis kabel seperti yang sudah disebutkan diatas dan juga kondisi alam sekitar.

5. Optical receiver / Photodetector (Penerima)
Optical receiver memiliki tugas untuk menangkap semua cahaya yang dikirimkan oleh optical transmitter. Setelah cahaya ditangkap dari media fiber optic, maka sinyal ini akan didecode menjadi sinyal-sinyal digital yang tidak lain adalah informasi yang dikirimkan. Setelah didecode, sinyal listrik digital tadi dikirimkan ke sistem pemrosesnya seperti misalnya ke televisi, ke perangkat komputer, ke telepon, dan banyak lagi perangkat digital lainnya. Biasanya optical receiver ini adalah berupa sensor cahaya seperti photocell atau photodiode yang sangat peka dan sensitif terhadap perubahan cahaya. Secara umum terdapat 2 photodetector yang digunakan yaitu Positive-Intrinsic-Negative (PIN) Photodiode dan Avalance photodiode (APD). Penggunaan kedua diode ini bergantung jenis transmitter (Laser / Diode) , jenis kabel fiber, dan juga kondisi lingkungan.

Perkembangan terkini


Sistem terbaru transmitter laser dapat mentransmitkan warna-warna yang berbeda untuk mengirimkan beragam sinyal digital dalam fiber optics yang sama sehingga jumlah data yang dikirim akan semakin besar berkali lipat. Yang juga dikenal dengan istilah teknologi Dense Wavelength Division Multiplexing (DWDM). teknologi ini memungkinkan untuk transmisi beberapa panjang gelombang dan memultiplexkan (Menggabungkan) panjang gelombang - panajng gelombang tersebut kedalam satu buah serat fiber, sehingga kapasitas yang dapat dikirimkan oleh satu serat fiber menjadi luar biasa banyak daripada tanpa menggunakan teknologi DWDM.

Sekian penjelasan singkat tentang teknologi Fiber optik.
Kami memastikan Kabel anda terstruktur dan bekerja optimal.

Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
CONTACT US : dcim@dayaciptamandiri.com

Monday, November 16, 2020

Fungsi dan Cara Setting MCCB ( Moulded Case Circuit Breaker )

Mengulas lebih dalam tentang MCCB - dunia listrik sangat banyak sekali peralatan listrik sebagai pengaman untuk keselamatan dari bahaya listrik maupun untuk mengamankan sebuah motor dan peralatan listrik lainya dari bahaya short circuit.

Apa itu MCCB ?

MCCB adalah singkatan dari Moulded Case Circuit Breaker, sebagai pengaman terjadinya hubung singkat short circuit dan beban lebih overload agar tidak terjadinya kerusakan pada motor listrik maupun kebakaran yang disebabkan oleh short circuit yang selalu menimbulkan bunga api.

MCCB biasanya digunakan oleh industri karena MCCB hanya untuk pengaman listrik 3 phase, dan motor listrik industri juga menggunakan listrik 3 phase, jadi jika anda ingin bertemu apa itu namanya mccb dan dan digunakan untuk apa mampir deh pabrik terdekat dan minta tolong untuk dilihatkan apa itu mccb.

Pole MCCB

Mccb memiliki macam – macam pole: 1 Pole, 2 Pole, 3 Pole, 4 Pole
Mccb memiliki macam – macam kA: 36kA, 50kA, 85kA, 100kA

Karakter MCCB
- Hanya menggunakan 3 phase.
- Nilai Ampere lebih dari 100A dan maksimum 1000A
- 50 / 60 Hz
- Menggunakan Thermal Magnetic
- Fixed atau adjudment jadi, setinganya bisa diatur atau tidak jika memilih fixed

Cara Membaca Nameplate Spesifikasi MCCB
1.Type Device – tipe produk mccbnya.
2.Ui – rate insulated Voltage
3.Uimp – rate impulse withstand voltage
4.Ics – service breaking capacity, nilai ampere dari mccbnya.
5.Icu – ultimate breaking capacity, ini adalah kemampuan ampere yang bisa diterima saat hubung singkat (kA)
6.Ue – operational operation, voltage yang dianjurkan.
7.Color label – Mengidentifikasi kapasitas kelas breaking
8.Circuit breaker – Simbol diskonektor
9.Standart referensi
10.Standart utama tergantung dengan perangkat MCCB

Dari name plate diatas yang penting dan paham untuk anda cermati dan melihat adalah pada bagian Type Device, Ics, Icu, dan Ue karena mencapku mulai dari ampere yang diijinkan dan voltage yang diperbolehkan.

