Skip to main content

Translate

Green Data Center Design and Build Strategies - 5

Green Data Center Design and Build Strategies

Chapter Description

This chapter discusses methods for limiting the environmental impact that occurs during the construction of a Data Center through decisions concerning physical location, choice of building materials, landscaping choices and jobsite construction practices.

From the Book

Grow a Greener Data Center
$41.59 (Save 20%)

Strategies for a Greener Construction Site

Construction sites have an inherent messiness to them. Dirt is kicked up as heavy machinery rumbles across the property. Mountains of packaging material form as building fixtures are unwrapped. Scrap building materials accumulate as items are cut to specific sizes. Even the minor leavings of lunches, multiplied by hundreds of people working on site for months, can have a significant impact upon the surrounding environment if not managed in some way.
It's therefore important that just as you design your Data Center to have less environmental impact, so too plan your construction site. Designate separate areas to store building materials, unpackage and assemble building fixtures and appliances, deposit recyclable items (packaging, bottles, and the like), deposit salvageable items (such as leftover building materials), and dispose of construction waste. If the property is undeveloped, carefully choose the makeshift roads that construction vehicles carve in to the property to limit disruption of the soil. Define vulnerable areas on the job site where construction activity is not allowed.
Other approaches to make the construction phase of your Data Center project greener include the following:
  • Mitigating dust, smoke, and odors: Effective dust control measures include limiting site traffic, reducing vehicle speeds, installing wind fencing, covering dirt piles, and watering regularly at the site.
  • Controlling erosion and waste-water runoff: Prevent sediment, debris, or other pollutants from entering nearby streams or storm drains by employing diversion ditches, silt fencing, and other retention structures. Minimize soil disturbance, limit grading to small areas, and place ground coverings over exposed areas.
  • Minimizing noise and vibrations: Newer construction equipment bearing muffling devices can be notably quieter and generate less-powerful vibrations than older systems. Install barriers, such as chain-link fencing mounted with plywood and sound-absorbing mats, at the start of the project. Set up temporary barriers around stationary construction activities known to generate noise (for example, a worker cutting notches in panels for a Data Center raised floor). Include noise-related financial incentives and penalties in your construction contracts so that on-site workers are accountable for noise mitigation. Measure on-site noise periodically.
  • Managing construction waste: Save money and make your Data Center project greener by reducing how much construction waste is produced and then reusing or recycling what is created. To reduce waste, standardize on building material sizes to make leftover stock less likely. Ask suppliers to consolidate packaging and take back transport materials such as pallets. Separate construction debris into recyclable and nonrecyclable materials; then seek out a local company that buys and resells secondhand construction materials to reuse your leftover materials.

Comments

Popular posts from this blog

Timer AC bergantian

Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas. Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja. Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit. Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (clo…

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Dari sekian banyak jenis modul yang ada dipasaran, kami menawarkan beberapa alternatif untuk jenis modul AMF yang dapat kami sediakan. antara lain menggunakan modul dari DEEPSEA, smart relay atau timer. tentunya dengan beragam pilihan tersebut ada beberapa keuntungan atau kelebihan dari masing masing modul tersebut. sebagai misal menggunakan modul AMF dari DEEPSEA akan sangat cocok jika modul ini dapat berinterakasi langsung dengan genset. terutama jika mesin genset belum dilengkapi genset controller dan masih mengandalkan panel genset manual. untuk pabrikan genset sekarang ini pada panel genset sudah dilengkapi dengan AMF, sehingga tidak perlu panel AMF - ATS dengan menggunakan modul DEEPSEA atau sejenisnya. sehingga dalam pemilihanya dapat menggunakan timer, smart relay atau produk lain seperti ATS controller C20 dari socomec.


Modul DEEPSEA 4420

AMF Module DSE 4420 Modul ini memiliki banyak fitur antara lain ; Start / stop gensetDigital …

Mendesigns dan Menghitung UPS untuk Data Center

Mendesigns dan Menghitung UPS untuk Data Center UPS dan data center mungkin bisa di sebut sayur tanpa garam, hambar jika tidak saling melengkapi. 
Tapi untuk menentukan kebutuhan akan UPS data centerperlu perhitungan yang matang agar UPS dan server tetap awet dan selalu ON 24 jam. banyak sekali jenis UPS dan daya yang di tawarkan. Kita harus menghitung kebutuhan beban keseluruhan server agar ketika listrik down UPS dapat menghandle beberapa detik untuk listrik pindah ke genset begitu pula sebaliknya, Oke untuk menentukan itu semua tentukan dulu jenis UPS yang akan anda gunakan.
Oke kita sedikit belajar dulu tentang UPS :)
PRINSIP KERJA UPS Setiap PC membutuhkan daya listrik. Apabila aliran listrik (main power) terputus, PC akan mati (tidak berfungsi). Fungsi dasar UPS (Uninterruptible Power Supply) adalah menyediakan suplai listrik SEMENTARA ke beban (PC) tanpa terputus pada saat main power tidak bekerja agar seluruh proses dapat dihentikan dengan benar, seluruh data dapat disimpan den…