Skip to main content

Translate

E-learning Standards


As an instructor or content expert you may want to know why e-learning standards are important and why you should care whether the content that you create is standards-compliant.
E-learning standards and the issues surrounding them can be complex. But in general, the primary goal is to make course content and learning tools compatible among various e-learning delivery systems. The advantage is that you can create “portable” content that can be used in any e-learning delivery system without the need to modify the content. If the content and the e-learning delivery system both comply with the same standard, then the learning system will interpret and deliver your standards-compliant content.

SCORM

SoftChalk supports the SCORM standard. SCORM (Sharable Content Object Reference Model) is a set of technical specifications developed to support the creation of interoperable, accessible and reusable web-based learning content. The SCORM standards are a work-in-progress, with development led by the Advanced Distributed Learning Initiative (ADL), working in cooperation with a number of government, industry and academic organizations.
SoftChalk packages your lesson in either a standard zip format or in SCORM format. If you package your lesson using the SCORM format, you can re-use your content in any learning management system that supports SCORM (with no need to revise the content). Additionally, the SCORM standards allow your content to work automatically with specific components of the course management system (for example the gradebook), and to track whether a student has completed the lesson.
In the future, as the SCORM standard is further developed, additional integrations between a SCORM conformant lesson and Learning Management Systems will become available.
Different Learning Management Systems may support different versions of SCORM and may not fully implement the SCORM standards. Check with your Learning Management System provider for more information about compatibility with SCORM.

Common Cartridge (IMS Global)

  • Greater choice of content: Enables collections of learning resources of various types and sources.
  • Reduces vendor/platform lock-in: Establishes course cartridge native formats endorsed by educational publishers and supports a wide variety of established content formats, eliminating platform lock-in.
  • Greater assessment options: Explicitly supports the most widely used standards for exchanging assessment items.
  • Increases flexibility, sharing and reuse: Fits within the educational context of enabling instructors to assemble lesson plans of various resources and publish those as reusable and changeable packages that are easy to create, share, and improve.

Learning Tools Interoperability (IMS Global)

  • LTI allows remote tools and content to be integrated into an LMS

Comments

Popular posts from this blog

Timer AC bergantian

Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas. Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja. Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit. Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (clo…

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Dari sekian banyak jenis modul yang ada dipasaran, kami menawarkan beberapa alternatif untuk jenis modul AMF yang dapat kami sediakan. antara lain menggunakan modul dari DEEPSEA, smart relay atau timer. tentunya dengan beragam pilihan tersebut ada beberapa keuntungan atau kelebihan dari masing masing modul tersebut. sebagai misal menggunakan modul AMF dari DEEPSEA akan sangat cocok jika modul ini dapat berinterakasi langsung dengan genset. terutama jika mesin genset belum dilengkapi genset controller dan masih mengandalkan panel genset manual. untuk pabrikan genset sekarang ini pada panel genset sudah dilengkapi dengan AMF, sehingga tidak perlu panel AMF - ATS dengan menggunakan modul DEEPSEA atau sejenisnya. sehingga dalam pemilihanya dapat menggunakan timer, smart relay atau produk lain seperti ATS controller C20 dari socomec.


Modul DEEPSEA 4420

AMF Module DSE 4420 Modul ini memiliki banyak fitur antara lain ; Start / stop gensetDigital …

Contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

Berikut adalah contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

PANDUAN - IK Standarisasi Area Data Center Article Number: 49 | Rating: Unrated | Last Updated: Mon, Nov 25, 2013 at 2:13 PM BAB I KEBIJAKAN
1.1.Area Data Center
Areadata center termasuk aset vital perusahaan dan diperlakukan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan.

Seksi Jaringan bertanggungjawab terhadap pengamanan fisik dan logik. sedangkan fungsi Sekuriti terhadap pengamanan fisik.


1.2.Pertimbangan Dalam Hal Penentuan Lokasi Area Data Center
Beberapa pertimbangan yang harus ada dalam menentukan lokasi ruang data center, yaitu :

1.Memungkinkan untuk pengembangan yang memadai, misalnya mempertimbangkan pengembangan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan.
2.Mempertimbangkan ruang yang tidak "terlalu” banyak dilalui untuk operasional lain, namun tetap dapat dijangkau dengan mudah.
3.Memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan pekerja.
4.Memenuhi persyaratan sebagaimana yang …