Cara Setting MCCB Schneider

1. Magnetic trip (MA)
2. Thermal Magnetic Trip (TM)\
3. Micrologic 1.3
4. Micrologic 2.0
5. Micrologic 5/6

Dari 4 jenis module tipe trip diatas akan saya ajarkan kepada anda satu persatu untuk settingnya, bisa anda lihat untuk MA adalah tipe trip yang murah dan sedehana dan paling tinggi adalah tipe microloc 5 dan 6, ini harganya juga mahal tetapi fungsinya sangat lengkap.

Magnetic Trip (MA)
Untuk jenis trip MA atau bisa disebut magnetic trip hanya mendukung settingan short circuit untuk settingan ampere adalah fixed jadi in-nya fixed tidak bisa diubah, begini anda membeli mccb yang tipe MA rating amperenya adalah 100A jadi in=100A tidak bisa dirubah lagi. 

Im adalah Magnetic Protection Short Circuit, di gambar atas jenis mccbnya adalah MA220 yaitu 220A dan dapat di setting Imnya sampai 3100A dengan rumus : 
Im = In x Adjust selector
pada gambar diatas settinganya langsung menunjukan nilai amperenya yang sudah dikalikan In, biasanya saya menjumpai rangenya 6- 14, jadi In bisa dikalikan antara 9 - 14 untuk settingan Im, untuk waktunya itu tidak ada jadi lasung trip jleb. 

Thermal Magnetic Trip (TM)
Jenis trip TM ini mendukung untuk mengatur besarnya In / Ir tidak seperti jenis trip MA yang hanya Short Circuit saja. 
pada contoh diatas mccb yang dipilih adalah TM250D yang berkapasitas 250A, nah ini bisa disetting Ir-nya mulai dari 175A - 250A terdapat 4 step saja anda bisa settingnya. 

untuk Imnya anda bisa membaca penjelasanya pada bagian Trip jenis MA, disini saya jabarkan apaitu Ir, Ir adalah Thermal Protection yang berarti setting untuk overload , Ir ini mempunya range waktu antara 0.7 - 1 detik, ini fixed ya tidak bisa dirubah mungkin untuk micrologic 2.0 bisa dirubah.

Micrologic 1.3 
Jenis trip ini sama halnya dengan MA hanya mendukung settingan Im atau short circuit bedanya hanya di range yang panjang dan terdapat waktu jeda saat short circuit.

Isd adalah Short Current Protection, sama halnya dengan Im tetapi ini beda istilah saja karena membedakan antara menggunakan Micrologic 1.3 dan MA. 
Untuk Micrologic 1.3 ini mempunya waktu tunda 10 ms atau 0.1 detik.

Micrologic 2.0 
Nah Micrologic 2.0 ini lengkap untuk settingnya dan rangenya juga semakin banyak ada 9 step settingan jadi gini jika mempunya mccb 40A maka rangenya bisa diatur mulai 18A-40A  sesuai perkalian Ir.

Io, Setting Awal Ampere diatas menggunakan mccb 250A yang bisa disetting 9 step 100-250A.
nah dari 100 - 250A bisa disetting lagi lebih spesifik dengan mengatur Irnya.
Ir, Long Time Protection ( Overload ) ini yang menambah rangenya jadi banyak pilihan jadi tidak hanya Io.

Misal disitu terseting 100A dan Irnya bisa disetting 0.1 - 1 maka ampere yang didapatkan dari 100A adalah 40A, 45A, 50A, 55A, 63A, 70A, 80A, 90A, 100A.
dari penjelasan saya diatas pasti anda sudah paham untuk setting mccb merek schneider dengan micrologic 2.0

Micrologic 5 dan 6 
Micrologic 5 dan 6 ini jujur saya belum pernah setting dan belum pernah beli juga ini keluaran baru 2017 dari schneider, mungkin istilah saja yang akan saya jelaskan. 



