Skip to main content

Translate

Menentukan daya UPS

Jakarta atau daerah-daerah lainnya yang akhir-akhir ini sering terjadi pemadaman listrik secara bergilir membuat kita sering mengeluh, data kerjaan yang sudah kita buat dengan susah payah hilang begitu saja dikarenakan padamnya listrik karena kita belum sempat disimpan data tersebut. Hal ini sering terjadi jika kita menggunakan PC, lain halnya jika menggunakan notebook yang sudah terintegrasi dengan battery.

Memilih UPS adalah sesuatu yang tidak mudah, namun juga tidak terlalu sulit. Namun satu hal yang perlu anda perhatikan, jangan sampai UPS yang anda beli tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal atau bahkan malah jadi kurang terlalu berguna alias kemahalan atau kapasitasnya terlalu kecil. Oleh karena itu, untuk menentukan sebesar apa kapasitas UPS yang dibutuhkan anda, dapat anda simak langkah-langkah berikut ini:
  1. Daftarlah semua perlengkapan yang akan dihubungkan ke komputer anda. Mulai dari komputer dan printer sampai peralatan mana saja yang ingin anda lindungi, seperti modem eksternal, speaker atau lainnya.
  2. Kemudian datalah semua voltase dan ampere yang terdapat pada masing-masing peralatan. Setelah itu, kalikan keduanya sehingga menghasilkan data VA dan simpan semua datanya.
  3. Jika data yang tertera pada perlengkapan anda berada dalam satuan watt, maka untuk mengubahnya ke dalam bentuk VA, kalikan saja dengan angka 1,43, sedangkan jika form factor alat tersebut 0,7, maka bagi saja dengan 0,7.
  4. Setelah data VA semua perlengkapan telah anda miliki, jumlahkan seluruh alat untuk setiap masing-masing UPS.
  5. Kebutuhan akan perlengkapan akan selalu bertambah, hal ini tidak boleh luput dari perhitungan anda. Oleh karena itu, untuk menjaga-jaga agar anda tidak salah perhitungan maka anda harus menambahkan nilai yang telah anda pegang. Bagaimana cara menambahkannya? Hitung saja jika dalam satu tahun perkembangan kebutuhan meningkat 5%, maka dalam jangka 5 tahun perkembangan kebutuhan akan meningkat 25%. Oleh karena itu, nilai yang anda peroleh pada langkah ke empat harus anda tambahkan 25% nya. Mengapa 5 tahun? karena selama inilah kira-kira UPS anda dapat dipertahankan.
  6. Bagaimana, apa anda sudah dapat hasilnya? jika sudah, mulai sekarang anda tidak perlu bingung lagi menentukan sebesar apa kapasitas UPS yang anda cari

Comments

Popular posts from this blog

Timer AC bergantian

Bagaimana sich prinsip kerja AC yang bergantian? Seperti yang terangkai pada ACPDB, yang kita butuhkan adalah 1 buah timer dan 2 buah kontaktor. Pada dasarnya rangkaiannya adalah seperti gambar diatas. Seperti kita ketahui, timer dan kontaktor akan bekerja apabila mendapatkan catuan 220 V. Pada timer catuan bisa dikoneksikan di lubang “L” dan “N”, sedang pada kontaktor dilubang “A1” dan “A2”. Itulah kenapa pada saat mati listrik komponen2 tersebut tidak bekerja. Timer berfungsi sebagai switch dari 2-1 atau 2-3 dan lubang “2” sebagai sumber yang dialiri arus listrik. Sesuai namanya alat ini akan bergantian dari 2-1 atau 2-3 berdasarkan waktu yang sudah kita atur pada sirip biru. Satu sirip merepresentasikan 30 menit. Sedang pada kontaktor untuk tipe Telemecanique, sumbu-sumbu saklarnya adalah 1-2, 3-4, 5-6, NO-NO, NC-NC.  Jika “A1” dan “A2” tidak dicatu maka 1-2 (open), 3-4 (open), 5-6 (open), NO-NO (open), NC-NC (close/terhubung). Dan bila “A1” dan “A2” dicatu  maka 1-2 (close), 3-4 (clo…

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Pemilihan jenis modul AMF (Automatic Main Failure)

Dari sekian banyak jenis modul yang ada dipasaran, kami menawarkan beberapa alternatif untuk jenis modul AMF yang dapat kami sediakan. antara lain menggunakan modul dari DEEPSEA, smart relay atau timer. tentunya dengan beragam pilihan tersebut ada beberapa keuntungan atau kelebihan dari masing masing modul tersebut. sebagai misal menggunakan modul AMF dari DEEPSEA akan sangat cocok jika modul ini dapat berinterakasi langsung dengan genset. terutama jika mesin genset belum dilengkapi genset controller dan masih mengandalkan panel genset manual. untuk pabrikan genset sekarang ini pada panel genset sudah dilengkapi dengan AMF, sehingga tidak perlu panel AMF - ATS dengan menggunakan modul DEEPSEA atau sejenisnya. sehingga dalam pemilihanya dapat menggunakan timer, smart relay atau produk lain seperti ATS controller C20 dari socomec.


Modul DEEPSEA 4420

AMF Module DSE 4420 Modul ini memiliki banyak fitur antara lain ; Start / stop gensetDigital …

Contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

Berikut adalah contoh Panduan Standarisasi Area Data Center

PANDUAN - IK Standarisasi Area Data Center Article Number: 49 | Rating: Unrated | Last Updated: Mon, Nov 25, 2013 at 2:13 PM BAB I KEBIJAKAN
1.1.Area Data Center
Areadata center termasuk aset vital perusahaan dan diperlakukan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan dalam Sistem Manajemen Pengamanan Perusahaan.

Seksi Jaringan bertanggungjawab terhadap pengamanan fisik dan logik. sedangkan fungsi Sekuriti terhadap pengamanan fisik.


1.2.Pertimbangan Dalam Hal Penentuan Lokasi Area Data Center
Beberapa pertimbangan yang harus ada dalam menentukan lokasi ruang data center, yaitu :

1.Memungkinkan untuk pengembangan yang memadai, misalnya mempertimbangkan pengembangan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan.
2.Mempertimbangkan ruang yang tidak "terlalu” banyak dilalui untuk operasional lain, namun tetap dapat dijangkau dengan mudah.
3.Memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan pekerja.
4.Memenuhi persyaratan sebagaimana yang …