Skip to main content

Translate

Coming clean on ITSM

October 8, 2012 | By BarefootITSM

 | In ServiceDesk Plus

12 steps to…5 principles of…7 methods of…

Most of us prefer life to be placed in neatly categorised boxes. It gives us a sense of control over things we don't necessarily have control over. The same rings true for IT Service Management. We want a process or a tool for everything. We generally don't like grey areas (well, most of us anyway). We prefer to live with a false sense of security instead of facing the reality of a situation. If it's not neatly packed by the end of the show we grapple around for that elusive piece of the puzzle, which will complete the picture so we can sit back and marvel at our handiwork.

Playing rugby as a little boy, I never wanted to come from the field with clean clothes – I wanted mud or grass stains all over me – it made me feel like I played well, got tackled, got up and tried again.

Well, IT Service Management is messy – you have to get your hands dirty. In fact, if you play at all, you will get dirty. Incident Management by its very nature is messy – especially for the customer – but that is why it exists. The aim of Incident Management is just that – to make the customer's outage or issue less of a mess so they can continue their business operations.

Sometimes we get it wrong – do we stop to consider that getting it wrong is not necessarily a sign of failure? It's Problem Management! It creates an opportunity for growth – we try, we fail, we get up, we improve, we gain new insights and grow in experience – as long as our focus is always the customer.

In the end ITIL will never 'solve' ITSM – nor does it claim to – but it can help us improve. But, isn't that sometimes what we want it to do, or do we accept that it is a framework – and yes, sometimes it is ok when a piece of the frame is skew – maybe for a reason: to adapt to that part of your business that doesn't fit in a neat little box

build-access-manage at dayaciptamandiri.com

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

Timer AC bergantian

Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas. Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja. Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit. Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (clo…

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Dari sekian banyak jenis modul yang ada dipasaran, kami menawarkan beberapa alternatif untuk jenis modul AMF yang dapat kami sediakan. antara lain menggunakan modul dari DEEPSEA, smart relay atau timer. tentunya dengan beragam pilihan tersebut ada beberapa keuntungan atau kelebihan dari masing masing modul tersebut. sebagai misal menggunakan modul AMF dari DEEPSEA akan sangat cocok jika modul ini dapat berinterakasi langsung dengan genset. terutama jika mesin genset belum dilengkapi genset controller dan masih mengandalkan panel genset manual. untuk pabrikan genset sekarang ini pada panel genset sudah dilengkapi dengan AMF, sehingga tidak perlu panel AMF - ATS dengan menggunakan modul DEEPSEA atau sejenisnya. sehingga dalam pemilihanya dapat menggunakan timer, smart relay atau produk lain seperti ATS controller C20 dari socomec.


Modul DEEPSEA 4420

AMF Module DSE 4420 Modul ini memiliki banyak fitur antara lain ; Start / stop gensetDigital …

Mendesigns dan Menghitung UPS untuk Data Center

Mendesigns dan Menghitung UPS untuk Data Center UPS dan data center mungkin bisa di sebut sayur tanpa garam, hambar jika tidak saling melengkapi. 
Tapi untuk menentukan kebutuhan akan UPS data centerperlu perhitungan yang matang agar UPS dan server tetap awet dan selalu ON 24 jam. banyak sekali jenis UPS dan daya yang di tawarkan. Kita harus menghitung kebutuhan beban keseluruhan server agar ketika listrik down UPS dapat menghandle beberapa detik untuk listrik pindah ke genset begitu pula sebaliknya, Oke untuk menentukan itu semua tentukan dulu jenis UPS yang akan anda gunakan.
Oke kita sedikit belajar dulu tentang UPS :)
PRINSIP KERJA UPS Setiap PC membutuhkan daya listrik. Apabila aliran listrik (main power) terputus, PC akan mati (tidak berfungsi). Fungsi dasar UPS (Uninterruptible Power Supply) adalah menyediakan suplai listrik SEMENTARA ke beban (PC) tanpa terputus pada saat main power tidak bekerja agar seluruh proses dapat dihentikan dengan benar, seluruh data dapat disimpan den…