Ir, Long Time Protection ( Overload )
Isd, Short Time Protection
Ig, Ground Fault Protection

Simbol MCCB 
Ini adalah simbil dari MCCB 3 Phase yang biasanya digunakan untuk wiring diagram, terdapat 2 garis pada simbil itu menunjukan pada garis pertama adalah untuk hubung singkat dan pada garis kedua adalah untuk beban lebih atau overlaod.







Perbedaan MCB dan MCCB 
MCCB
- Rating Amper antara 100 - 1000 A.
- Memiliki kA yang besar 36 - 100kA.
- Bisa disetting untuk Rating Amperenya.
- Terdapat tombol Reset
- Bentuknya yang besar


MCB
- Rating Ampere antara 2-100A
- kA hanya 4.5kA
- Tidak bisa disetting untuk Rating Ampere.
- Bentuknya yang kecil.
- Tidak ada tombol reset. 

Sekian artikel tentang circuit breaker yang saya bagi semoga bermanfaat dan terus belajar.

Kami memastikan Kabel anda terstruktur dan bekerja optimal.

Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
CONTACT US : dcim@dayaciptamandiri.com

Memahami MCB ( Miniature Circuit Breaker )

MCB biasanya sering anda temui pada setiap rumah di indonesia bakal setiap rumah wajib menggunakan peralatan listrik ini. 

Dahulu untuk pengaman listrik sebuah rumah masih menggunakan sekring, jika sekring ini trip maka kawat atau tembaga yang dialam akan putus dan harus menggantinya lagi, semakin canggih teknologi maka sakring sudah tidak digunakan lagi karena tidak efisien. 

Banyak sekali di indonesia ini terutama dengan terjadinya kebakaran rumah karena korsleting  atau Short Circuit, MCB lah peran penting untuk masalah ini tetapi banyak sekali orang indonesia yang lalai dan salah saat memilih mcb untuk PHB dirumahnya.

Pengertian MCB Circuit Braker

MCB atau Miniature Circuit Breaker adalah sebuah komponen listrik yang berguna untuk mengamankan beban lebih atau hubung singkat (Short Circuit) yang disebebkan oleh lonjakan listrik yang tidak disengaja maupun tidak disengaja.

Pengertian MCB 1 Fasa
Untuk pengertianya sama, mungkin anda bingung MCB 1 fhasa itu apa, maka cuman pada sebuah instalasi saja jadi, MCB 1 fhasa itu untuk mengamankan beban lebih dan hubung sikat tetapi hanya menggunakan instalasi 1 fasa, 220V dan Netral.

Pengertian MCB 3 Fasa
Suatu komponen listrik untuk mengamankan beban lebih (Overload) dan hubung singkat (short circuit) yang instalasinya menggunakan 3 Fasa yaitu R S T.

Fungsi MCB

MCB berfungsi sebagai pengaman beban lebih (Overload) dan hubung singkat (short circuit) yang disebabkan oleh ketidak sengajaan manusia dan disengaja oleh manusia.

Beban Lebih Overload adalah komponen listrik yang bekerja adanya listrik atau menggunakan listrik pasti membutuhkan listrik yang dikonsumsinya maka itu namanya beban, dari beban tersebut maka pengaman sangat diperlukan untuk menghindari sebuah kerusakan alat listrik seperti kulkas, tv, dll yang bisa menyebabkan timbulnya bunga api jika tidak di putus aliran listriknya. 

Bisa dikatakan Beban Lebih jika arus listrik yang dikonsumsi melebihi batas rating yang ditentukan oleh peralatan listrik, maka mcb ini akan bekerja dibawah rating maksimum alat listrik tersebut sehingga terhindardari namanya beban lebih yang mengakibatkan kerusakan pada peralatan listrik.

Contohnya anda mempunyai sebuah kulkas dengan rating ampere 1-4A, 4 menunjukan batas maksimum arus yang bisa dikonsumsi jika lebih dari 4A maka kulkas anda bisa rusak, dari sini anda harus memang mcb yang rating ampernya saat trip dibawah 4A untuk lebih amanya.

