Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2012

10 Pekerjaan Tahan Krisis Ekonomi

Angga Aliya : detikFinance detikcom - Jakarta, Mencari pekerjaan yang tepat itu gampang-gampang susah. Kadang tidak sesuai dengan keinginan tapi gajinya lumayan, tapi kadang juga sesuai dengan impian tapi bayarannya kurang memuaskan. Belum lagi faktor berkepanjangannya, beberarapa pekerjaan ada yang rentan dengan situasi eksternal, seperti ekonomi dan politik. Jenis pekerjaan seperti ini biasanya tidak bisa bertahan begitu ada krisis. Lebih baik jika anda bisa menemukan pekerjaan yang bisa bertahan dalam puluhan tahun ke depan, tak peduli bagaimana tingkat pengangguran, ataukah ada teknologi baru atau pun perubahan jaman. Seperit dikutip dari CNBC, Senin (27/2/2011), beberapa pekerjaan ini bisa dan sudah ditekuni dalam beberapa tahun tanpa tergantung faktor eksternal. 1. Ahli Farmasi Sebuah penyakit yang diderita orang kadang tidak cukup hanya dengan istirahat di rumah dan makan bubur panas. Pada saat seperti ini lah ahli farmasi sangat dibutuhkan oleh dokter untuk menyiapkan obat yan

Leadership is About Leading Yourself First

Penulis : Urgyen Rinchen Sim Seperti biasa, seminar kepemimpinan dengan pembicara Dr. JohnC. Maxwell berlangsung meriah. Jumlah peserta selalu melampaui kapasitas sehingga panitia harus ketat menjalankan aturan. Demikian pula kali ini. Seorang peserta bertanya kepada pembicara no.1 dunia tentang kepemimpinan tersebut, "Apakah tantangan terbesar Anda sebagai seorang Pemimpin?" Sebuah pertanyaan yang sangat sederhana. Apa jawaban Dr. Maxwell? "Memimpin diri sendiri!" katanya tegas. "Itu selalu menjadi tantangan terbesar saya sebagai seorang pemimpin," tambahnya. Memang demikianlah adanya. Kesulitan paling besar dalam memimpin adalah berjuang untuk memimpin diri sendiri. Baik Oprah Winfrey, George Washington, Mahatma Gandhi, atau bahkan Bunda Teresa adalah contoh pemimpin luar biasa dan tercatat dengan tinta emas dalam sejarah. Tetapi, keberhasilan mereka sudah dimulai sebelumnya ketika mereka berhasil memimpin diri mereka sendiri terlebih dahulu. Jika kita j

Sadisme yang Sudah Menghantui Anak

| Jimmy Hitipeuw | Dibaca : 1747 kali Minggu, 19 Februari 2012 | 07:00 AM  KOMPAS.com - Banyak orang sungguh tak percaya. Bahkan, tim reserse Kepolisian Sektor Cinere, Kota Depok, pun terperanjat. Amn, bocah yang baru berusia 13 tahun yang duduk di Sekolah Dasar Negeri Cinere 1, tega menusuk bertubi-tubi SM (12), teman sekelasnya sendiri, hanya gara-gara telepon seluler. Pada Jumat (17/2/2012) pagi, warga menemukan SM dalam got bersimbah darah dengan luka tusuk di delapan titik. Dari hasil pemeriksaan diketahui, Amn ternyata juga telah merencanakan perbuatan sadisnya itu. Kejadian ini berawal Rabu. Amn bersama temannya, Gb (12) dan Kf (12), mencuri telepon seluler milik SM yang disimpan di rumahnya di RT 04 RW 01 Kelurahan Cinere, Kecamatan Cinere, Kota Depok. Amn memanfaatkan kondisi fisik kedua orangtua SM yang tunanetra. Amn kemudian menjual telepon itu di kawasan Meruyung, Limo. Uang hasil penjualan Rp 110.000 itu dibagi-bagi. Amn mendapat Rp 50.000, Gb Rp 50.000, dan Kf Rp 10.000

5 Resep Sukses Mark Zuckerberg

Fino Yurio Kristo : detikInet detikcom - Jakarta, Perjuangan Mark Zuckerberg untuk membuat Facebook menjadi jejaring sosial terpopuler di dunia tentu tidak mudah. Tentu ada resep-resep khusus pria berambut kriwil ini, sehingga dalam usia muda mampu menuai sukses sedemikian tinggi. Apa saja kira-kira resep sukses pemuda drop out dari Harvard University itu? Berikut 5 di antaranya, seperti diungkapkan oleh David Kirkpatrick, penulis buku The Facebook Effect: The Inside Story of the Company That is Connecting the World: 1. Percaya pada dirimu Nasehat klasik ini memang sangat penting. Keyakinan diri yang sangat besar serta sifat positif membuat Zuckerberg mampu membangun Facebook dari nol. "Zuckerberg punya keyakinan luar biasa, dia mampu membuat impiannya jadi kenyataan," kata Kirkpatrick. Kontras dengan citranya yang terlihat arogan di film The Social Network, Zuckerberg sesungguhnya tidak demikian. "Dia hanya seseorang yang sangat percaya diri," ucap Kirkpatrick. 2.

MIT Building Free Open Source Online Course Platform

MIT Building Free Open Source Online Course Platform 01/03/12 The institution that led the call for freely available lectures, videos, and exams created by its instructors and shared with the world will now do the same with online learning. The Massachusetts Institute of Technology (MIT), which opened up OpenCourseWare (OCW) in 2002, recently announced plans to develop the temporarily named MITx , a program to share some MIT courses freely through an online interactive learning platform. MIT said it expects the new initiative, which is expected to launch in spring 2012, eventually to host "a virtual community of millions of learners around the world." According to the school, the learning platform will be used among its own students and be made available to other schools--both higher ed and K-12. The program will include online laboratories, course notes made available through OCW, online tutors, crowd-sourced grading of programs, automatic transcription, a

5 E-Learning Trends for Higher Ed

By Bridget McCrea 02/02/12 Mobile devices, digital textbooks, online environments, and other e-learning tools have permeated every corner of higher education over the last few years and the trend is expected to continue. To get some insights into what's on the horizon, Campus Technology spoke with a group of academics and instructional technologists. Here are their five e-learning trends to watch. Digital texts will continue to gain ground Digital textbooks have been on the college CIO's mind for years, but 2012 could be the year when e-readers make their debut in more classrooms. At George Fox University in Newberg, OR, for example, CIO Greg Smith said the college is currently converting its bricks-and-mortar bookstore into one that supplies digital textbooks from vendors like Amazon and Powell's Books . He said the move reduces book costs for students, ensures that they can easily access the latest versions of the texts, and eliminates the need f