Sunday, May 4, 2014

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)


Dari sekian banyak jenis modul yang ada dipasaran, kami menawarkan beberapa alternatif untuk jenis modul AMF yang dapat kami sediakan. antara lain menggunakan modul dari DEEPSEA, smart relay atau timer. tentunya dengan beragam pilihan tersebut ada beberapa keuntungan atau kelebihan dari masing masing modul tersebut. sebagai misal menggunakan modul AMF dari DEEPSEA akan sangat cocok jika modul ini dapat berinterakasi langsung dengan genset. terutama jika mesin genset belum dilengkapi genset controller dan masih mengandalkan panel genset manual. untuk pabrikan genset sekarang ini pada panel genset sudah dilengkapi dengan AMF, sehingga tidak perlu panel AMF - ATS dengan menggunakan modul DEEPSEA atau sejenisnya. sehingga dalam pemilihanya dapat menggunakan timer, smart relay atau produk lain seperti ATS controller C20 dari socomec.


Modul DEEPSEA 4420

AMF Module DSE 4420
Modul ini memiliki banyak fitur antara lain ;
  • Start / stop genset
  • Digital input untuk deteksi switch oli, temperature, fuel dsb
  • Analog input untuk pembacaan sensor tekanan oli, temperature, fuel dsb
  • pengukuran tegangan, dan frekwensi pada sisi main dan genset
  • Timer internal
  • dapat dikonfigurasi dengan PC
  • dapat dioperasikan dengan mode manual, remote start, dan auto
  • pengukuran tegangan battrey
  • Automatic transfer switch
  • dipasang pada front panel
AMF Module DSE 7120

  • Back-lit icon LCD display
  • Five key menu navigation
  • Front panel editing
  • LED and LCD alarm indication
  • Power Save mode
  • 4 Digital inputs
  • 3 Analogue inputs (2 fixed, 1 flexible)
  • 6 configurable outputs
  • Configurable timers and alarms
  • Alternative configuration
  • Event Log (5)
  • CAN and Magnetic Pick up / Alt. sensing
  • 3 Phase generator monitoring
  • Current monitoring and protection
  • 3 Phase Mains (Utility) monitoring
  • Test button
  • Automatic load transfer
  • Battery voltage monitoring
  • Engine pre-heat
  • Hours counter
  • Comprehensive shutdown or warning on fault condition
  • Backed-up real-time clock
  • Fully configurable via DSE Configuration Suite PC software
  • USB connectivity
  • Remote SCADA monitoring via DSE Configuration Suite PC software


Timer (Time delay)


secara umum timer banyak digunakan sebagai perangkat AMF - ATS konvensional, karena perangkatnya yang sederhana, yang biasanya terdiri atas 5 buah time delay. yang dikomposisikan sebagai 
  1. Main failure time delay yang digunakan untuk penundaan ketika terjadi pemadaman yang mungkin saja terjadi karena drop tegangan sesaat yang tidak memerlukan panel AMF - ATS untuk bekerja
  2. Cranking time delay, yang digunakan untuk pengaturan starting genset
  3. Main transfer time delay, yang digunakan untuk penundaan pemindahan transfer switch/contactor ke posisi main/PLN
  4. Genset transfer time delay, yang digunakan untuk penundaan pemindahan transfer switch/contactor ke posisi genset, biasanya digunakan untuk memberikan kesempatan melakukan pemanasan sesaat sebelum menerima beban
  5. Recooling time delay, biasanya setelah tegangan Main/PLN pulih dan transfer switch pindah ke posisi Main lagi maka genset akan mati setelah proses recooling
dengan penggunaan timer semacam ini, untuk perbaikanya jauh lebih mudah. panel AMF - ATS semacam  ini tidak berinteraksi langsung dengan genset. 


Smart relay
Smart Relay


cara kerjanya hampir sama dengan penggunaan timer, hanya saja perangkat ini lebih kepada softwire. dimana tidak memerlukan ke lima buah timer seperti diatas atau pun relay. karena perangkat ini dapat diprogram dan bekerja menyerupai penggunaan timer diatas. sama halnya dengan penggunaan timer, dengan smart relay ini tidak dapat berinteraksi langsung dengan genset, perangkat ini hanya memberikan sinyal start/stop


Modul AMF C20

 Perangkat ini merupakan interface dari motorized COS Atys dari socomec. di dalamnya juga dilengkapi fitur AMF. dimana deteksi tegangan Main/PLN yang dilakukan oleh modul C20 akan mentriger genset untuk melakukan start. perangkat ini tidak dapat berinteraksi dengan genset langsung. tapi hanya dapat melakukan start/stop command. modul ini juga di kombinasikan dengan D10 yang dipasang pada front panel sehingga sangat memudahkan pengoperasianya. karena C20 hanya bisa terpasang pada DIN rail sehingga tidak dapat dipasang pada front panel.