Hubung Singkat Adalah sebuah kejadian yang fatal untuk dunia listrik karena menimbulkan percikan bunga api, bunga api tersebut bisa besar tergantung bebanya jika beban semakin besar maka bunga api tersebut akan besar,

Hubung Singkat Short Circuit biasanya terjadi karena pertemuan antara fasa dengan netral atau ground, ini akan mempunya arus yang besar bisa lebih dari 20x dari beban listrik yang digunakan.

Prinsip Kerja MCB

Saya akan menjelaskan prinsip kerjanya bedasarkan fungsi dari MCB tersebut sebagai pengaman beban lebih dan hubung singkat, mungkin mcb biasanya cuman on dan off jika ada listrik padam dari pln tetapi MCB ini memliliki prinsip kerja yang penting yang harus anda ketahui.
MCB bekerja manual dengan menaiakan atau menurukan sebuah tuas toggle yang berasa ditengah-tengah mcb, jika pada posisi atas maka mcb tersebut ON, kebalikanya jika pada posisi bawah maka MCB tersebut OFF.

MCB bekerja saat terjadi beban lebih atau Overload terdapat sebuah bimetal dengan prinsip kerjanya jika suhu pada bimetal semakin panas maka bimetal yang sudah disetting dengan suhu tertentu akan lepas, sama halnya mcb bimetal tersebut mengukur suhu dari penampang alumunium pada mcb yang dilewati arus, jika beban tersebut besar dan arus semakin tinggi maka automatis menimbulkan sebuah panas pada batang alumunium tersebut dan akan trip saat suhu sudah tercapai oleh bimetal.
untuk resetnya biasanya tunggu hingga bimetal suhu kembali normal.

MCB bekerja saat terjadi Hubung Singkat ( Short Circuit ) dalam MCB ada sebuah coil yang berfungsi jika ada arus lebih yang sangat tinggi atau hubung singkat maka coil tersebut akan penuh dan melepas MCB nya menjadi off, biasanya jika terlalu tinggi arus yang diterima coil disebabkan hubung singkat MCB tersebut akan blanket, maka MCB tersebut akan rusak tidak bisa digunakan lagi.

Jenis-jenis MCB

Jenis mcb dibedakan berdasarkan ratingnya menurut saya karena rating semain tinggi harga juga semakin tinggi, rating ini disebut curve karena pembuat mcb ini menggambarkan sebuah grafik naik keatas mangkanya dinamakan curve. 
Untuk indonesia yang terutama digunakan pada rumah banyak yang memakai Curve C karena harga dan murah dan sudah bisa mengatasi hubung singkat yang rata - rata indonesia memakasi 900 W, berikut penjelasan tentang Curva MCB dengan In yang saya tentukan yaitu 10A.
Curve B
MCB ini mempunya retting dibawah 3 In, 3 x 10 = 30A maka hubung singkat yang bisa diatasai adalah 30A jika diatas 30A maka mcb akan rusak.
Curve C
MCB ini mempunya retting dibawah 5 -10, 10 x 10 = 100A maka hubung singkat yang bisa diatasai adalah 100A jika diatas 100A maka mcb akan rusak.
Curve D
MCB ini mempunya retting dibawah 10 -20, 20 x 10 = 200A maka hubung singkat yang bisa diatasai adalah 200A jika diatas 200A maka mcb akan rusak.

Bagian-bagian MCB












1. Actuator Lever atau toggle switch, sebagai On dan Off mcb selain itu berguna untuk indikasi jika mcb ini pada posisi on atau off.
2. Switch mekanis, berfungsi sebagai mekanik pemutus arus.
3. Kontak arus listrik sebagai penyambung dan pemutus arus listrik.
4. Terminal berfungsi sebagai tempat penyambungan kabel listrik ke MCB dengan model screw.
5. Bimetal, yang berfungsi sebagai thermal trip
6. Baut untuk kalibrasi sudah disetting oleh pabrikanya.
7. Solenoid. Coil atau lilitan yang berfungsi sebagai magnetic trip dan bekerja bila terjadi hubung singkat arus listrik.
8. Pemadam busur barah Jika terjadi percikan barah saat terjadi pemutusan atau pengaliran balik  arus listrik.

