Skip to main content

Translate

Warna Kabel Instalasi Listrik

Warna Kabel Instalasi Listrik

Posting kali ini saya angkat dari pengalaman saya sebagai instalatir listrik disamping saya bekerja sabagai  tenaga pengajar di SMK bagian listrik. Berkaitan dengan hal tersebut ada yang bertanya tentang standarisasi warna kabel yang dibenarkan. Jangan heran jika melihat kabel yang terpasang pada instalasi rumah tidak sesuai dengan Warna Kabel Instalasi Listrik yang sudah di standardkan. Suatu Masalah bagi yang pengetahuannya kurang tentang kelistrikan jika ingin diadakan penanambahan instalasi atau ingin melakukan perbaikan akibat gangguan kelistrikan malah memanggil orang padahal jika dikerjakan sendiri bisa saja. Namun jika alasan takut silakan panggil orang yang tahu tentang listrik biar aman.

Sebagai referensi bagi anda yang kebetulan mampir disini, saya kasih in tabel standarisasi Warna Kabel Instalasi Listrik bersadarkan PUIL (Persyaratan Umum Instalasi Listrik) yang mengatur tentang kelistrikan di indonesia sehingga dapat anda bandingkan dengan warna kabel yang terpasang pada instalasi di rumah anda.  Berikut tabel nya : 
standarisasi warna kabel instalasi listrik sesuai PUIL 2000 Warna Kabel Instalasi Listrik
Jika kita lihat dari tabel Yang di keluarkan Oleh PUIL diatas maka yang saya lingkari dengan warna hijau tersebut haruslah sesuai dengan apa yang seharusnya terpasang pada instalasi rumah anda. Namun kenyataan dilapangan kadang kadang tidak sesuai walaupun ada juga yang mengikuti standarisasi.  Terus terang untuk saya sendiri jika menginstalasi rumah, yang saya tanyakan kepada pemilik rumah adalah “ apakah warna kabel instalasi listrik nya sesuai standar atau tidak?” namun hanya berkaitan dengan warna kabelnya saja. Jika pemilik rumah keberatan dengan ongkos bahan yang mahal karena pemakaian kabel yang banyak sesuai dengan kebutuhan warna. Maka terkadang saya hanya menggunakan satu warna kabel saja.
Pertanyaannya adalah bagaimana jika saya ingin menambah atau memperbaiki sendiri instalasi listrik yang ada di rumah saya, sedangkan Warna Kabel Instalasi Listrik nya tidak sesuai standard PUIL?,
Apalagi setelah di lihat Sama Warna Kabel Instalasi Listrik nya antara FASA dan Netral, maka yang harus di persiapkan oleh anda adalah sebuah TESPEN. Tespen merupakan suatu alat untuk mendeteksi keberadaan Listrik pada sebuah kabel apakah berpolaritas FASA atau Netral. Dalam keadaan listrik aktif yaitu MCB di KWH belum di OFF kan maka jika di test dengan TESPEN maka yang menyala itulah berpolaritas FASA sedangkan yang tidak menyala adalah Polaritas Netral.
Dengan demikian Setelah tahu warna kabel mana yang berpolaritas FASA atau Netral silakan di ingat karena listriknya harus dimatikan terlebih dahulu apakah untuk mengadakan penambahan instalasi atau perbaikan instalasi. Sekian dulu pembahasan kali ini semoga bermanfaat bagi anda yang butuh penjelasan tentang Warna Kabel Instalasi Listrik Standard PUIL.

Comments

Popular posts from this blog

Timer AC bergantian

Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas. Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja. Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit. Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (clo…

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Dari sekian banyak jenis modul yang ada dipasaran, kami menawarkan beberapa alternatif untuk jenis modul AMF yang dapat kami sediakan. antara lain menggunakan modul dari DEEPSEA, smart relay atau timer. tentunya dengan beragam pilihan tersebut ada beberapa keuntungan atau kelebihan dari masing masing modul tersebut. sebagai misal menggunakan modul AMF dari DEEPSEA akan sangat cocok jika modul ini dapat berinterakasi langsung dengan genset. terutama jika mesin genset belum dilengkapi genset controller dan masih mengandalkan panel genset manual. untuk pabrikan genset sekarang ini pada panel genset sudah dilengkapi dengan AMF, sehingga tidak perlu panel AMF - ATS dengan menggunakan modul DEEPSEA atau sejenisnya. sehingga dalam pemilihanya dapat menggunakan timer, smart relay atau produk lain seperti ATS controller C20 dari socomec.


Modul DEEPSEA 4420

AMF Module DSE 4420 Modul ini memiliki banyak fitur antara lain ; Start / stop gensetDigital …

Mendesigns dan Menghitung UPS untuk Data Center

Mendesigns dan Menghitung UPS untuk Data Center UPS dan data center mungkin bisa di sebut sayur tanpa garam, hambar jika tidak saling melengkapi. 
Tapi untuk menentukan kebutuhan akan UPS data centerperlu perhitungan yang matang agar UPS dan server tetap awet dan selalu ON 24 jam. banyak sekali jenis UPS dan daya yang di tawarkan. Kita harus menghitung kebutuhan beban keseluruhan server agar ketika listrik down UPS dapat menghandle beberapa detik untuk listrik pindah ke genset begitu pula sebaliknya, Oke untuk menentukan itu semua tentukan dulu jenis UPS yang akan anda gunakan.
Oke kita sedikit belajar dulu tentang UPS :)
PRINSIP KERJA UPS Setiap PC membutuhkan daya listrik. Apabila aliran listrik (main power) terputus, PC akan mati (tidak berfungsi). Fungsi dasar UPS (Uninterruptible Power Supply) adalah menyediakan suplai listrik SEMENTARA ke beban (PC) tanpa terputus pada saat main power tidak bekerja agar seluruh proses dapat dihentikan dengan benar, seluruh data dapat disimpan den…