Skip to main content

Translate

Membangun Data Center untuk Smart City

Dalam membangun data center untuk smart city, ditemukan beberapa tantangan, diantaranya :

  • infrastruktur data center harus dapat dibangun dalam waktu cepat
  • infrastruktur data center dapat menampung pengembangan aplikasi dalam waktu cepat
  • infrastruktur data center perlu memiliki kemampuan pengembangan storage
Semua ini memerlukan infrastruktur data center yang tepat.


Salah satu solusi yang bisa dikembangkan adalah menggunakan pendekatan Hyper Converged. Dengan menggunakan solusi Hyper Converged Infrastructure (HCI) , maka kita dapat menggunakan 2 server identik untuk membangun hingga 20 server virtual. 

Infrastruktur data center yang harus tersedia:
- Ruangan , minimal 3 x 2 meter 
- Rak ukuran 42U, untuk menampung koneksi kabel dan perangkat server Hyper Converged.
- UPS minimal 3 KVA.
- Pendingin ruangan untuk 3 x 2 meter bisa menggunakan 2 x 1.5 PK
- Switch untuk koneksi jaringan ke user 
- Router untuk koneksi ke luar jaringan / Internet

Dengan menggunakan solusi HCI, maka kita sangat menghemat waktu, tempat dan melakukan setup dengan mudah dan cepat.

Kami menggunakan solusi HCI dari Sangfor, dengan pertimbangan :
1. Dapat diimplementasi dengan waktu cepat, dan kebutuhan storage dapat disesuaikan kebutuhan.
2. Penambahan kapasitas storage dapat dilakukan dengan mudah.
3. Dapat menggunakan 2 server identik yang telah dimiliki, tinggal membeli lisensi yang diperlukan.
4. Implementasi telah termasuk lisensi untuk virtual firewall, virtual router sehingga tidak perlu banyak perangkat lain.
5. Tidak diperlukan lisensi tambahan untuk virtual server, sehingga kita hanya tinggal membeli lisensi Windows Server / Linux yang diperlukan untuk kebutuhan kita.



Semua ini bisa didapat dengan menggunakan Sangfor Hyper Converged Infrastructure. 





Kontak kami untuk kebutuhan data center untuk smart city Anda.





Comments

Popular posts from this blog

Timer AC bergantian

Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas. Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja. Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit. Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (clo…

Contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

Berikut adalah contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

PANDUAN - IK Standarisasi Area Data Center Article Number: 49 | Rating: Unrated | Last Updated: Mon, Nov 25, 2013 at 2:13 PM BAB I KEBIJAKAN
1.1.Area Data Center
Areadata center termasuk aset vital perusahaan dan diperlakukan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan.

Seksi Jaringan bertanggungjawab terhadap pengamanan fisik dan logik. sedangkan fungsi Sekuriti terhadap pengamanan fisik.


1.2.Pertimbangan Dalam Hal Penentuan Lokasi Area Data Center
Beberapa pertimbangan yang harus ada dalam menentukan lokasi ruang data center, yaitu :

1.Memungkinkan untuk pengembangan yang memadai, misalnya mempertimbangkan pengembangan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan.
2.Mempertimbangkan ruang yang tidak "terlalu” banyak dilalui untuk operasional lain, namun tetap dapat dijangkau dengan mudah.
3.Memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan pekerja.
4.Memenuhi persyaratan sebagaimana yang …

Mendesigns dan Menghitung UPS untuk Data Center

Mendesigns dan Menghitung UPS untuk Data Center UPS dan data center mungkin bisa di sebut sayur tanpa garam, hambar jika tidak saling melengkapi. 
Tapi untuk menentukan kebutuhan akan UPS data centerperlu perhitungan yang matang agar UPS dan server tetap awet dan selalu ON 24 jam. banyak sekali jenis UPS dan daya yang di tawarkan. Kita harus menghitung kebutuhan beban keseluruhan server agar ketika listrik down UPS dapat menghandle beberapa detik untuk listrik pindah ke genset begitu pula sebaliknya, Oke untuk menentukan itu semua tentukan dulu jenis UPS yang akan anda gunakan.
Oke kita sedikit belajar dulu tentang UPS :)
PRINSIP KERJA UPS Setiap PC membutuhkan daya listrik. Apabila aliran listrik (main power) terputus, PC akan mati (tidak berfungsi). Fungsi dasar UPS (Uninterruptible Power Supply) adalah menyediakan suplai listrik SEMENTARA ke beban (PC) tanpa terputus pada saat main power tidak bekerja agar seluruh proses dapat dihentikan dengan benar, seluruh data dapat disimpan den…