Tips 4 cara memilih MCB yang benar !
1. Pastikan anda mengetahui besar beban yang akan diamankan, jika anda mempunya beban 10A maka pakailah MCB yang 10A juga jika ingin aman maka pakailah yang 9A. 
2. Jika MCB dipakai di industri maka pilih yang KA nya tinggi,sebab ini yang menentukan MCB tersebut akan rusak jika terjadi hubung singkat.
3. Beli MCB  pada distributor resmi, karena sekarang banyak MCB yang abal-abal. 
4. Merek juga menentukan kualitas rating ampere yang tertara pada mcb, tidak sama dengan real. seperti ingin menggunakan mcb 50A dan beban 50A tetapi merk Luar lebih baik di lebihkan ke 60A, berdasarkan pengalaman dari teman. 

Artikel yang saya bagikan ini semoga bermanfaat bagi pembaca.
Kami memastikan Kabel anda terstruktur dan bekerja optimal.

Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
CONTACT US : dcim@dayaciptamandiri.com

Tuesday, November 10, 2020

Pengertian Dan Fungsi Optical Distribution Point Atau ODP

 

Memahami ODP Jaringan Akses Fiber Optik. Dikala ini telkom sudah gencar melaksanakan realisasi jaringan indihome fiber, yang mana teknologi yang digunakan oleh produk indihome merupakan teknologi jaringan GPON dengan mengadopsi media penghantar informasi suatu serat optik ataupun yang lebih diketahui dengan nama Fiber Optic( FO).

Hanya menegaskan kembali, kalau saat sebelum bergeser ke indihome, telkom mempunyai produk layanan internet yang diucap Speedy dengan memakai teknologi jaringan ADSL serta masih menggunakan media suatu suatu kawat tembaga bagaikan media penghantar informasi dan mempunyai kecapatan optimal sampai 5 Mbps.


Serta buat dikala ini pihak telkom sudah melaksanakan revolusi digital dengan mengusung produk yang bernama Indihome yang mencampurkan layanan Internet, IPTV, serta Telepon Rumah ataupun yang sering di dengar dengan layanan Triple Play Fiber Optic.

Share postingan kali ini hendak mangulas sebagian fitur jaringan yang digunakan buat menunjang layanan fiber optik sehingga secara tidak langsung bila perlengkapan ataupun fitur ODP tersebut telah terpasang di dekat tempat tinggal kamu, hingga di yakinkan kalau daerah kamu telah tercover oleh layanan internet dengan bandwidth kecepatan besar sampai lebih dari 100 Mbps.

Didalam jaringan fiber optik kita hendak memahami sebutan Fiber To The Home ataupun di pendek dengan sebutan FTTH yang ialah sesuatu akses jaringan yang menghubungkan antara pusat layanan dengan perlengkapan pelanggan dengan memakai fiber optik. 

Pengertian dan Fungsi ODP

ODP merupakan singkatan dari Optical Distribution Point yang ialah suatu fitur pendukung layanan fiber optik yang berperan bagaikan titik terminasi kabel drop optik ataupun tempat buat membagi satu core optic ke sebagian pelanggan( halte), serta ODP dibagi dalam sebagian tipe, ialah.

Optical Distribution Point merupakan tempat terminasi kabel yang mempunyai sifat- sifat tahan korosi, tahan cuaca, kokoh serta kuat dengan konstruksi buat dipasang diluar. ODP berfungsi bagaikan tempat instalasi sambungan jaringan optik single- mode paling utama buat menghubungkan kabel fiberoptik distribusi serta kabel drop. Fitur ODP bisa berisi optical pigtail, connectoradaptor, splitter room serta dilengkapi ruang manajemen fiber dengan kapasitas tertentu.

