Skip to main content

Translate

Market In-Row & Rack Cooling menurun 6%



IN-ROW AND RACK COOLING UPTAKE FALLS SHORT

Consolidation is killing interest in small cooling systems, report says
6 June 2014 by Nick Booth - 
In-row and rack cooling uptake falls short
Supplementary cooling demand and outsourcing have affected sales
Sales for close-coupled data center cooling products are not producing the double-digit growth once hoped for, according to a report by market analyst IHS.
The report found that row/rack revenues fell by roughly 6% in 2013 compared with a perimeter cooling market decline of 3%.
In-row and rack cooling, products are typically used as standalone cooling solutions in small data centers or as supplementary cooling in high-density applications.
Author of Data Center Cooling 2014 Elizabeth Cruz said there are two explanations for the unexpected data center market dynamics: outsourcing is on the increase and supplementary cooling is no longer needed.
“Increasingly companies outsource their small data centers to colocation or cloud providers, which use traditional room cooling,” Cruz said.
“Supplementary cooling of high-density areas is not posing much opportunity for growth either.”
The death of this industry sector could be created as row and rack densities change, according to the report.
Currently row/rack products offer significant energy savings once rack densities approach the 8-10kW range.
At that point, it becomes more efficient to install a row/rack product than to increase the flow of air from a computer room air conditioning unit or computer room air handling unit to cool down a hot spot in a data center.
But with average rack densities still in the sub-5kW range, the operational savings from a row/rack product are not being realized and the justification for the higher investment cost is difficult to make.
The fact that many data centers still operate at higher densities has underpinned the moderate growth projections for the next five-years.
However, these are becomingly increasingly rare as the modern taste for low power density data centers takes hold.
According to the analyst, the sluggish data center market does not help.
It said there has been a contraction of revenue in the past two years across all segments of data center infrastructure.
“The economy is still a major factor in companies putting off large capital investments like data center builds,” Cruz said.
“And companies are consolidating their data center operations by outsourcing to colocation or cloud providers.”
This consolidation leads to more optimized data centers which maximize efficiency and reduce the need for power and cooling, Cruz said.
The growing adoption of virtualization and improvements in server technology will only further the agony for manufacturers of cooling and cooling backup systems, Cruz predicted.
However, in the medium term, IHS predicts a return to growth in the data center market, as consolidation and technology improvements can no longer absorb the increased digitization and resulting compute, storage and processing needs.
“When the market returns, expect an increase in densities that will again call for high-density cooling solutions like row and rack products,” Cruz said.
“This just might be a little further out than originally expected.”

Comments

Popular posts from this blog

Timer AC bergantian

Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas. Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja. Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit. Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (clo…

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Dari sekian banyak jenis modul yang ada dipasaran, kami menawarkan beberapa alternatif untuk jenis modul AMF yang dapat kami sediakan. antara lain menggunakan modul dari DEEPSEA, smart relay atau timer. tentunya dengan beragam pilihan tersebut ada beberapa keuntungan atau kelebihan dari masing masing modul tersebut. sebagai misal menggunakan modul AMF dari DEEPSEA akan sangat cocok jika modul ini dapat berinterakasi langsung dengan genset. terutama jika mesin genset belum dilengkapi genset controller dan masih mengandalkan panel genset manual. untuk pabrikan genset sekarang ini pada panel genset sudah dilengkapi dengan AMF, sehingga tidak perlu panel AMF - ATS dengan menggunakan modul DEEPSEA atau sejenisnya. sehingga dalam pemilihanya dapat menggunakan timer, smart relay atau produk lain seperti ATS controller C20 dari socomec.


Modul DEEPSEA 4420

AMF Module DSE 4420 Modul ini memiliki banyak fitur antara lain ; Start / stop gensetDigital …

Mendesigns dan Menghitung UPS untuk Data Center

Mendesigns dan Menghitung UPS untuk Data Center UPS dan data center mungkin bisa di sebut sayur tanpa garam, hambar jika tidak saling melengkapi. 
Tapi untuk menentukan kebutuhan akan UPS data centerperlu perhitungan yang matang agar UPS dan server tetap awet dan selalu ON 24 jam. banyak sekali jenis UPS dan daya yang di tawarkan. Kita harus menghitung kebutuhan beban keseluruhan server agar ketika listrik down UPS dapat menghandle beberapa detik untuk listrik pindah ke genset begitu pula sebaliknya, Oke untuk menentukan itu semua tentukan dulu jenis UPS yang akan anda gunakan.
Oke kita sedikit belajar dulu tentang UPS :)
PRINSIP KERJA UPS Setiap PC membutuhkan daya listrik. Apabila aliran listrik (main power) terputus, PC akan mati (tidak berfungsi). Fungsi dasar UPS (Uninterruptible Power Supply) adalah menyediakan suplai listrik SEMENTARA ke beban (PC) tanpa terputus pada saat main power tidak bekerja agar seluruh proses dapat dihentikan dengan benar, seluruh data dapat disimpan den…