Skip to main content

Translate

Setting Datacenter standar dalam era IoT


Setting the datacenter standard in the IoT era

06 Jun 2014, Prerna Sharma, DATAQUEST
philippe-arsonneau-senior-vice-president-global-sales-schneider
In today's Internet of Things era where everything is connected to the Internet, the ever growing volume and variety of digital data has become the critical success factor that businesses come to rely on. According to experts, the industry is being transformed by platforms such as cloud, big data, mobility, and social businesses. Data explosions with these emerging platforms needs to be matched with solution that are deployed quickly, more flexible, out of the box, with maximum RoI and efficiency.
"Infrastructure of datacenter is becoming more and more important and it is expected that in 2020 energy consumption of datacenter will increase. Our role is to find how we can improve DC infrastructure from end-to-end," says Philippe Arsonneau, Senior Vice President, Schneider Electric, IT Business.
To leverage big data they first need to ensure that their data centers are capable of facilitating the transmission, processing, streaming and storage of the burgeoning information. With this demand scenario in the mind, Schneider Electric introduced StruxureWare Data Center operation v7.4, which provides new capabilities and access to actionable intelligence for an ideal balance of high availability and peak efficiency throughout the data center life cycle. As part of Schneider Electric's DCIM solution, StruxureWare will optimize colocation management, power monitoring and network management helping data center and facility managers free up power capacity, right- size physical infrastructure and integrate with existing DCIM systems, thereby reducing capital and operational expenses.

"Their are lot of solutions available in the market.The DCIM solution provided by us has a whole range of offering with other solution providers like Summit Energy, Microsoft, IBM, Intel, VmWare, Cisco, Vigilent, etc," says Andrew Sylvester, Software Manager, Data Center Software Solution, Asia Pacific, Schneider Electric, IT Business.
To strengthen their footprint in DC infrastructure offerings Schneider Electric also unveiled its prefabricated data centers comprising All-in-One configurations, Power skids and modules, cooling and Hydronics modules and IT modules. "Today when you build a data center you have to think about cooling capacity or from where data cable is coming from. But with prefab data center all these worries are moved out of the window" says Pankaj Sharma, Vice President, East Asia Zone, IT Business, Schneider Electric.
The company believes that datacenter managers looking to optimize deployment speed, performance, reliability, and cost can observe various benefits like:
Pre-engineered and wired with integrated hardware and software, manufactured and tested in a factory
Arrives on-site ready to deploy quickly and easily
Enables a new-generation of datacenters with multiple levels of densities, criticalities, and voltages
Multiple form factors and power ranges, inside or outside deployment
Building blocks used independently or together to form a datacenter solution
Prefab Datacenter allows the planning cycles to switch from an onsite construction focus to onsite integration of these prefabricated building blocks.
(The author was hosted in Singapore by Schneider Electric)

Comments

Popular posts from this blog

Timer AC bergantian

Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas. Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja. Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit. Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (clo…

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Dari sekian banyak jenis modul yang ada dipasaran, kami menawarkan beberapa alternatif untuk jenis modul AMF yang dapat kami sediakan. antara lain menggunakan modul dari DEEPSEA, smart relay atau timer. tentunya dengan beragam pilihan tersebut ada beberapa keuntungan atau kelebihan dari masing masing modul tersebut. sebagai misal menggunakan modul AMF dari DEEPSEA akan sangat cocok jika modul ini dapat berinterakasi langsung dengan genset. terutama jika mesin genset belum dilengkapi genset controller dan masih mengandalkan panel genset manual. untuk pabrikan genset sekarang ini pada panel genset sudah dilengkapi dengan AMF, sehingga tidak perlu panel AMF - ATS dengan menggunakan modul DEEPSEA atau sejenisnya. sehingga dalam pemilihanya dapat menggunakan timer, smart relay atau produk lain seperti ATS controller C20 dari socomec.


Modul DEEPSEA 4420

AMF Module DSE 4420 Modul ini memiliki banyak fitur antara lain ; Start / stop gensetDigital …

Contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

Berikut adalah contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

PANDUAN - IK Standarisasi Area Data Center Article Number: 49 | Rating: Unrated | Last Updated: Mon, Nov 25, 2013 at 2:13 PM BAB I KEBIJAKAN
1.1.Area Data Center
Areadata center termasuk aset vital perusahaan dan diperlakukan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan.

Seksi Jaringan bertanggungjawab terhadap pengamanan fisik dan logik. sedangkan fungsi Sekuriti terhadap pengamanan fisik.


1.2.Pertimbangan Dalam Hal Penentuan Lokasi Area Data Center
Beberapa pertimbangan yang harus ada dalam menentukan lokasi ruang data center, yaitu :

1.Memungkinkan untuk pengembangan yang memadai, misalnya mempertimbangkan pengembangan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan.
2.Mempertimbangkan ruang yang tidak "terlalu” banyak dilalui untuk operasional lain, namun tetap dapat dijangkau dengan mudah.
3.Memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan pekerja.
4.Memenuhi persyaratan sebagaimana yang …