Thursday, October 31, 2019

Saya harus bangun data center atau gunakan cloud ?

Pertanyaan ini ditanyakan kepada saya, yang kebetulan dalam kartu nama perusahaan saya, menuliskan 'data center - cloud - monitoring' sebagai fokus utama kami.

Ini bukan pertanyaan simple, tapi pertanyaan yang susah-susah gampang untuk dijawab.
Pertama, apa bisnis anda? Pertanyaan ini selalu saya tanyakan setiap kali pertanyaan diatas muncul. Karena apa? Karena kalau bisnis anda adalah terkait dengan finansial dan government, pastinya jawabnya singkat "Anda harus buat data center sendiri". Karena itulah yang sudah ditentukan secara regulasi.
Kedua, siapa customer anda? Kenapa pertanyaan ini ? Karena ini memastikan penggunaan data center atau cloud anda. Kalau customer anda adalah pengguna dalam negeri dan mereka mengakses produk dan layanan anda secara online, maka anda bisa menggunakan layanan cloud provider di Indonesia. Kalau customer anda sangat sensitif terhadap keamanan data, maka anda harus membangun data center sendiri. Kalau customer anda adalah sebagian besar dari luar negeri, maka penggunaan cloud sudah menjadi keharusan. Internet Indonesia sebagian besar bermuara ke Jakarta, dan titik terdekat Singapore dan Hongkong, maka disanalah anda tempatkan layanan data center atau cloud anda.
Ketiga, apakah anda mengelola data sensitif ? Apabila ya, maka tentu sangat pasti, anda harus membangun data center sendiri. Data yang sangat sensitif ini bisa banyak hal. Tapi kepentingannya adalah apabila ada kebocoran data, serangan, dan apapun terkait data anda, kalau anda punya data center sendiri, anda bisa kontrol sepenuhnya. Termasuk dari kemungkinan permasalahan hukum.
Keempat, apakah anda punya tim ? Nah ini. Hal yang sangat sepele kelihatannya, tapi sering luput. Pada saat anda membangun data center, anda harus punya tim yang mengerti cara mengelola, bukan hanya membangun data center. Karena banyak hal terkait dengan fasilitas data center, akses, keamanan, bukan hanya bicara perangkat hardware dan software. Belum lagi kalau data center harus tersedia 24 jam, anda harus memikirkan staf yang bertugas menjaga ketersediaan data center.
Kelima, anda punya dana? Kalau dana anda terbatas, tentu membangun data center menjadi pilihan kedua. Cloud akan menjadi pilihan pertama.
Pastikan anda mengerti memahami dasar - dasar pembangunan, pengembangan dan pengelolaan data center. Indonesia telah memiliki standar SNI sendiri terkait hal ini. SNI 8799 menjadi panduannya. SNI ini dikembangkan dari beberapa standar data center dunia.

0 comments:

Post a Comment