Skip to main content

Translate

ATS pada mini data center



Sistem ATS Data Center

Sistem ATS Pada Mini Data Center

Sistem ATS pada mini Data Center, kenapa dikatakan mini karena skala data center ini hanya untuk kantor yang sekalanya tidak terlalu besar dan tidak sebesar gedung cyber yang wow... banget :D.

Karang kita bingung mendesan kelistrikan untuk data center, perhitungan perhitungan harus di hitung dengan matang. Karena ini berkaitan dengan data yang kemungkinan akibat listrik yang tidak baik menjadikan hardware rusak dan berakibat data hilang :(. sedih rasanya apabila data hilang dan tak kembali. Saya pun pernah merasakan kehilangan data. Kehilangan data lebih menyakitkan daripada kehilangan pacar hahahah :D

Oke kembali ke tema, tam kita ATS (automatic transfer switch) yang pada intinya memindahkan jalus listrik secara otomatis :). Untuk membuat sistem ini diperlukan 2 jalus listrik yang berbeda, maksudnya berbeda adalah 2 jalur yang berbeda trafo, jadi ketika listrik satu padam jalur yang satu tidak padam atau sebalinya. Nah ketika syarat itu sudah terpenuhi kita bisa melakukan pembuatan ATS (automatic transfer switch) ini.

Untuk pembuatan ATS (automatic transfer switch) untuk data center kantor kita tidaklah sulit, kalau ndak bisa buat sendiri pesen ke ahli listrik :D. 

Yang saya terapkan di sini, ATS (automatic transfer switch) dengan input dua jalus listrik sebut saja jalus 1. cik ditiro dan jalur 2. UGM. Ketika listrik cikditiro mati akan secara otomatis akan pindah ke UGM selama rentan waktu 4 second. Dan ketika listrik cikditiro hidup kembali maka listrik akan kembali ke jalur cikditiro dengan rentan waktu yang sama yaitu 4 second. 

Sistem ATS (automatic transfer switch) ini sebenarnya pendukung dari UPS kita yang tak mampu bertahan lama untuk mengkofer semua perangkat di data center kita, misalnya UPS kita hanya mampu menahan beban di data center kita 5 menit. Maka kita perlu ATS (automatic transfer switch) untuk perpindahan jalur listrik secara otomatis jadi kita tak pusing untuk gonta ganti jalur secara manual. Dengan demikian perangkat data center yang kita miliki bisa ON terus tanpa mati selama 24 jam, 1 bulan bahkan berbulan2, kecuali ada pemadaman di kedua jalur :D dan down koneksi internet :D hehehe

kurang lebih gambarnya seperti ini :D

Demikian artikel Sistem ATS pada mini Data Center yang erblog bisa bagikan, semoga bermanfaat dan silahkan dibagikan ke teman-teman anda yang membutuhkan. :) salam ER

Comments

Popular posts from this blog

Timer AC bergantian

Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas. Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja. Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit. Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (clo…

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Dari sekian banyak jenis modul yang ada dipasaran, kami menawarkan beberapa alternatif untuk jenis modul AMF yang dapat kami sediakan. antara lain menggunakan modul dari DEEPSEA, smart relay atau timer. tentunya dengan beragam pilihan tersebut ada beberapa keuntungan atau kelebihan dari masing masing modul tersebut. sebagai misal menggunakan modul AMF dari DEEPSEA akan sangat cocok jika modul ini dapat berinterakasi langsung dengan genset. terutama jika mesin genset belum dilengkapi genset controller dan masih mengandalkan panel genset manual. untuk pabrikan genset sekarang ini pada panel genset sudah dilengkapi dengan AMF, sehingga tidak perlu panel AMF - ATS dengan menggunakan modul DEEPSEA atau sejenisnya. sehingga dalam pemilihanya dapat menggunakan timer, smart relay atau produk lain seperti ATS controller C20 dari socomec.


Modul DEEPSEA 4420

AMF Module DSE 4420 Modul ini memiliki banyak fitur antara lain ; Start / stop gensetDigital …

Contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

Berikut adalah contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

PANDUAN - IK Standarisasi Area Data Center Article Number: 49 | Rating: Unrated | Last Updated: Mon, Nov 25, 2013 at 2:13 PM BAB I KEBIJAKAN
1.1.Area Data Center
Areadata center termasuk aset vital perusahaan dan diperlakukan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan.

Seksi Jaringan bertanggungjawab terhadap pengamanan fisik dan logik. sedangkan fungsi Sekuriti terhadap pengamanan fisik.


1.2.Pertimbangan Dalam Hal Penentuan Lokasi Area Data Center
Beberapa pertimbangan yang harus ada dalam menentukan lokasi ruang data center, yaitu :

1.Memungkinkan untuk pengembangan yang memadai, misalnya mempertimbangkan pengembangan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan.
2.Mempertimbangkan ruang yang tidak "terlalu” banyak dilalui untuk operasional lain, namun tetap dapat dijangkau dengan mudah.
3.Memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan pekerja.
4.Memenuhi persyaratan sebagaimana yang …