Skip to main content

Translate

Melatih Pegawai atau Software Keamanan, Dilema Menjaga Keamanan Perusahaan

Melatih Pegawai atau Software Keamanan, Dilema Menjaga Keamanan Perusahaan


74

Menjaga keamanan perusahaan tidaklah mudah, mana bisa diandalkan? perangkat keamanan atau melatih perilaku berkomputer dan berinternet pegawai? foto dok. lythyum.com
Menjaga keamanan perusahaan tidaklah mudah, mana bisa diandalkan? perangkat keamanan atau melatih perilaku berkomputer dan berinternet pegawai? foto dok. lythyum.com
Berdasarkan laporan Microsoft, Indonesia menjadi salah satu negara dengan tingkat malware tertinggi di dunia. Ini tentu bukan soal sepele, terutama bagi kalangan bisnis seperti disampaikan Kristin Gillon, technical Manager, IT Faculty ICAEW (Institute of Chartered Accountants in England and Wales). Sebab, malware bisa jadi melumpuhkan sistem mereka, mencuri data pelanggan atau bahkan menyebarkan data penting perusahaan kepada pesaing.
Dalam laporan ICAEW, disebutkan bahwa orang merupakan titik terlemah dalam keamanan TI perusahaan. Oleh karena itu, menjadi penting untuk memastikan bahwa pekerja punya perilaku berkomputer dan berinternet yang sadar keamanan. Sebisa mungkin buat karyawan sadar untuk berpikir dua kali sebelum meng-klik suatu link, berhati-hati dengan apa yang mereka tulis di media sosial, gunakan password yang kuat dan tak mudah ditebak (kombinasi huruf, angka, dan tanda baca misalnya), dan jangan taruh password itu di ponsel mereka, semikian ICAEW.
Meski demikian, ketika ditanya mana yang lebih baik, mengandalkan perangkat keamanan atau melakukan pelatihan kepada pegawai? Kristin menyarankan penggunan software keamanan yang mumpuni jadi pilihan yang lebih terpercaya. “Banyak perusahaan yang melakukan pelatihan keamanan bagi karyawannya, tapi mereka tetap mengklik <em>link-link</em> berbahaya,” ujarnya. “Hanya dibutuhkan satu klik untuk menyusup dalam sistem perusahaan,” tambahnya lagi. Oleh karena itu, menyediakan perangkat keamanan yang mumpuni adalah lebih baik, tandasnya.
Selain itu, Kristin juga merekomendasikan agar pelaku bisnis memerhatikan beberapa aturan keamanan dasar berikut.
Pertama, pastikan setiap perangkat yang terhubung dengan internet memiliki perangkat keamanan. Pastikan pula perangkat keamanan yang kamu pakai terus diperbarui sehingga dapat menghadapi berbagai model serangan baru. Sebab, Kristin sadar para penjahat cyber selalu mencari cara baru untuk menerobos sistem keamanan yang kita pakai.
Kedua, pisahkan data perusahaan yang benar-benar rahasia. Pastikan data rahasia ini bukan data yang mudah diakses kapanpun, oleh siapapun, dimanapun.
Ketiga, bersiaplah untuk kejadian terburuk. Sebab, semua pakar keamanan setuju bahwa suatu saat bisnis apapun sangat mungkin mendapat serangan cyber. Sehingga backup perlu dilakukan secara reguler agar ketika terjadi kegagalan sistem, bisnis Anda punya rencana cadangan agar layanan tetap beroperasi.
Keempat, teknologi baru membawa tantangan baru. Sehingga sudah sewajarnya jika perusahaan mengkhawatirkan sisi keamanan ketika mengadopsi teknologi baru. Perangkat mobile misalnya, penggunaan berbagai perangkat ini di lingkungan kantor suka tidak suka sebenarnya menciptakan lebih banyak resiko baru.

Comments

Popular posts from this blog

Timer AC bergantian

Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas. Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja. Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit. Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (clo…

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Dari sekian banyak jenis modul yang ada dipasaran, kami menawarkan beberapa alternatif untuk jenis modul AMF yang dapat kami sediakan. antara lain menggunakan modul dari DEEPSEA, smart relay atau timer. tentunya dengan beragam pilihan tersebut ada beberapa keuntungan atau kelebihan dari masing masing modul tersebut. sebagai misal menggunakan modul AMF dari DEEPSEA akan sangat cocok jika modul ini dapat berinterakasi langsung dengan genset. terutama jika mesin genset belum dilengkapi genset controller dan masih mengandalkan panel genset manual. untuk pabrikan genset sekarang ini pada panel genset sudah dilengkapi dengan AMF, sehingga tidak perlu panel AMF - ATS dengan menggunakan modul DEEPSEA atau sejenisnya. sehingga dalam pemilihanya dapat menggunakan timer, smart relay atau produk lain seperti ATS controller C20 dari socomec.


Modul DEEPSEA 4420

AMF Module DSE 4420 Modul ini memiliki banyak fitur antara lain ; Start / stop gensetDigital …

Contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

Berikut adalah contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

PANDUAN - IK Standarisasi Area Data Center Article Number: 49 | Rating: Unrated | Last Updated: Mon, Nov 25, 2013 at 2:13 PM BAB I KEBIJAKAN
1.1.Area Data Center
Areadata center termasuk aset vital perusahaan dan diperlakukan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan.

Seksi Jaringan bertanggungjawab terhadap pengamanan fisik dan logik. sedangkan fungsi Sekuriti terhadap pengamanan fisik.


1.2.Pertimbangan Dalam Hal Penentuan Lokasi Area Data Center
Beberapa pertimbangan yang harus ada dalam menentukan lokasi ruang data center, yaitu :

1.Memungkinkan untuk pengembangan yang memadai, misalnya mempertimbangkan pengembangan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan.
2.Mempertimbangkan ruang yang tidak "terlalu” banyak dilalui untuk operasional lain, namun tetap dapat dijangkau dengan mudah.
3.Memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan pekerja.
4.Memenuhi persyaratan sebagaimana yang …