Skip to main content

Translate

10 Tahapan Membangun Green Data Center

Dalam beberapa waktu belakangan ini memang konsep ramah lingkungan sedang ramai digalakkan. Salah satu isu yang paling sering dibahas adalah tentu saja mengenai pemanasan Global atau Global Warming.
Banyak sekali hal yang menyebabkan pemanasan global atau global warming, semua penyebab termasuk mungkin adalah hasil dari beberapa ciptaan manusia yang secara tidak sadar mereka merusak lingkungan dan membuat global warming menjadi lebih parah dari sebelumnya.
Termasuk pula dalam lingkup bisnis, banyak pihak yang mengajukan atau melakukan riset mengenai bagaimana membangun green business atau tekhnologi yang ramah lingkungan karena selama ini bisnis dianggap sebagai salah satu aspek yang juga ikut menyebabkan kerusakan lingkungan dan juga turut menciptakan pemanasan global.
Namun ternyata banyak orang yang melupakan bagian data center atau tempat penyimpanan data entah pada setiap provider data center di Indonesia maupun di dunia atau pada data center pribadi sebuah perusahaan atau organisasi. Padahal, data center bisa dibilang menggunakan energy yang lumayan banyak supaya bisa beroperasi dan berjalan dengan baik.
Hal ini karena sebuah provider data center menggunakan energy untuk beberapa proses pengolahan data seperti proses replikasi (penggandaan data), desentralisasi (penyebaran data) dan juga redudansi (pengulangan data) untuk data yang diolah. Itu pun hanya untuk satu provider data center, padahal di Indonesia terdapat banyak sekali provider data center yang beroperasi dan dalam lingkup dunia jumlahnya pasti berlipat lipat lebih banyak dan berapa banyak energy yang digunakan pun rasanya akan sulit untuk kita bayangkan.
Namun ternyata sekarang sudah ada cara baru untuk membuat “Green Data Center” yang bisa diterapkan oleh semua provider data center yang ada di dunia maupun di Indonesia dan juga data center pribadi perusahaan untuk membantu mengurangi pemanasan Global.
Untuk membuat Green Data Center ini ada beberapa tahapan yang bisa anda lakukan seperti:
1. Menggunakan Uninterruptable Power Supply atau power supply yang tidak dapat diganggu. Hal ini akan bisa membantu mengurangi penggunaan energy.
2. Menghitung dengan tepat efisiensi data.
3. Menggabungkan storage atau tempat penyimpanan dengan data server.
4. Melakukan virtualisasi pada tempat penyimpanan atau storage dan juga server yang dimiliki data center. Virtualisasi adalah sebuah cara yang tepat untuk melakukan efisiensi energy.
5. Beralih menggunakan distribusi energy yang lebih efisien dari sebelumnya.
6. Jika anda menggunakan cooling system yang seadanya, maka anda bisa mulai menggunakan “Cooling” (Sistem Pendingin) yang terbaik.
7. Mulai menggunakan manajemen energy yang terletak pada CPU.
8. Beralih menggunakan voltage regulation dan power supply yang resmi.
9. Jika ada peralatan yang diam atau tidak aktif, maka akan lebih baik jika dinon aktifkan.
10. Sebisa mungkin kurangilah penggunaan energy.
Jika Anda berniat untuk membuat usaha provider data center atau anda ingin membuat data center pribadi anda untuk bisnis anda sendiri, akan lebih baik jika anda menggunakan 10 konsep dan tahapan diatas.
Dengan menggunakan tahapan tahapan tersebut, maka mobilitasi data yang dihasilkan akan mampu untuk melakukan penghematan terhadap infrastuktur pendukung data center. Beberapa tahapan virtualisasi seperti yang telah dijelaskan diatas juga akan memberikan penghematan yang cukup berarti pada data center untuk turut berperan dalam menjaga kesehatan lingkungan.
Virtualisasi ini telah terbukti mampu memberikan efisiensi pada tingkat kegunaan energy data center hingga mencapai 70 persen. Sebuah pencapaian yang tentu saja akan sangat berarti bagi kelangsungan kesehatan lingkungan tentunya.
Membangun sebuah data center dengan konsep ramah lingkungan atau green data center tentu tidak ada salahnya sama sekali untuk dilakukan. Sebaliknya, hal ini akan memberikan dampak positif pada kesehatan lingkungan pada masa sekarang dan masa depan. Mempunyai lingkungan yang sehat tentu bukanlah hal yang buruk.
Lingkungan yang sehat pun secara tidak langsung juga akan memberikan kontribusi positif bagi bisnis anda. Oleh karena itu, Anda bisa mulai menjaga kelestarian lingkungan dari bisnis Anda sendiri, dalam hal ini adalah membangun green data center atau data center yang ramah lingkungan. Demikian artikel tentang 10 tahapan membangun green data center. Semoga bermanfaat!

Comments

Popular posts from this blog

Timer AC bergantian

Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas. Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja. Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit. Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (clo…

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Dari sekian banyak jenis modul yang ada dipasaran, kami menawarkan beberapa alternatif untuk jenis modul AMF yang dapat kami sediakan. antara lain menggunakan modul dari DEEPSEA, smart relay atau timer. tentunya dengan beragam pilihan tersebut ada beberapa keuntungan atau kelebihan dari masing masing modul tersebut. sebagai misal menggunakan modul AMF dari DEEPSEA akan sangat cocok jika modul ini dapat berinterakasi langsung dengan genset. terutama jika mesin genset belum dilengkapi genset controller dan masih mengandalkan panel genset manual. untuk pabrikan genset sekarang ini pada panel genset sudah dilengkapi dengan AMF, sehingga tidak perlu panel AMF - ATS dengan menggunakan modul DEEPSEA atau sejenisnya. sehingga dalam pemilihanya dapat menggunakan timer, smart relay atau produk lain seperti ATS controller C20 dari socomec.


Modul DEEPSEA 4420

AMF Module DSE 4420 Modul ini memiliki banyak fitur antara lain ; Start / stop gensetDigital …

Contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

Berikut adalah contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

PANDUAN - IK Standarisasi Area Data Center Article Number: 49 | Rating: Unrated | Last Updated: Mon, Nov 25, 2013 at 2:13 PM BAB I KEBIJAKAN
1.1.Area Data Center
Areadata center termasuk aset vital perusahaan dan diperlakukan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan.

Seksi Jaringan bertanggungjawab terhadap pengamanan fisik dan logik. sedangkan fungsi Sekuriti terhadap pengamanan fisik.


1.2.Pertimbangan Dalam Hal Penentuan Lokasi Area Data Center
Beberapa pertimbangan yang harus ada dalam menentukan lokasi ruang data center, yaitu :

1.Memungkinkan untuk pengembangan yang memadai, misalnya mempertimbangkan pengembangan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan.
2.Mempertimbangkan ruang yang tidak "terlalu” banyak dilalui untuk operasional lain, namun tetap dapat dijangkau dengan mudah.
3.Memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan pekerja.
4.Memenuhi persyaratan sebagaimana yang …