Skip to main content

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)


Dari sekian banyak jenis modul yang ada dipasaran, kami menawarkan beberapa alternatif untuk jenis modul AMF yang dapat kami sediakan. antara lain menggunakan modul dari DEEPSEA, smart relay atau timer. tentunya dengan beragam pilihan tersebut ada beberapa keuntungan atau kelebihan dari masing masing modul tersebut. sebagai misal menggunakan modul AMF dari DEEPSEA akan sangat cocok jika modul ini dapat berinterakasi langsung dengan genset. terutama jika mesin genset belum dilengkapi genset controller dan masih mengandalkan panel genset manual. untuk pabrikan genset sekarang ini pada panel genset sudah dilengkapi dengan AMF, sehingga tidak perlu panel AMF - ATS dengan menggunakan modul DEEPSEA atau sejenisnya. sehingga dalam pemilihanya dapat menggunakan timer, smart relay atau produk lain seperti ATS controller C20 dari socomec.


Modul DEEPSEA 4420

AMF Module DSE 4420
Modul ini memiliki banyak fitur antara lain ;
  • Start / stop genset
  • Digital input untuk deteksi switch oli, temperature, fuel dsb
  • Analog input untuk pembacaan sensor tekanan oli, temperature, fuel dsb
  • pengukuran tegangan, dan frekwensi pada sisi main dan genset
  • Timer internal
  • dapat dikonfigurasi dengan PC
  • dapat dioperasikan dengan mode manual, remote start, dan auto
  • pengukuran tegangan battrey
  • Automatic transfer switch
  • dipasang pada front panel
AMF Module DSE 7120

  • Back-lit icon LCD display
  • Five key menu navigation
  • Front panel editing
  • LED and LCD alarm indication
  • Power Save mode
  • 4 Digital inputs
  • 3 Analogue inputs (2 fixed, 1 flexible)
  • 6 configurable outputs
  • Configurable timers and alarms
  • Alternative configuration
  • Event Log (5)
  • CAN and Magnetic Pick up / Alt. sensing
  • 3 Phase generator monitoring
  • Current monitoring and protection
  • 3 Phase Mains (Utility) monitoring
  • Test button
  • Automatic load transfer
  • Battery voltage monitoring
  • Engine pre-heat
  • Hours counter
  • Comprehensive shutdown or warning on fault condition
  • Backed-up real-time clock
  • Fully configurable via DSE Configuration Suite PC software
  • USB connectivity
  • Remote SCADA monitoring via DSE Configuration Suite PC software


Timer (Time delay)


secara umum timer banyak digunakan sebagai perangkat AMF - ATS konvensional, karena perangkatnya yang sederhana, yang biasanya terdiri atas 5 buah time delay. yang dikomposisikan sebagai 
  1. Main failure time delay yang digunakan untuk penundaan ketika terjadi pemadaman yang mungkin saja terjadi karena drop tegangan sesaat yang tidak memerlukan panel AMF - ATS untuk bekerja
  2. Cranking time delay, yang digunakan untuk pengaturan starting genset
  3. Main transfer time delay, yang digunakan untuk penundaan pemindahan transfer switch/contactor ke posisi main/PLN
  4. Genset transfer time delay, yang digunakan untuk penundaan pemindahan transfer switch/contactor ke posisi genset, biasanya digunakan untuk memberikan kesempatan melakukan pemanasan sesaat sebelum menerima beban
  5. Recooling time delay, biasanya setelah tegangan Main/PLN pulih dan transfer switch pindah ke posisi Main lagi maka genset akan mati setelah proses recooling
dengan penggunaan timer semacam ini, untuk perbaikanya jauh lebih mudah. panel AMF - ATS semacam  ini tidak berinteraksi langsung dengan genset. 


Smart relay
Smart Relay


cara kerjanya hampir sama dengan penggunaan timer, hanya saja perangkat ini lebih kepada softwire. dimana tidak memerlukan ke lima buah timer seperti diatas atau pun relay. karena perangkat ini dapat diprogram dan bekerja menyerupai penggunaan timer diatas. sama halnya dengan penggunaan timer, dengan smart relay ini tidak dapat berinteraksi langsung dengan genset, perangkat ini hanya memberikan sinyal start/stop


Modul AMF C20

 Perangkat ini merupakan interface dari motorized COS Atys dari socomec. di dalamnya juga dilengkapi fitur AMF. dimana deteksi tegangan Main/PLN yang dilakukan oleh modul C20 akan mentriger genset untuk melakukan start. perangkat ini tidak dapat berinteraksi dengan genset langsung. tapi hanya dapat melakukan start/stop command. modul ini juga di kombinasikan dengan D10 yang dipasang pada front panel sehingga sangat memudahkan pengoperasianya. karena C20 hanya bisa terpasang pada DIN rail sehingga tidak dapat dipasang pada front panel.



