Skip to main content

Translate

Apakah Power Usage Effectiveness - PUE?

Power Usage Effectiveness - PUE

The boss called, "What's our PUE?"

Power Usage Effectiveness Example
Do you know your PUE? 
PUE stands for Power Usage Effectiveness and it is rapidly becoming the number to know. In the past, data center managers were simply asked to provide enough space, power and cooling to support the IT equipment. Now, the same managers are being asked to do it efficiently. PUE can be a helpful benchmark.
Introduced by the Green Grid, PUE is a measure of efficiency. It is defined as: the total facility power consumed divided by the total IT equipment power consumed. The total facility power is measured at the utility meter for data centers. (For mixed-use facilities like an office building that contains a data center, only the power needed for the computer room should be measured or even estimated.) The facility power includes everything that supports the IT equipment including power, cooling, lighting, etc.
The IT equipment power is the load associated with servers, storage, networking, work stations, etc., that are used in the data center. Of course, the total facility power will always be greater than the power required by the IT equipment. So the PUE calculation will always be greater than one. But, how much greater?
A PUE of 1.0 would be an ideal situation: no power distribution losses, no chillers, pumps or fans, etc. While that is not possible, industry giants like Microsoft and Google are planning for PUE's of 1.2 or even better. That would truly be best-in-class. Today, according to the Uptime Institute, a typical data center has an average PUE of 2.5. However, it is not uncommon to have a PUE of 3.0 or greater. This means only 1/3 of the power is consumed by the IT equipment. Or, put another way, 2/3 of the power (and the utility bill) is wasted!
Whether you are looking to go Green or lower your OpEx, knowing your PUE is the first step. From there a step-by-step plan can be put in place to move that number down. So, measure now—before the boss calls.
SOURCE: http://www.dataclean.com/asia/power-usage-effectiveness.html

Comments

Popular posts from this blog

Timer AC bergantian

Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas. Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja. Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit. Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (clo…

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Dari sekian banyak jenis modul yang ada dipasaran, kami menawarkan beberapa alternatif untuk jenis modul AMF yang dapat kami sediakan. antara lain menggunakan modul dari DEEPSEA, smart relay atau timer. tentunya dengan beragam pilihan tersebut ada beberapa keuntungan atau kelebihan dari masing masing modul tersebut. sebagai misal menggunakan modul AMF dari DEEPSEA akan sangat cocok jika modul ini dapat berinterakasi langsung dengan genset. terutama jika mesin genset belum dilengkapi genset controller dan masih mengandalkan panel genset manual. untuk pabrikan genset sekarang ini pada panel genset sudah dilengkapi dengan AMF, sehingga tidak perlu panel AMF - ATS dengan menggunakan modul DEEPSEA atau sejenisnya. sehingga dalam pemilihanya dapat menggunakan timer, smart relay atau produk lain seperti ATS controller C20 dari socomec.


Modul DEEPSEA 4420

AMF Module DSE 4420 Modul ini memiliki banyak fitur antara lain ; Start / stop gensetDigital …

Contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

Berikut adalah contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

PANDUAN - IK Standarisasi Area Data Center Article Number: 49 | Rating: Unrated | Last Updated: Mon, Nov 25, 2013 at 2:13 PM BAB I KEBIJAKAN
1.1.Area Data Center
Areadata center termasuk aset vital perusahaan dan diperlakukan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan.

Seksi Jaringan bertanggungjawab terhadap pengamanan fisik dan logik. sedangkan fungsi Sekuriti terhadap pengamanan fisik.


1.2.Pertimbangan Dalam Hal Penentuan Lokasi Area Data Center
Beberapa pertimbangan yang harus ada dalam menentukan lokasi ruang data center, yaitu :

1.Memungkinkan untuk pengembangan yang memadai, misalnya mempertimbangkan pengembangan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan.
2.Mempertimbangkan ruang yang tidak "terlalu” banyak dilalui untuk operasional lain, namun tetap dapat dijangkau dengan mudah.
3.Memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan pekerja.
4.Memenuhi persyaratan sebagaimana yang …