Skip to main content

Google data center gunakan Water Cooling



Colorful pipes carry water in and out of the data center. The blue pipes supply cold water and the red pipes return the warm water back to be cooled.

Cooling with water—not chillers

The electricity that powers a data center ultimately turns into heat. Most data centers use chillers or air conditioning units to cool things down, requiring 30-70% overhead in energy usage. At Google data centers, we often use water as an energy-efficient way to cool instead.

We trap hot air and cool our equipment with water.

We've designed custom cooling systems for our server racks that we've named “Hot Huts” because they serve as temporary homes for the hot air that leaves our servers—sealing it away from the rest of the data center floor. Fans on top of each Hot Hut unit pull hot air from behind the servers through water-cooled coils. The chilled air leaving the Hot Hut returns to the ambient air in the data center, where our servers can draw the chilled air in, cooling them down and completing the cycle.

We take advantage of evaporative cooling.

Evaporation is a powerful tool. In our bodies, it helps us maintain our temperature even when outside temperatures are warmer than we are. It also works similarly in our cooling towers. As hot water from the data center flows down the towers through a material that speeds evaporation, some of the water turns to vapor. A fan lifts this vapor, removing the excess heat in the process, and the tower sends the cooled water back into the data center.

We use the natural cooling power of sea water.

Evaporating water isn't the only way to free cool. Our facility in Hamina, Finland uses sea water to cool without chillers. We chose this location for its cold climate and its location on the Gulf of Finland. The cooling system we designed pumps cold water from the sea to the facility, transfers heat from our operations to the sea water through a heat exchanger, and then cools this water before returning it to the gulf. Because this approach provides all of our needed cooling year round, we haven't had to install any mechanical chillers at all.

We save and recycle water.

To better conserve water, we power two of our data centers with 100% recycled water, and capture rainwater for cooling a third. The idea is simple: instead of using potable (or drinking) water for cooling, we use non-drinkable sources of water and clean it just enough so we can use it for cooling.
We use recycled water from various sources. Our Douglas County facility treats city waste water, while our Belgium facility pulls water from an industrial canal. There, we use a large tank filled with fine sand to filter out small particles, leaving the water completely clear (although not suitable for drinking). While it's not always possible or cost-effective to use recycled water, we're optimistic that we can find sustainable solutions for the majority of our water use.

Comments

  1. The heating element in my water distiller recently stopped working, forcing me to come up with a way to eliminate my dependence on a single water click here

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Timer AC bergantian

Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas. Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja. Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit. Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (clo…

Contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

Berikut adalah contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

PANDUAN - IK Standarisasi Area Data Center Article Number: 49 | Rating: Unrated | Last Updated: Mon, Nov 25, 2013 at 2:13 PM BAB I KEBIJAKAN
1.1.Area Data Center
Areadata center termasuk aset vital perusahaan dan diperlakukan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan.

Seksi Jaringan bertanggungjawab terhadap pengamanan fisik dan logik. sedangkan fungsi Sekuriti terhadap pengamanan fisik.


1.2.Pertimbangan Dalam Hal Penentuan Lokasi Area Data Center
Beberapa pertimbangan yang harus ada dalam menentukan lokasi ruang data center, yaitu :

1.Memungkinkan untuk pengembangan yang memadai, misalnya mempertimbangkan pengembangan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan.
2.Mempertimbangkan ruang yang tidak "terlalu” banyak dilalui untuk operasional lain, namun tetap dapat dijangkau dengan mudah.
3.Memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan pekerja.
4.Memenuhi persyaratan sebagaimana yang …

Mendesigns dan Menghitung UPS untuk Data Center

Mendesigns dan Menghitung UPS untuk Data Center UPS dan data center mungkin bisa di sebut sayur tanpa garam, hambar jika tidak saling melengkapi. 
Tapi untuk menentukan kebutuhan akan UPS data centerperlu perhitungan yang matang agar UPS dan server tetap awet dan selalu ON 24 jam. banyak sekali jenis UPS dan daya yang di tawarkan. Kita harus menghitung kebutuhan beban keseluruhan server agar ketika listrik down UPS dapat menghandle beberapa detik untuk listrik pindah ke genset begitu pula sebaliknya, Oke untuk menentukan itu semua tentukan dulu jenis UPS yang akan anda gunakan.
Oke kita sedikit belajar dulu tentang UPS :)
PRINSIP KERJA UPS Setiap PC membutuhkan daya listrik. Apabila aliran listrik (main power) terputus, PC akan mati (tidak berfungsi). Fungsi dasar UPS (Uninterruptible Power Supply) adalah menyediakan suplai listrik SEMENTARA ke beban (PC) tanpa terputus pada saat main power tidak bekerja agar seluruh proses dapat dihentikan dengan benar, seluruh data dapat disimpan den…