Transfer Switch

Motorized COS
kunci dari panel AMF - ATS adalah transfer switch. dimana peralatan ini yang memindahkan beban dari supply PLN atau genset. perangkat ini harus bisa dioperasikan secara elektrik, karena kaitanya dengan otomatisasi peralatan. transfer switch dapat berupa contactor, motorized MCCB, atau motorized COS. dalam pemilihan transfer switch ada banyak pertimbangan. salah satunya adalah harga. untuk jenis contactor lebih murah dari jenis transfer switch diatas, karena susunanya yang compact. penggunaan contactor lebih efisien jika kapasitas daya kurang dari 100kVA. salah satu kekurangan dari penggunaan contactor adalah terjadinya gangguan coil pada contactor. yang apabila terjadi kerusakan sangat sulit dilakukan transfer switch secara manual. alternatif lain adalah penggunaan motorized COS, salah satunya adalah produk hager atau socomec.


Selenoid COS


Spesifikasi Teknis  
  • Untuk wall mount menggunakan plat 1,5m
  • Untuk free standing panel menggunakan plat 2mm
  • Cat powder coating RAL 7032
  • Menggunakan modul AMF Deepsea 4420
  • Transfer switch menggunakan Motorized COS 4 pole
  • Battrey charge 10A 12/24VDC
  • Instument, (Amperemeter,voltmeter,frekwensi meter, indating lamp)
  • Sudah termasuk commisioning untuk area jawa timur
  • Harga loco Surabaya
  • Support, (cable data, wiring diagram, dokumentasi, CD software)
  • Silahkan menghubungi kami untuk kebutuhan desain ataupun spesifikasi yang lain. dan dapatkan harga yang terbaik dari kami
Wiring Diagram Menggunakan Zelio
-->
Motorized MCCB
Penggunaan MCCB 

DATA YANG DIPERLUKAN UNTUK SPESIFIKASI AMF - ATS

  1. Daya PLN terpasang
  2. Daya Genset
  3. Tegangan kontrol untuk genset 12/24V
  4. Sistem start genset (kunci start/autostart) (jika starting genset sudah autostart maka Panel ATS tidak memerlukan AMF)
  5. Merk dan type genset
  6. Kapasitas ruangan genset dan penempatan Panel AMF - ATS (untuk menyesuaikan desain susunan panel)








Panel AMF ATS 200kVA dengan Motorized MCCB dan LVMDP

 Panel AMF ATS 1000kVA

Panel AMF ATS 100kVA dengan Motorized COS


Panel AMF - ATS dengan LVMDP 550kVA

Panel AMF - ATS 50kVA dengan Selenoid COS
Panel AMF - ATS 100kVA

Panel AMF - ATS 5kVA

Panel AMF - ATS 60kVA dengan Contactor

Panel AMF - ATS 20kVA


 


Read more: http://www.panel-listrik.net/p/about-us.html#ixzz30jbd6LTg

Comments

Popular posts from this blog

Timer AC bergantian

Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas. Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja. Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit. Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (clo…

Contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

Berikut adalah contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

PANDUAN - IK Standarisasi Area Data Center Article Number: 49 | Rating: Unrated | Last Updated: Mon, Nov 25, 2013 at 2:13 PM BAB I KEBIJAKAN
1.1.Area Data Center
Areadata center termasuk aset vital perusahaan dan diperlakukan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan.

Seksi Jaringan bertanggungjawab terhadap pengamanan fisik dan logik. sedangkan fungsi Sekuriti terhadap pengamanan fisik.


1.2.Pertimbangan Dalam Hal Penentuan Lokasi Area Data Center
Beberapa pertimbangan yang harus ada dalam menentukan lokasi ruang data center, yaitu :

1.Memungkinkan untuk pengembangan yang memadai, misalnya mempertimbangkan pengembangan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan.
2.Mempertimbangkan ruang yang tidak "terlalu” banyak dilalui untuk operasional lain, namun tetap dapat dijangkau dengan mudah.
3.Memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan pekerja.
4.Memenuhi persyaratan sebagaimana yang …

Mendesigns dan Menghitung UPS untuk Data Center

Mendesigns dan Menghitung UPS untuk Data Center UPS dan data center mungkin bisa di sebut sayur tanpa garam, hambar jika tidak saling melengkapi. 
Tapi untuk menentukan kebutuhan akan UPS data centerperlu perhitungan yang matang agar UPS dan server tetap awet dan selalu ON 24 jam. banyak sekali jenis UPS dan daya yang di tawarkan. Kita harus menghitung kebutuhan beban keseluruhan server agar ketika listrik down UPS dapat menghandle beberapa detik untuk listrik pindah ke genset begitu pula sebaliknya, Oke untuk menentukan itu semua tentukan dulu jenis UPS yang akan anda gunakan.
Oke kita sedikit belajar dulu tentang UPS :)
PRINSIP KERJA UPS Setiap PC membutuhkan daya listrik. Apabila aliran listrik (main power) terputus, PC akan mati (tidak berfungsi). Fungsi dasar UPS (Uninterruptible Power Supply) adalah menyediakan suplai listrik SEMENTARA ke beban (PC) tanpa terputus pada saat main power tidak bekerja agar seluruh proses dapat dihentikan dengan benar, seluruh data dapat disimpan den…