Skip to main content

Translate

How to Build a Mini Computer for Linux Distro

Because Linux is powerful but does not take up as much space or as many resources, it has become a popular operating system to run on mini-computer systems. Building a mini-computer system for your Linux distribution can save you money and reward you with a higher-quality computer than if you had purchased a similar complete system from the store.

Step 1

Items you will need

Barebone kit

Processor

Heatsink

Thermal paste

Hard drive

Optical media drive

Peripheral cards

Data cables

Keyboard

Mouse

Linux distribution CD

Research the mini-computer parts and components. There are many options to choose from when dealing with mini-computer setups. Generally, you purchase a "barebone kit" that has the specialty case and motherboard found in mini-computer setups. Make sure to purchase a setup that works with the Linux distribution you plan to use. (Most Linux distributions do not work with Atom processors in their standard format.) Make note of any additional components that you need that do not come with the kit.

Step 2

Purchase the barebone kit and components. If you intend to use your mini-computer for a specific purpose, make sure you purchase any specialty items associated with that use, like a TV tuner card or wireless network card.

Step 3

Open the case. Make sure you properly ground yourself as is discussed in Smart Computing's guide "Get Grounded."

Step 4

Install the processor and heatsink, if your kit did not come with either one. Lift the socket lever, place the processor in the socket and replace the lever. Apply thermal paste as directed by the manufacturer and secure the heatsink to the motherboard with the mounting bracket.

Step 5

Insert the memory into the memory slot. There are locking clamps on each side of the memory chip slot that lock into place when the memory stick is fully seated.

Step 6

Insert the hard drive and optical media drive into their respective drive bays and secure them with the included mounting brackets.

Step 7

Insert any specialty peripheral cards into their respective expansion slots and secure them with the provided mounting hardware.

Step 8

Connect the power and data cables to the drives.

Step 9

Close the case and connect the keyboard, mouse and any other devices (such as a monitor or TV) to the mini-computer.

Step 10

Power on the mini-computer and install your Linux distribution CD.

Tips & Warnings

You can install a Linux Distribution from a USB drive or over a network, if you prefer not to use a CD.
build-access-manage at dayaciptamandiri.com

Comments

Popular posts from this blog

Timer AC bergantian

Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas. Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja. Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit. Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (clo…

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Dari sekian banyak jenis modul yang ada dipasaran, kami menawarkan beberapa alternatif untuk jenis modul AMF yang dapat kami sediakan. antara lain menggunakan modul dari DEEPSEA, smart relay atau timer. tentunya dengan beragam pilihan tersebut ada beberapa keuntungan atau kelebihan dari masing masing modul tersebut. sebagai misal menggunakan modul AMF dari DEEPSEA akan sangat cocok jika modul ini dapat berinterakasi langsung dengan genset. terutama jika mesin genset belum dilengkapi genset controller dan masih mengandalkan panel genset manual. untuk pabrikan genset sekarang ini pada panel genset sudah dilengkapi dengan AMF, sehingga tidak perlu panel AMF - ATS dengan menggunakan modul DEEPSEA atau sejenisnya. sehingga dalam pemilihanya dapat menggunakan timer, smart relay atau produk lain seperti ATS controller C20 dari socomec.


Modul DEEPSEA 4420

AMF Module DSE 4420 Modul ini memiliki banyak fitur antara lain ; Start / stop gensetDigital …

Contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

Berikut adalah contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

PANDUAN - IK Standarisasi Area Data Center Article Number: 49 | Rating: Unrated | Last Updated: Mon, Nov 25, 2013 at 2:13 PM BAB I KEBIJAKAN
1.1.Area Data Center
Areadata center termasuk aset vital perusahaan dan diperlakukan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan.

Seksi Jaringan bertanggungjawab terhadap pengamanan fisik dan logik. sedangkan fungsi Sekuriti terhadap pengamanan fisik.


1.2.Pertimbangan Dalam Hal Penentuan Lokasi Area Data Center
Beberapa pertimbangan yang harus ada dalam menentukan lokasi ruang data center, yaitu :

1.Memungkinkan untuk pengembangan yang memadai, misalnya mempertimbangkan pengembangan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan.
2.Mempertimbangkan ruang yang tidak "terlalu” banyak dilalui untuk operasional lain, namun tetap dapat dijangkau dengan mudah.
3.Memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan pekerja.
4.Memenuhi persyaratan sebagaimana yang …