ODP dipasang wajib cocok dengan peruntukannya, ODP Pole cuma boleh dipasang pada tiang, ODP Pedestal dipasang pada permukaan tanah, ODP Wall dipasang pada bilik serta ODP Clousure cuma boleh dipasang pada kabel SCPT serta kabel SSW baik pada pertengahan gawang ataupun di dekat Tiang.Metode pemasangan ODP dengan metode memetik salah satu core dari kabel distribusi secara urut. Setelah itu core tersebut dimaskukan kedalam pasif, pasif yang biasa digunakan pada ODP ialah pasif 1/ 8. Sehingga pasif tersebut di split jadi 8.

Macam-Macam Jenis ODP

ODP Closure.
ODP Closure merupakan suatu kotak gelap yang terpasang pada kabel jaringan telepon utama SCPT serta kabel SSW, serta buat letak pemasangan dapat terletak dekat dengan tiang telepon atapun terpasang pada pertengahan kabel diantara 2 tiang telepon.






ODP Pole.

ODP Pole merupakan suatu kotak halte kabel fiber optik yang di pasang pada tiang kabel telepon yang berperan bagaikan tempat buat membagi core serat optic dari kabel utama ke pelanggan sehingga bila rumah kamu dekat dengan kotak ODP Pole/ ODP Wall hingga hendak lebih gampang bila mau mengajukan pemasangan jaringan indihome.

Gimana bila tempat tinggal kamu jauh dari ODP Pole ataupun berjarak lebih dari 100 m, hingga buat jadi pelanggan indihome kamu wajib membeli sendiri bonus kabel fiber( bila rumah kamu berjarak lebih dari 100 m dari Box ODP Pole).


ODP Pedestal.
ODP Pedestal merupakan suatu tabung yang berisi sambungan kabel fiber optik yang di taruh di atas tanah, serta biasanya ODP Pedestal ataupun ODP tanah di pasang di dekat komplek perumahan maupun zona perkantoran.

Itulah artikel yang dapat saya sampaikan mengenai pengertian dan fungsi Optical Distribution Point atau ODP pada kesempatan kali ini, jangan lupa untuk share artikel ini ke media sosial kalian terima kasih.

Kami memastikan Kabel anda terstruktur dan bekerja optimal.
Kami Melayani Perapihan Cabling.
Produk yang kami gunakan : Tyco AMP, Panduit, Netviel, LS-Cable, Rosenberger, Belden.

Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
CONTACT US : dcim@dayaciptamandiri.com

Wednesday, November 4, 2020

PRTG Solusi Cepat dan Efisien Bagi Perusahaan di Masa Pandemi Covid -19

 

PRTG merupakan produk dari Paessler (www.paessler.com)

PRTG telah banyak digunakan di berbagai perusahaan dan instansi , baik dari skala kecil hingga enterprise. Penggunaan PRTG dimulai dari tahun 2009 semenjak kami memegang produk ini.

Kami merupakan Platinum Partner PRTG sejak 2009, dengan prestasi implementasi di berbagai perusahaan dan instansi.

PRTG dihitung berdasarkan Sensor, bukan device. PRTG hanya mengambil informasi yang diperlukan sehingga penggunaan bandwidth lebih hemat. Itulah sebabnya perusahaan ISP , Telco memilih PRTG.

PRTG hanya menghitung Sensor, tidak ada Add-On. Semua sangat simple dan tepat dengan PRTG.
GET YOUR FREE TRIAL (klik disini)

Alat Monitoring Jaringan Populer

Terdapat banyak network monitoring tool yang dapat dijadikan pilihan network engineer. Pemilihan network monitoring tool harus disesuaikan dengan kebutuhan.

Aplikasi monitoring jaringan berkembang pesat di seluruh dunia. Perangkat lunak maupun utilitas baru dirilis setiap tahun untuk memfasilitasi manajemen jaringan dan infrastruktur IT. Ada banyak Network monitoring tool (alat monitoring jaringan) yang dapat menjadi pilihan network engineer. Pemilihan Network monitoring tool harus disesuaikan dengan kebutuhan.
Berikut adalah  Network monitoring tool paling populer yang kami sarankan :

PRTG Network Monitor dari Paessler

PRTG merupakan sebuah aplikasi monitoring jaringan yang dikenal karena kemampuannya yang canggih dalam mengelola insfrastruktur IT. Semua perangkat, sistem, traffic, dan aplikasi dalam jaringan bisa dengan mudah ditampilkan dalam hierarki antarmuka yang sangat mudah digunakan.

