Saturday, May 3, 2014

Timer AC bergantian


AC Bergantian
Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas.
Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja.
Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit.
Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (close), 5-6 (close), NO-NO (close), NC-NC (open). NO dan NC biasanya digunakan untuk arus yang kecil seperti lampu penanda AC di ACPDB atau juga untuk kabel alarm.
Asumsi, waktu yang diatur pada timer sebanyak 4 sirip biru yang artinya tiap 2 jam saklar akan bergatian. Sumbu pada timer akan kita awali huruf T dan pada kontaktor dengan huruf K.
Kondisi I (Timer 2-1):
Arus listrik (phasa T) yang mengalir pada timer disumbu  T2 akan disambungkan ke T1. Maka T1 akan terhubung ke KA1. Karena KA2 sudah terhubung dengan Netral, maka Kontaktor 1 tercatu dan mulai bekerja. K1-K2 terhubung, sehingga arus listrik yang ada pada K1 (yang berasal dari phasa R) akan mengalir ke K2 yang kemudian akan terhubung keperangkat AC1.
Kondisi II (Timer 2-3):
Setelah 2 jam berlalu, maka Arus listrik (phasa T) yang mengalir pada timer disumbu  T2 akan disambungkan ke T3. Maka T3 akan terhubung ke KA1. Karena KA2 sudah terhubung dengan Netral, maka Kontaktor 2 tercatu dan mulai bekerja. K1-K2 terhubung, sehingga arus listrik yang ada pada K1 (yang berasal dari phasa S) akan mengalir ke K2 yang kemudian akan terhubung keperangkat AC2.


Untuk alarm AC biasanya dipasang pada sumbu NO-NO dan dipasang pararel antara kontaktor 1 dan kontaktor2.

9 comments:

  1. Salam kenal gan....
    kalau misalkan saya punya AC 4 Unit kemudian mau di kerjakan masing2 unit 6 jam secara bergantian apa bisa memakai dua timer saja gan ???? apakah harus setiap satu unit satu timer??? trims nuril

    ReplyDelete
    Replies
    1. menurut saya satu timer untuk satu unit AC gan,,, kalaupun setelah di total harganya mahal bisa pakai arduino dan RTC (real time clock) gan agar menyalakan AC sesuai jam dan beberapa relay atau SSR untuk mendrive contactor.

      Delete
  2. Gan untuk 6 AC apa harus pakai timer 1 cukup.dan yang nyala itu jam nya berbeda. dan Matinya juga berbeda2 mas...Mohon soluisinya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. menurut saya timer itu penghitung waktu berdasarkan kapan timer di beri daya sehingga timer tidak akan berjalan sesuai dengan waktu saat ini. solusi dari permasalahan 6 ac yg menyala bergantian adalah 6 timer atau PLC atau yg lebih murah lg pakai arduino dengan RTC agar menyala sesuai jam meskipun listrik padam waktu pada RTC selalu tepat.

      Delete
  3. Gan mau tanya nih,, klo listrik mati hidup, timer nya otomatis jalan lagi gak gan? Di pasaran nama alatnya apa ini gan biar bisa beli.

    ReplyDelete
  4. I definitely appreciate your blog about this HVAC company topic. Excellent work!

    ReplyDelete
  5. Jika timer tidak bergerak waktu dimana kesilapan saya dalam pemasangan bos???jika di contactor saya check semua betul cuma pada timer saya agak confuse pada loop 3&5 1&2 L&N 2&4 L supply timer cuma 3&5 saja confuse..boleh beri pencerahan?

    ReplyDelete