Skip to main content

Translate

Google data center gunakan Plastic Curtain untuk jaga suhu


Plastic curtains in the network room prevent the hot air behind the server racks from mixing with the colder air in front of the server racks.



Controlling the temperature of our equipment

To help our equipment function optimally while continuing to save energy, we manage the temperature and airflow in our data centers and machines in simple, cost-effective ways.

We raise the thermostat to 80°F.

One of the simplest ways to save energy in a data center is to raise the temperature. It’s a myth that data centers need to be kept chilly. According to expert recommendations and most IT equipment manufacturers' specifications, data center operators can safely raise their cold aisle to 80°F or higher. By doing so, we significantly reduce facility energy use.

We plan by using thermal modeling.

We use thermal modeling to locate “hot spots” and better understand airflow in the data center. In the design phase, we physically arrange our equipment to even out temperatures in the facility. Even after that, we can move certain equipment like computer room air conditioners (CRACs) to reduce hot spots and even out the ambient temperature—ultimately reducing the amount of time the CRAC must run.

We find inexpensive ways to manage airflow.

To cut cooling costs and save energy, we prevent the “hot aisle” air behind the server racks from mixing with the “cold aisle” in front of the server racks. In our large data centers, we use appropriate ducting and permanent enclosures. In addition, we take simple measures well-suited for smaller “closet” style data centers. For instance, we:
  • Use blanking panels (or flat sheets of metal) to close off empty rack slots and prevent hot aisle air from seeping into to the cold aisle.
  • Hang plastic curtains (like those used in commercial refrigerators) to seal off the cold aisle.
  • Enclose areas with components that run hotter (such as power supply units or PSUs) with plastic curtains.
These efforts help to reduce the total amount of energy used for cooling. At the same time, they ensure that the cooler air we send into the cold aisles is truly cool enough to do its job.

Comments

Popular posts from this blog

Timer AC bergantian

Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas. Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja. Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit. Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (clo…

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Dari sekian banyak jenis modul yang ada dipasaran, kami menawarkan beberapa alternatif untuk jenis modul AMF yang dapat kami sediakan. antara lain menggunakan modul dari DEEPSEA, smart relay atau timer. tentunya dengan beragam pilihan tersebut ada beberapa keuntungan atau kelebihan dari masing masing modul tersebut. sebagai misal menggunakan modul AMF dari DEEPSEA akan sangat cocok jika modul ini dapat berinterakasi langsung dengan genset. terutama jika mesin genset belum dilengkapi genset controller dan masih mengandalkan panel genset manual. untuk pabrikan genset sekarang ini pada panel genset sudah dilengkapi dengan AMF, sehingga tidak perlu panel AMF - ATS dengan menggunakan modul DEEPSEA atau sejenisnya. sehingga dalam pemilihanya dapat menggunakan timer, smart relay atau produk lain seperti ATS controller C20 dari socomec.


Modul DEEPSEA 4420

AMF Module DSE 4420 Modul ini memiliki banyak fitur antara lain ; Start / stop gensetDigital …

Mendesigns dan Menghitung UPS untuk Data Center

Mendesigns dan Menghitung UPS untuk Data Center UPS dan data center mungkin bisa di sebut sayur tanpa garam, hambar jika tidak saling melengkapi. 
Tapi untuk menentukan kebutuhan akan UPS data centerperlu perhitungan yang matang agar UPS dan server tetap awet dan selalu ON 24 jam. banyak sekali jenis UPS dan daya yang di tawarkan. Kita harus menghitung kebutuhan beban keseluruhan server agar ketika listrik down UPS dapat menghandle beberapa detik untuk listrik pindah ke genset begitu pula sebaliknya, Oke untuk menentukan itu semua tentukan dulu jenis UPS yang akan anda gunakan.
Oke kita sedikit belajar dulu tentang UPS :)
PRINSIP KERJA UPS Setiap PC membutuhkan daya listrik. Apabila aliran listrik (main power) terputus, PC akan mati (tidak berfungsi). Fungsi dasar UPS (Uninterruptible Power Supply) adalah menyediakan suplai listrik SEMENTARA ke beban (PC) tanpa terputus pada saat main power tidak bekerja agar seluruh proses dapat dihentikan dengan benar, seluruh data dapat disimpan den…