PRTG menggunakan teknologi seperti SNMP, WMI, SSH, Flows / Packet Sniffing, HTTP Request, REST API, ping, SQL. Hal ini dapat dikatakan, PRTG network monitoring application adalah pilihan ideal untuk perusahaan yang masih kurang pengalaman dalam network management.

Fitur paling unggul dari PRTG adalah kemampuannya untuk memonitor perangkat ke pusat data yang menggunakan aplikasi seluler. Sebuah QR code yang cocok dengan sensor label cetak akan dipasang ke pangkat fisik. Lalu, untuk memindai kode dan melihat informasi perangkat, gunakan aplikasi seluler dan kemudian ringkasan informasi perangkat akan segera muncul pada layar seluler.

Silahkan hubungi Tim kami untuk mendapatkan penawaran Terbaik terkait kebutuhan anda.
CONTACT US : dcim@dayaciptamandiri.com

Tuesday, November 3, 2020

FirePro Aerosol Fire Extinguishant System

 FirePro Aerosol Fire Extinguishant System.

FirePro adalah sistem pemadaman api kebakaran dengan menggunakan gas aerosol. Dengan menggunakan bahan condensed aerosol solid compound yang sudah di mendapatkan sertifikasi dari Underwriter Laboratories (UL). Yang mampu bertahan selama 15 tahun. Dengan hampir tidak ada penambahan biaya perawatan, karena kita hanya perlu mengadakan pemeriksaan jalur eketrikal saja.

Komponen Generator aerosol FirePro

Sistem aktifasi generator ada 3 yaitu :
  1. Secara Elektrik : menggunakan koneksi dengan BTA atau koneksi dengan panel kontrol rilis.
  2. Secara thermal : dihubungkan dengan Linear Heat Detector (LHD)
  3. Aktifasi sendiri : pada suhu 300°C Electrical Activator akan mengaktifasi generator. Ini adalah skema backup jika rangkain elektrikal tidak terputus baik karena aliran listrik terputus atau karena jalur perkabelan terputus.
Setelah itu FPC mengalami proses tranformasi secara Exothermic menjadi gas aerosol. Proses ini mengakibatkan suhu yang panas sekali hingga sekitar 800°C. Media pendingin dari bahan keramik akan menurunkan suhu gas aerosol hingga mendekati suhu ruangan. Sebelum akhirnya melewati discharge outlet untuk memadamkan api.

Keunggulan FirePro Aerosol Fire Extinguishant System.

A. Ramah Lingkungan (Green Technology)
Bahan FPC condensed aerosol yang bahan dasarnya Garam Potasium (Potassium Salts) tidak menimbulkan bahaya. Baik itu bahaya terhadap manusia maupun lingkungan. Oleh karena itu FirePro sudah mendapatkan telah disertitifikasi, terdaftar dan disetujui oleh Lembaga Sertifikasi Internasional.
– Tidak mengurangi lapisan Ozone
– Tidak menyebabkan global warming.
B. Pemadaman Cepat (Metode Memutus Reaksi Kimia)

Api dibentuk oleh 3 unsur utama yaitu : Bahan bakar, Oksigen dan Panas. Bahan pemadam api yang ada dipasaran saat ini umumnya memadamkan api dengan mengurangi salah satu unsurnya, seperti :
  • Mendinginkan : pemadam dengan bahan dasar air. Prinsip kerjanya dengan menyemprotkan air berusaha untuk mendinginkan panas hingga dibawah titik bakar dari bahan bakarnya.
  • Mengurangi Kadar Oksigen : pemadam bahan dasar gas. Prinsip kerjanya adalah dengan menambahkan gas yang akan menekan kadar O2 sehingga api padam.
  • Memutus Rantai Reaksi Kimia : FirePro Aerosol. Dengan menggunakan unsur Kalium yang merupakan unsur kimia yang stabil, maka akan mengikat radikal bebas dalam api, sehingga api cepat padam.
Untuk lebih jelasnya marilah kita perhatikan digram dibawah ini.