Transfer Switch

Motorized COS
kunci dari panel AMF - ATS adalah transfer switch. dimana peralatan ini yang memindahkan beban dari supply PLN atau genset. perangkat ini harus bisa dioperasikan secara elektrik, karena kaitanya dengan otomatisasi peralatan. transfer switch dapat berupa contactor, motorized MCCB, atau motorized COS. dalam pemilihan transfer switch ada banyak pertimbangan. salah satunya adalah harga. untuk jenis contactor lebih murah dari jenis transfer switch diatas, karena susunanya yang compact. penggunaan contactor lebih efisien jika kapasitas daya kurang dari 100kVA. salah satu kekurangan dari penggunaan contactor adalah terjadinya gangguan coil pada contactor. yang apabila terjadi kerusakan sangat sulit dilakukan transfer switch secara manual. alternatif lain adalah penggunaan motorized COS, salah satunya adalah produk hager atau socomec.


Selenoid COS


Spesifikasi Teknis  
  • Untuk wall mount menggunakan plat 1,5m
  • Untuk free standing panel menggunakan plat 2mm
  • Cat powder coating RAL 7032
  • Menggunakan modul AMF Deepsea 4420
  • Transfer switch menggunakan Motorized COS 4 pole
  • Battrey charge 10A 12/24VDC
  • Instument, (Amperemeter,voltmeter,frekwensi meter, indating lamp)
  • Sudah termasuk commisioning untuk area jawa timur
  • Harga loco Surabaya
  • Support, (cable data, wiring diagram, dokumentasi, CD software)
  • Silahkan menghubungi kami untuk kebutuhan desain ataupun spesifikasi yang lain. dan dapatkan harga yang terbaik dari kami
Wiring Diagram Menggunakan Zelio
-->
Motorized MCCB
Penggunaan MCCB 

DATA YANG DIPERLUKAN UNTUK SPESIFIKASI AMF - ATS

  1. Daya PLN terpasang
  2. Daya Genset
  3. Tegangan kontrol untuk genset 12/24V
  4. Sistem start genset (kunci start/autostart) (jika starting genset sudah autostart maka Panel ATS tidak memerlukan AMF)
  5. Merk dan type genset
  6. Kapasitas ruangan genset dan penempatan Panel AMF - ATS (untuk menyesuaikan desain susunan panel)








Panel AMF ATS 200kVA dengan Motorized MCCB dan LVMDP

 Panel AMF ATS 1000kVA

Panel AMF ATS 100kVA dengan Motorized COS


Panel AMF - ATS dengan LVMDP 550kVA

Panel AMF - ATS 50kVA dengan Selenoid COS
Panel AMF - ATS 100kVA

Panel AMF - ATS 5kVA

Panel AMF - ATS 60kVA dengan Contactor

Panel AMF - ATS 20kVA


 


Read more: http://www.panel-listrik.net/p/about-us.html#ixzz30jbd6LTg

8 comments:

  1. Replies
    1. The effectiveness of IEEE Project Domains depends very much on the situation in which they are applied. In order to further improve IEEE Final Year Project Domains practices we need to explicitly describe and utilise our knowledge about software domains of software engineering Final Year Project Domains for CSE technologies. This paper suggests a modelling formalism for supporting systematic reuse of software engineering technologies during planning of software projects and improvement programmes in Final Year Project Centers in Chennai.

      Software management seeks for decision support to identify technologies like JavaScript that meet best the goals and characteristics of a software project or improvement programme. JavaScript Training in Chennai Accessible experiences and repositories that effectively guide that technology selection are still lacking.

      Aim of technology domain analysis is to describe the class of context situations (e.g., kinds of JavaScript software projects) in which a software engineering technology JavaScript Training in Chennai can be applied successfully

      Delete
  2. The blog shares a lot of worthy things. Keep going..

    kolindia
    Article submission sites

    ReplyDelete