Skip to main content

Translate

Apa beda SFP dan SFP+ ?

As we know, a SFP module just looks the same as the SFP+ module. And most switches can both support SFP module and SFP+ module. So, do these two modules really refer to the same one? What’s the difference between them?
SFP vs SFP+
SFP Definition
SFP stands for Small Form-factor Pluggable. It is a hot-pluggable transceiver that plugs into the SFP port of a network switch and supports SONET, Gigabit Ethernet, Fibre Channel, and other communications standards. SFP specifications are based on IEEE802.3 and SFF-8472. They are capable of supporting speeds up to 4.25 Gbps. Due to its smaller size, SFP replaces the formerly common gigabit interface converter (GBIC). Therefore SFP is also called Mini-GBIC. By choosing different SFP module, the same electrical port on the switch can connect to different fiber types (multimode or single-mode) and different wavelengths.
SFP module Cisco
SFP+ Definition
Since SFP supports only up to 4.25 Gbps, SFP+ that supports data rates up to 16 Gbps was later introduced. In fact, SFP+ is an enhanced version of the SFP. The SFP+ specifications are based on SFF-8431. In today’s most applications, SFP+ module usually supports 8 Gbit/s Fibre Channel, 10 Gigabit Ethernet and Optical Transport Network standard OTU2. In comparison to earlier 10 Gigabit Ethernet XENPAK or XFP modules, SFP+ module is smaller and becomes the most popular 10 Gigabit Ethernet module in the market.
SFP+ module Cisco
SFP vs SFP+
Review the SFP and SFP+ definition mentioned above, we can know that the main difference between SFP and SFP+ is the data rate. And due to different data rate, the applications and transmission distance is also different.
Ethernet Application
SFP (1Gbps)SFP+ (10Gbps)
1000BASE-SX SFP 850nm 550m
1000BASE-LX/LH SFP 1310nm 20km
1000BASE-EX SFP 1310nm 40km
1000BASE-ZX SFP 1550nm 80km
10GBASE-SR SFP+ 850nm 300m
10GBASE-LRM SFP+ 1310nm 220m
10GBASE-LR SFP+ 1310nm 10km
10GBASE-ER SFP+ 1550nm 40km
10GBASE-ZR SFP+ 1550nm 100km
Fiber Channel Application
SFP (2G, 4G)SFP+ (8G)
2.125Gbps:
2G Fibre Channel SFP 1310nm 2km/15km/20km/40km
2G Fibre Channel SFP 1510nm 80km
4.25Gbps:
4G Fibre Channel SFP 850nm 150m
4G Fibre Channel SFP 1310nm 5km/10km/15km/20km
8.5Gbps:
8G Fibre Channel SFP+ 850nm 150m
8G Fibre Channel SFP+ 1310mn 10km/20km/40km
8G Fibre Channel SFP+ 1510nm 80km
SONET/SDH Application
SFP (155Mbps, 622Mbps, 2.5Gbps)SFP+ (10G)
155Mbps:
OC-3/STM-1 1310nm 2km/15km/40km
OC-3/STM-1 1510nm 80km
622Mbps:
OC-12/STM-4 1310nm 500m/2km/15km/40km
OC-12/STM-4 1510nm 80km
2.5Gbps:
OC-48/STM-16 1310nm 2km/15km/40km
OC-48/STM-16 1510nm 80km
OC-192/STM-64 850nm 300m
OC-192/STM-64 1310nm 2km/10km/20km/40km
OC-192/STM-64 1510nm 80km
Usually, SFP module plugs into SFP port of the switch and SFP+ module plugs into SFP+ port of the switch. But, sometimes SFP module can also be plugged into SFP+ port. Which SFP or SFP+ module should you choose all depends on your switch types. Fiberstore is a reliable SFP transceiver module manufactures, all SFP module and SFP+ module types are available in FS.COM. Besides, SFP+ cable is also provided. What’s more, the price of SFP module and SFP+ module is lower than many other manufactures. SFP test is strict in FS.COM. Matching fiber patch cable is also available.
source: http://www.cables-solutions.com/sfp-vs-sfp-plus.html

Comments

Popular posts from this blog

Timer AC bergantian

Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas. Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja. Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit. Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (clo…

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Dari sekian banyak jenis modul yang ada dipasaran, kami menawarkan beberapa alternatif untuk jenis modul AMF yang dapat kami sediakan. antara lain menggunakan modul dari DEEPSEA, smart relay atau timer. tentunya dengan beragam pilihan tersebut ada beberapa keuntungan atau kelebihan dari masing masing modul tersebut. sebagai misal menggunakan modul AMF dari DEEPSEA akan sangat cocok jika modul ini dapat berinterakasi langsung dengan genset. terutama jika mesin genset belum dilengkapi genset controller dan masih mengandalkan panel genset manual. untuk pabrikan genset sekarang ini pada panel genset sudah dilengkapi dengan AMF, sehingga tidak perlu panel AMF - ATS dengan menggunakan modul DEEPSEA atau sejenisnya. sehingga dalam pemilihanya dapat menggunakan timer, smart relay atau produk lain seperti ATS controller C20 dari socomec.


Modul DEEPSEA 4420

AMF Module DSE 4420 Modul ini memiliki banyak fitur antara lain ; Start / stop gensetDigital …

Contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

Berikut adalah contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

PANDUAN - IK Standarisasi Area Data Center Article Number: 49 | Rating: Unrated | Last Updated: Mon, Nov 25, 2013 at 2:13 PM BAB I KEBIJAKAN
1.1.Area Data Center
Areadata center termasuk aset vital perusahaan dan diperlakukan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan.

Seksi Jaringan bertanggungjawab terhadap pengamanan fisik dan logik. sedangkan fungsi Sekuriti terhadap pengamanan fisik.


1.2.Pertimbangan Dalam Hal Penentuan Lokasi Area Data Center
Beberapa pertimbangan yang harus ada dalam menentukan lokasi ruang data center, yaitu :

1.Memungkinkan untuk pengembangan yang memadai, misalnya mempertimbangkan pengembangan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan.
2.Mempertimbangkan ruang yang tidak "terlalu” banyak dilalui untuk operasional lain, namun tetap dapat dijangkau dengan mudah.
3.Memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan pekerja.
4.Memenuhi persyaratan sebagaimana yang …