Bagian pertama kita lihat bahan bakar dan oksigen yang dipicu oleh panas yang menyababkan kebakaran. Kandungan dari api tidak lain adalah unsur radikal bebas yang teridiri dari, O, H dan OH.

Bagian kedua Generator FirePro yang diaktifkan menimbulkan 2 aksi : secara fisik gas akan menekan api, secara kimia bereaksi dengan unsur radikal bebas. Sementara itu energi dari api dimanfaatkan oleh unsur K yang akan menarik unsur OH yang merupakan unsur utamanya.

Bagian ketiga : Setelah unsur OH yang ada dalam api ditarik oleh unsur K dan membentuk KOH (Potassium Hydroxide), maka api sudah padam dalam hitungan detik. Selanjutnya senyawa KOH melakukan reaksi lanjutan menghasilkan O2 dan  K2CO3 (Potassium Carbonate) kembali.

C. Hampir Tanpa Residu. Garam potasium hasil akhir dari proses pemadaman sangat sedikit sekali, sehingga kita bisa menyapu atau mengelap property yang dilindungi. Bandingkan dengan gas FM200 yang perlu penanganan khusus untuk membersihkan.

Pemasangan FirePro Aerosol Fire Extinguishant System

1. Stand Alone (Berdiri sendiri)
Sistem ini digunkan untuk melindungi area yang perluasannya sempit. Seperti pada panel listrik yang merupakan sumber utama kebakaran dari korsleting. Sistem stand alone ini belum bisa dilakukan oleh media pemadam lain. Generator yang digunakan berbentuk silinder dengan aktifasi menggunakan Bulb Thermal Activator (BTA). Bola kaca air raksa akan pecah pada suhu tertentu (varian dari 57°C – 182°C), dan mengaktifkan generator secara elektrik. Pemasangan sangat mudah karena FirePro menyediakan breket serta magnet yang kekuatannya sudah mendapat sertifikasi dari UL. Sehingga tinggal ditempelkan saja pada bahan besi pada panel tersebut.

2.System (Total Flooding System)
Prinsip dasar dari sistem total flooding adalah baham pemadam harus memenui ukuran dari volume ruangan agar pemadaman maksimal. Digunakan untuk area perlindunga yang lebih luas, seperti ruang produksi atau gudang. Generator yang dipasang pasti lebih dari 1 unit, dan semua generator tersebut harus rilis atau discharge secara bersamaan.
FirePro Total Flooding System

Sertifikasi, Listing dan Approval FirePro Aerosol Fire Extinguishant System

Sedangkan untuk aplikasi Marine atau kelautan berikut ini adalah sertifikasi, listing dan approvalnya :

Dimana saja Generator FirePro ini bisa di pasang?
  1. Panel listrik : mayoritas kebakaran untuk daerah pabrik adalah adanya korsleting listrik dari dalm panel listrik. Sehingga dengan pemadaman yang cepat akan menyelamtkan aset Anda.
  2. Ruang Trafo : Ruangan ini dengan panas yang tinggi dan bahan bakar minyak tentu rawan terhadap terjadinya kebakaran.
  3. Ruang Arsip : tempat penyimpanan dokumen penting dari perusahaan Aanda harus mendapatkan perlindungan. Karena bahan kertas yang mudah terbakar.
  4. Ruang server : Banyaknya intalasi kabel di ruangan ini tentu saja resikonya sangat tinggi terjadi korsleting listrik.
  5. Ruang produksi : terutama adalah area sekitar mesin.
  6. Ruang Gudang
  7. Dan seluruh hampir seluruh ruangan lainnya bisa diaplikasikan
PT DAYA CIPTA MANDIRI SOLUSI Memberikannya Solusi Untuk :
- Pemasangan Fire Extinguisher (FirePro / FM200)
- Perawatan / Maintenance FirePro / Aerosol System

Staf penjualan kami siap menjawab pertanyaan apa pun dan memberi Anda Quotation.
Hubungi :
dcim@dayaciptamandiri.com