Skip to main content

Translate

10 elemen Ruang Server yang efisien



Teknologi membangun datacenter kini ber-transformasi, sebagai bagian dari evolusi, mulai dari  virtualisasi dan cloud computing akan menuntut efisiensi datacenter.
Ilustrasi dibawah mudah-mudahan belum mengalami  :-)
cablemess
Helo, ehlo…kabel ijo ? yang sebelah mana ?  
MISSION IMPOSSIBLE
Sorry bro… sstt.. pinjem  bentar… :-)
Apapun ukurannya, datacenter mulai dari seukuran toilet atau sebesar hanggar pesawat,ataupun datacenter yang terapung di laut, mengudara di atmosfer (proyek mission possible-nya google), setidaknya memiliki elemen dibawah ini agar efisien.
1. Environmental controls
Fire Suppression, air flow maupun power distribution mutlak di perlukan.Sanitasi ruang datacenter sebagian ada yg sangat peduli,sehingga datacenter bersih dari  kardus (packaging) yang biasa numpuk. Bagaimanpun partikel dari packaging tsb
bisa terbang dan mengkontaminasi udara sehingga berimbas pada perangkat.
2. Security
Server boleh saja di lindungi dengan firewall ala kue lapis tetapi yang tidak kalah penting adalah perlindungan dan pengawasan secara fisik. Alarm, CCTV, door acces control, petugas keamanan atau  operator yang stand-by 24 jam bisa dijadikan penjaga ring-1 datacenter kita.
3. Accountability
Para professional IT yang menjadi “pemilik” atau “pengelola” datacenter adalah orang-orang yang memegang tanggung jawab besar.
Meskipun demikian, harus ada pengawasan internal yang meng-audit aktivitas mereka. Misalnya dengan mencatat smua kunjungan ke data center, menyimpan informasi account (user/password) terpenting secara terpisah. Hal ini bertujuan agar smua aktivitas akses ke datacenter dan isinya akan tercatat.
4. Policies
Backup / restore atau pun prosedur system recovery semestinya di buat dengan aturan yang jelas. Dengan policy yang ditetapkan, misalnya prosedur off-site backup dengan menyimpan tape backup ke lokasi yang berbeda dengan datacenter. Jika terjadi sesuatu yang buruk seperti kebakaran, gempa bumi, angin topan atau kebobolan hacker maka pemilik datacenter bisa dengan cepat mengantisipasinya.
5. Redundancy
Datacenter yang baik dan benar, dari awal design akan memasukan faktor redudancy. Single failure components sebaiknya di hindari karena akan membuat kompleksitas jika sesuatu terjadi . Contoh paling gampang di temui yakni biasanya untuk power supply di buat dua source, kemudian cooling (aircon) double, demikian juga dengan koneksi internet. Tujuannya satu, jika terjadi kegagalan di salah satu perangkat, maka perangkat cadangan bisa naik menggantikan secara langsung, sehingga downtime bisa minimum.
6. Monitoring
Setelah beroperasi, datacenter perlu di monitor mulai dari pemakaian bandwidth internet, listrik,suhu ruang, kelembaban, penggunaan storage dan rack dan hal lain yang berhubungan dengan operasi  di datacenter (deteksi asap / kebakaran, air / kebanjiran / kebocoroan). Sebagain vendor hardware baik itu server, storage, networking, rack, cooling system, dst. menyediakan tool / alat untu monitoring. Hasil monitoring ini bisa dipantau via web, mail, sms (atau whatsapp  :-)
7. Scalability
Planning, sizing, ataupun istilahnya harus bisa mengantisipasi kebutuhan ke depan. Sehingga jika suatu saat di perlukan tambahan maka dari awal sudah bisa di hitung dan diprediksikan. Contohnya, datacenter pada awalnya hanya berisi satu rack server setelah beberapa tahun karena bisnis meningkat kebutuhan server bertambah. Maka di perlukan design yang baik pada saat perencanaan awal. Kalkulasi kebutuhan listrik, cooling, UPS, dst. sebaiknya di tentukan di awal.
8. Change management
Harus ada SOP (Standar Operational Procedure) untuk setiap proses / update di datacenter. Aturannya yang jelas akan memudahkan pekerjaan.
9. Organization
Datacenter yang terorganisir dan tertata dengan baik akan memudahkan kita untuk menangani  masalah / issue. Contoh paling gampang dan sederhana, misalnya labeling. Hal simple dan mudah tapi  jarang di lakukan.
10. Documentation
Dan yang terakhir..last but not least. menuliskan dokumentasi. Professional IT tidak semuanya suka menulis atau pun menjadi pujangga. Tetapi kemampuan dasar menulis setidakny setiap orang IT harus memiliki. Mengapa ? Jaman sudah berubah… kemampuan teknis dan kemampuan menulis adalah pasangan ideal utk menjadi the true IT Pro.
Kita mungkin tidak slamanya bekerja di datacenter, atau suatu hari ada mungkin ada penggantian personal,. Diperlukan training utk orang baru tsb. Jika hanya mengandalkan ingatan otak…rasanya tidak smua bisa di ingat (apalagi jika sudah terlalu sibuk dan banyak kerjaan). Dengan adanya dokumentasi, tentunya akan membuat pekerjaan lebih mudah

Comments

  1. BlueHost is ultimately one of the best web-hosting company with plans for any hosting requirements.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Timer AC bergantian

Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas. Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja. Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit. Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (clo…

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Dari sekian banyak jenis modul yang ada dipasaran, kami menawarkan beberapa alternatif untuk jenis modul AMF yang dapat kami sediakan. antara lain menggunakan modul dari DEEPSEA, smart relay atau timer. tentunya dengan beragam pilihan tersebut ada beberapa keuntungan atau kelebihan dari masing masing modul tersebut. sebagai misal menggunakan modul AMF dari DEEPSEA akan sangat cocok jika modul ini dapat berinterakasi langsung dengan genset. terutama jika mesin genset belum dilengkapi genset controller dan masih mengandalkan panel genset manual. untuk pabrikan genset sekarang ini pada panel genset sudah dilengkapi dengan AMF, sehingga tidak perlu panel AMF - ATS dengan menggunakan modul DEEPSEA atau sejenisnya. sehingga dalam pemilihanya dapat menggunakan timer, smart relay atau produk lain seperti ATS controller C20 dari socomec.


Modul DEEPSEA 4420

AMF Module DSE 4420 Modul ini memiliki banyak fitur antara lain ; Start / stop gensetDigital …

Contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

Berikut adalah contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

PANDUAN - IK Standarisasi Area Data Center Article Number: 49 | Rating: Unrated | Last Updated: Mon, Nov 25, 2013 at 2:13 PM BAB I KEBIJAKAN
1.1.Area Data Center
Areadata center termasuk aset vital perusahaan dan diperlakukan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan.

Seksi Jaringan bertanggungjawab terhadap pengamanan fisik dan logik. sedangkan fungsi Sekuriti terhadap pengamanan fisik.


1.2.Pertimbangan Dalam Hal Penentuan Lokasi Area Data Center
Beberapa pertimbangan yang harus ada dalam menentukan lokasi ruang data center, yaitu :

1.Memungkinkan untuk pengembangan yang memadai, misalnya mempertimbangkan pengembangan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan.
2.Mempertimbangkan ruang yang tidak "terlalu” banyak dilalui untuk operasional lain, namun tetap dapat dijangkau dengan mudah.
3.Memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan pekerja.
4.Memenuhi persyaratan sebagaimana yang …