Skip to main content

Translate

Timer AC bergantian


AC Bergantian
Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas.
Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja.
Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit.
Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (close), 5-6 (close), NO-NO (close), NC-NC (open). NO dan NC biasanya digunakan untuk arus yang kecil seperti lampu penanda AC di ACPDB atau juga untuk kabel alarm.
Asumsi, waktu yang diatur pada timer sebanyak 4 sirip biru yang artinya tiap 2 jam saklar akan bergatian. Sumbu pada timer akan kita awali huruf T dan pada kontaktor dengan huruf K.
Kondisi I (Timer 2-1):
Arus listrik (phasa T) yang mengalir pada timer disumbu  T2 akan disambungkan ke T1. Maka T1 akan terhubung ke KA1. Karena KA2 sudah terhubung dengan Netral, maka Kontaktor 1 tercatu dan mulai bekerja. K1-K2 terhubung, sehingga arus listrik yang ada pada K1 (yang berasal dari phasa R) akan mengalir ke K2 yang kemudian akan terhubung keperangkat AC1.
Kondisi II (Timer 2-3):
Setelah 2 jam berlalu, maka Arus listrik (phasa T) yang mengalir pada timer disumbu  T2 akan disambungkan ke T3. Maka T3 akan terhubung ke KA1. Karena KA2 sudah terhubung dengan Netral, maka Kontaktor 2 tercatu dan mulai bekerja. K1-K2 terhubung, sehingga arus listrik yang ada pada K1 (yang berasal dari phasa S) akan mengalir ke K2 yang kemudian akan terhubung keperangkat AC2.


Untuk alarm AC biasanya dipasang pada sumbu NO-NO dan dipasang pararel antara kontaktor 1 dan kontaktor2.

Comments

  1. Salam kenal gan....
    kalau misalkan saya punya AC 4 Unit kemudian mau di kerjakan masing2 unit 6 jam secara bergantian apa bisa memakai dua timer saja gan ???? apakah harus setiap satu unit satu timer??? trims nuril

    ReplyDelete
  2. Gan untuk 6 AC apa harus pakai timer 1 cukup.dan yang nyala itu jam nya berbeda. dan Matinya juga berbeda2 mas...Mohon soluisinya mas

    ReplyDelete
  3. Gan mau tanya nih,, klo listrik mati hidup, timer nya otomatis jalan lagi gak gan? Di pasaran nama alatnya apa ini gan biar bisa beli.

    ReplyDelete
  4. I definitely appreciate your blog about this HVAC company topic. Excellent work!

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Dari sekian banyak jenis modul yang ada dipasaran, kami menawarkan beberapa alternatif untuk jenis modul AMF yang dapat kami sediakan. antara lain menggunakan modul dari DEEPSEA, smart relay atau timer. tentunya dengan beragam pilihan tersebut ada beberapa keuntungan atau kelebihan dari masing masing modul tersebut. sebagai misal menggunakan modul AMF dari DEEPSEA akan sangat cocok jika modul ini dapat berinterakasi langsung dengan genset. terutama jika mesin genset belum dilengkapi genset controller dan masih mengandalkan panel genset manual. untuk pabrikan genset sekarang ini pada panel genset sudah dilengkapi dengan AMF, sehingga tidak perlu panel AMF - ATS dengan menggunakan modul DEEPSEA atau sejenisnya. sehingga dalam pemilihanya dapat menggunakan timer, smart relay atau produk lain seperti ATS controller C20 dari socomec.


Modul DEEPSEA 4420

AMF Module DSE 4420 Modul ini memiliki banyak fitur antara lain ; Start / stop gensetDigital …

Contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

Berikut adalah contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

PANDUAN - IK Standarisasi Area Data Center Article Number: 49 | Rating: Unrated | Last Updated: Mon, Nov 25, 2013 at 2:13 PM BAB I KEBIJAKAN
1.1.Area Data Center
Areadata center termasuk aset vital perusahaan dan diperlakukan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan.

Seksi Jaringan bertanggungjawab terhadap pengamanan fisik dan logik. sedangkan fungsi Sekuriti terhadap pengamanan fisik.


1.2.Pertimbangan Dalam Hal Penentuan Lokasi Area Data Center
Beberapa pertimbangan yang harus ada dalam menentukan lokasi ruang data center, yaitu :

1.Memungkinkan untuk pengembangan yang memadai, misalnya mempertimbangkan pengembangan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan.
2.Mempertimbangkan ruang yang tidak "terlalu” banyak dilalui untuk operasional lain, namun tetap dapat dijangkau dengan mudah.
3.Memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan pekerja.
4.Memenuhi persyaratan sebagaimana yang …