Skip to main content

Translate

Tier dalam data center / ruang server



Data center tiers[edit]

The Telecommunications Industry Association is a trade association accredited by ANSI (American National Standards Institute). In 2005 it published ANSI/TIA-942, Telecommunications Infrastructure Standard for Data Centers, which defined four levels (called tiers) of data centers in a thorough, quantifiable manner. TIA-942 was amended in 2008 and again in 2010. TIA-942:Data Center Standards Overview describes the requirements for the data center infrastructure. The simplest is a Tier 1 data center, which is basically aserver room, following basic guidelines for the installation of computer systems. The most stringent level is a Tier 4 data center, which is designed to host mission critical computer systems, with fully redundant subsystems and compartmentalized security zones controlled bybiometric access controls methods. Another consideration is the placement of the data center in a subterranean context, for data security as well as environmental considerations such as cooling requirements.[16]
The German Datacenter star audit program uses an auditing process to certify 5 levels of "gratification" that affect Data Center criticality.
Independent from the ANSI/TIA-942 standard, the Uptime Institute, a think tank and professional-services organization based in Santa FeNew Mexico, has defined its own four levels. The levels describe the availability of data from the hardware at a location. The higher the tier, the greater the availability. The levels are: [17] [18]
Tier LevelRequirements
1
  • Single non-redundant distribution path serving the IT equipment
  • Non-redundant capacity components
  • Basic site infrastructure with expected availability of 99.671%
2
  • Meets or exceeds all Tier 1 requirements
  • Redundant site infrastructure capacity components with expected availability of 99.741%
3
  • Meets or exceeds all Tier 1 and Tier 2 requirements
  • Multiple independent distribution paths serving the IT equipment
  • All IT equipment must be dual-powered and fully compatible with the topology of a site's architecture
  • Concurrently maintainable site infrastructure with expected availability of 99.982%
4
  • Meets or exceeds all Tier 1, Tier 2 and Tier 3 requirements
  • All cooling equipment is independently dual-powered, including chillers and heating, ventilating and air-conditioning (HVAC) systems
  • Fault-tolerant site infrastructure with electrical power storage and distribution facilities with expected availability of 99.995%
The difference between 99.671%, 99.741%, 99.982%, and 99.995%, while seemingly nominal, could be significant depending on the application.
Whilst no down-time is ideal, the tier system allows the below durations for services to be unavailable within one year (525,600 minutes):
  • Tier 1 (99.671%) status would allow 1729.224 minutes
  • Tier 2 (99.741%) status would allow 1361.304 minutes
  • Tier 3 (99.982%) status would allow 94.608 minutes
  • Tier 4 (99.995%) status would allow 26.28 minutes

Comments

Popular posts from this blog

Timer AC bergantian

Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas. Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja. Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit. Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (clo…

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Dari sekian banyak jenis modul yang ada dipasaran, kami menawarkan beberapa alternatif untuk jenis modul AMF yang dapat kami sediakan. antara lain menggunakan modul dari DEEPSEA, smart relay atau timer. tentunya dengan beragam pilihan tersebut ada beberapa keuntungan atau kelebihan dari masing masing modul tersebut. sebagai misal menggunakan modul AMF dari DEEPSEA akan sangat cocok jika modul ini dapat berinterakasi langsung dengan genset. terutama jika mesin genset belum dilengkapi genset controller dan masih mengandalkan panel genset manual. untuk pabrikan genset sekarang ini pada panel genset sudah dilengkapi dengan AMF, sehingga tidak perlu panel AMF - ATS dengan menggunakan modul DEEPSEA atau sejenisnya. sehingga dalam pemilihanya dapat menggunakan timer, smart relay atau produk lain seperti ATS controller C20 dari socomec.


Modul DEEPSEA 4420

AMF Module DSE 4420 Modul ini memiliki banyak fitur antara lain ; Start / stop gensetDigital …

Contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

Berikut adalah contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

PANDUAN - IK Standarisasi Area Data Center Article Number: 49 | Rating: Unrated | Last Updated: Mon, Nov 25, 2013 at 2:13 PM BAB I KEBIJAKAN
1.1.Area Data Center
Areadata center termasuk aset vital perusahaan dan diperlakukan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan.

Seksi Jaringan bertanggungjawab terhadap pengamanan fisik dan logik. sedangkan fungsi Sekuriti terhadap pengamanan fisik.


1.2.Pertimbangan Dalam Hal Penentuan Lokasi Area Data Center
Beberapa pertimbangan yang harus ada dalam menentukan lokasi ruang data center, yaitu :

1.Memungkinkan untuk pengembangan yang memadai, misalnya mempertimbangkan pengembangan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan.
2.Mempertimbangkan ruang yang tidak "terlalu” banyak dilalui untuk operasional lain, namun tetap dapat dijangkau dengan mudah.
3.Memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan pekerja.
4.Memenuhi persyaratan sebagaimana yang …