Skip to main content

Translate

Ruang Server Anda gunakan AC Portable ? Kenapa tidak coba yang ini ?



ACSC101 Features

Network interface 
Provides management by connecting the device directly to the network with a dedicated IP address, avoiding the need for a proxy such as a server. Management is available via Web browser, Telnet or SSH. Notification features inform you of problems as they occur.
Automatic restart 
Returns the unit to its last operating status in the event of a power failure.
Horizontal airflow pattern 
Removes heat close to the source of generation in the hot aisle and distributes cold air to the front of the racks in the cold aisle.
Scalable Architecture 
Cascade multiple KVM switches for a modular solution that supports multiple platforms, improving flexibility and simplifying future expansion. Please see the user's manual for specific cascading capabilities.
Remote management 
Remote monitoring of key alarm conditions such as fan failure and leak detection via SNMP, telnet, and web browser is possible with optional Remote Monitoring Unit, specifically designed for the High-Density Cooling Enclosure.
Field replaceable components 
Fans and electronics module can be readily replaced without uninstalling the unit.
Easy to install 
Innovative design allows for fast, easy installation by almost anybody.
Dry contact output 
Provides remote notification of failures when used with APC environmental monitoring unit or system.
Fault-tolerant fan system 
In the event of a fan failure, the remaining fan(s) will continue to operate.
Active response controls 
Monitors and actively adjusts cooling capacity to ensure proper server inlet temperatures. Through the microprocessor controller, visibility into the operation and health of the unit is provided.
Predictable cooling 
Placing the unit in the row of racks moves the source of cooling closer to the heat load. This eliminates air mixing and provides a predictable cooling architecture.

InRow Direct Expansion Features & Benefits

Availability
Predictable cooling
Placing the unit in the row of racks moves the source of cooling closer to the heat load. This eliminates air mixing and provides a predictable cooling architecture.
Rack Inlet Temperature Control
Reduces the risk of hot spots at the rack level
Active response controls
Monitors and actively adjusts cooling capacity to ensure proper server inlet temperatures. Through the microprocessor controller, visibility into the operation and health of the unit is provided.
Total Cost of Ownership
Variable speed fans
Variable speed fans reduce energy consumption during off-peak cooling periods.
In-Row architecture
Captures hot exhaust air directly from the IT equipment, thereby increasing the unit's sensible cooling capacity over traditional cooling architectures.
Agility
Modular design
Modular design provides scalable solutions to add cooling as demand increases.
Scaleable densities
Allows for higher densities to be achieved by integrating containment with room, row and rack cooling system architectures.
Serviceability
Easy service access
Allows for all serviceable components to be replaced/maintained by easily accessible panels/doors.
Manageability
Microprocessor controller
Utilizes intelligent, active response control, and real-time monitoring. The system is controlled by a microprocessor providing high level control functionality and human interface via a four line, eighty character, alphanumeric display
Building management system integration
Send alarms and data points allowing you to manage critical building infrastructure from a single system.
Real-Time Capacity Monitoring
Real-time display of current and available coolin

Comments

Popular posts from this blog

Timer AC bergantian

Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas. Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja. Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit. Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (clo…

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Dari sekian banyak jenis modul yang ada dipasaran, kami menawarkan beberapa alternatif untuk jenis modul AMF yang dapat kami sediakan. antara lain menggunakan modul dari DEEPSEA, smart relay atau timer. tentunya dengan beragam pilihan tersebut ada beberapa keuntungan atau kelebihan dari masing masing modul tersebut. sebagai misal menggunakan modul AMF dari DEEPSEA akan sangat cocok jika modul ini dapat berinterakasi langsung dengan genset. terutama jika mesin genset belum dilengkapi genset controller dan masih mengandalkan panel genset manual. untuk pabrikan genset sekarang ini pada panel genset sudah dilengkapi dengan AMF, sehingga tidak perlu panel AMF - ATS dengan menggunakan modul DEEPSEA atau sejenisnya. sehingga dalam pemilihanya dapat menggunakan timer, smart relay atau produk lain seperti ATS controller C20 dari socomec.


Modul DEEPSEA 4420

AMF Module DSE 4420 Modul ini memiliki banyak fitur antara lain ; Start / stop gensetDigital …

Contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

Berikut adalah contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

PANDUAN - IK Standarisasi Area Data Center Article Number: 49 | Rating: Unrated | Last Updated: Mon, Nov 25, 2013 at 2:13 PM BAB I KEBIJAKAN
1.1.Area Data Center
Areadata center termasuk aset vital perusahaan dan diperlakukan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan.

Seksi Jaringan bertanggungjawab terhadap pengamanan fisik dan logik. sedangkan fungsi Sekuriti terhadap pengamanan fisik.


1.2.Pertimbangan Dalam Hal Penentuan Lokasi Area Data Center
Beberapa pertimbangan yang harus ada dalam menentukan lokasi ruang data center, yaitu :

1.Memungkinkan untuk pengembangan yang memadai, misalnya mempertimbangkan pengembangan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan.
2.Mempertimbangkan ruang yang tidak "terlalu” banyak dilalui untuk operasional lain, namun tetap dapat dijangkau dengan mudah.
3.Memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan pekerja.
4.Memenuhi persyaratan sebagaimana yang …